Waduh VIT, gara2 NCB-nya elo ngangkat kasus poligami jadi rame nich....semua 
mau mengeluarkan pendapat....boleh-boleh aja...tapi janPgan sampe sewot2an dunk 
apalagi berantem, milist ini kan tujuannya buat silaturahmi...tetep kepala 
dingin......masing2 punya pandangan sendiri2 kan ??? 
   
  Saya ga mau ikut membahas masalah ini krn terus terang saya tidak mempunyai 
elmu yang cukup ttg ini, kalo mengeluarkan pendapat  pake perasaan n' logika 
doank entar jadi egois, biarlah para ahli aja yg ngurusin ini ya ga ...????? 
Bener kata Ka Komar ...Cukup Sudah...kayak lagu Glen Fredly...hikhik....
   
  BTW, ini Ka Komar yg Inswapala ya?? Yang item & galak ??? alah...maap Ka 
(bercanda) ? mungkin dulu juga tidak bermaksud galak...abis sy pernah dibentak2 
sama Ka Komar waktu penataran P4....tenang ka udah saya maapin 
kok...hehe...tapi lucu kalo inget masa SMA.....Ka Komar, Ka Istu itu yang pake 
kacamata (dulunya), mungil, pinter, pernah ikut cerdas cermat ya sama Ka Rone ? 
Pisus juga kan ?? sama Ka Ahmad yani ? Salam ya......
   
  Hi Ka Vanda, masih ngurus Pramuka, atau udah jadi Bapak Pramuka ?????
  Ka Vanda ini orang yang murah senyum, baik hati dan tidak sombong.....alah 
basi dech.
  Udah punya anak berapa Ka ?
Ka, bener ga sich, denger2 Ka Mubarok (gendut) udah meninggal ya beberapa tahun 
yg lalu ?
   
  Maju terus alumni SMA 1 Bks
   
  Evie Chaeruni
  Bio 2 - Ang' 92
   
  
Arifa Murti Untoro <arifaun [EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Assalamualaikum semua...
Ikutan kasih pendapat boleh ya....

Saya sendiri bingung dengan keberanian kaum saya (baca: laki-laki) yang 
melakukan poligami. Saya suka berpikir, sebenarnya apa yang dicari di poligami? 
Kenikmatankah? Surgakah? Atau "kah-kah" yang lainnya? Dengan tidak mengurangi 
rasa kpd rekan2 sekalian yg membahas ini dari sisi keimanan, coba kita pikir 
dari sisi perasaan. Atau setidaknya kita sebagai kaum laki2, coba deh untuk 
menempatkan diri kita sebagai kaum perempuan. Kalo gak salah istilah 
Inggrisnya: "Put yourself in others shoes" (Moga2 bener tuh tulisannya...)

Pernah terpikir gak oleh kita sbg kaum laki2,  bahwa ketika kita melakukan 
poligami ,mungkin saja, tidak senang dengan tindakan tersebut. Ketika saya 
melihat di TV bagaimana seorang ibu yang datang ke pengajian Aa' Gym, dan 
secara lugas menyatakan ketidaksetujuan terhadap poligami yg dilakukan oleh Aa' 
Gym, saya kembali berpikir. Walaupun keputusan poligami adalah keputusan 
pribadi dan hanya melibatkan keluarga kita sendiri, tapi kita harus ingat, kita 
juga sebagai mahluk sosial yang tentunya berinteraksi dengan keadaan dan 
pribadi2 lain di luar lingkaran kehidupan kita. Harap pikir2 baik u/ mereka yg 
berpoligami, bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan psikologis anak. 
Walaupun mereka sudah diberi pengertian, tapi ketika mereka diluar lingkungan 
pengawasan kita, tentunya akan dihujani pertanyaan2 dari orang lain seputar 
tindakan poligami yang dilakukan ayahnya.

Berpikir soal itu, saya lalu menanamkan semacam prinsip (atau apalah namanya 
itu...) bahwa ketika saya menikah nanti (Oalah...ternyata saya sendiri belum 
menikah, tokh. Ckckck...) saya hanya mau punya 1 istri. Amin...

PS: Kalo ada yg mau menanggapi, tolong tulisannya jgn yg terlalu"berat". 
Kasihan otak saya. Bikin tulisan yg cm spt diatas saja susah banget mikirnya. 
   
    --ARIFA M. UNTORO--
  PROJECT EXECUTIVE

  Satrio Wicaksono Indepth Consulting

Address        : Jln. Masjid Al-Anwar No. 46 Jakarta Barat 11540   Phone /Fax   
: (021) 530-5050 / (021) 548-3862



  

  ----- Original Message ----
From: Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; Jip 92 <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]
Sent: Wednesday, December 6, 2006 1:41:28 PM
Subject: [sma1bks] Noon Coffee Break

    
                Noon Coffee Break
   
  Siapa hayoo yang setuju poligami? ckckck..para pria ngacung semua :p
  Wah, topik poligami ada di mana-mana nih, ya di televisi, internet, majalah, 
koran.. cerpen di femina terbaru juga topiknya tentang itu. Pro dan kontra yang 
kayaknya berlangsung sepanjang abad ya... Sejak jaman dulu juga poligami sudah 
ada. Bedanya, karena sekarang komunikasi dan informasi sudah jauh lebih maju, 
berita seputar ini lebih mudah diekspos.
   
  Tapi, ada perubahan apa ya yang terjadi di diri para perempuan? Apa karena 
perempuan makin 'cerdas', makin besar kiprahnya, isu ini jadi mencuat 'tajam'. 
Kalau ingat kata dosen saya yang Ph. D itu, "dunia ini memang didominasi 
laki-laki", makanya peperangan dan segala jenis alat bantunya, bisa berkembang 
dengan sangat pesat. Kalau perempuan yang dominan, mungkin ga ada tuh perang... 
Dunia akan lebih aman-nyaman, tenang, damai... tapi diujungnya dosen saya 
menambahkan, "dan mungkin TI juga tidak bisa sepesat sekarang.." hihi..bagusnya 
setelah TI pesat, perempuan yang mendominasi, soale kudu banyak belajar biar ga 
gatek :))
   
  Karena kasus poligami ini, para perempuan keluar dari 'kandangnya' dan 
'mengaum'. Nyaris semuanya menyatakan 'menolak' dengan terang-terangan (ini 
cerita yang saya ambil dari acara Subuhnya di masjid Darut tauhid lhoo, 
khususnya respon ibu-ibu). Kalau para prianya sih... pastinya sangat sedikit 
yang berada di barisan ibu-ibu hehehe...
   
  Nyokap juga ikutan sewot, adik saya yang cewek juga ikut nambah-nambahin. 
Kalo disurvey ibu-ibu di erte saya juga kayaknya 99% sewot semua.. Kalau ada 
yang nggak sewot dianggap nggak normal, contohnya ya saya...hahaha. 
  "Situ sih belom nikah, coba aja ntar..."
  eeit, kok jadi bawa-bawa status neh...
   
  Menurut saya, kalau suami poligami artinya dia sudah menyakiti perasaaan 
istrinya. Jadi ya itulah sikap yang dia pilih. Konsekuensinya harus siap, sama 
seperti istri. Kalau dia 'mengijinkan' suaminya, ridho dan ikhlas, berarti siap 
dengan konsekuensinya. Hidup itu kan pilihan. Menikah, tidak menikah (bedain 
dengan yg belum menikah), poligami, monogami, punya satu anak, banyak anak dll 
semua kan pilihan. Jadi ya masing-masing punya konsekuensi kan? Poligami ada 
konsekuensinya, monogami juga... Yang banyak anak belom tentu lebih bagus 
daripada yg belom punya anak, demikian juga yang sebaliknya.
   
  Monogami juga belom tentu lebih bagus dari yang poligami, demikian juga 
sebaliknya. So..kayaknya tinggal gimana ngejalaninnya ya... kita yang outsider 
perasaan ga perlu sewot...hehehe, itu sih pendapat saya lhooo...
   
  Di sini aja dingin, kenapa situ yang panas.... kayak iklan rokok...:)
   
  ps.
  dicari: pria yang tidak ingin menyakiti istrinya.... hihihi
   
   







  
  
---------------------------------
  Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and 
get things done faster.  






  
---------------------------------
  Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.  

         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke