Assalamualaikum semua... Ikutan kasih pendapat boleh ya.... Saya sendiri bingung dengan keberanian kaum saya (baca: laki-laki) yang melakukan poligami. Saya suka berpikir, sebenarnya apa yang dicari di poligami? Kenikmatankah? Surgakah? Atau "kah-kah" yang lainnya? Dengan tidak mengurangi rasa kpd rekan2 sekalian yg membahas ini dari sisi keimanan, coba kita pikir dari sisi perasaan. Atau setidaknya kita sebagai kaum laki2, coba deh untuk menempatkan diri kita sebagai kaum perempuan. Kalo gak salah istilah Inggrisnya: "Put yourself in others shoes" (Moga2 bener tuh tulisannya...)
Pernah terpikir gak oleh kita sbg kaum laki2, bahwa ketika kita melakukan poligami ,mungkin saja, tidak senang dengan tindakan tersebut. Ketika saya melihat di TV bagaimana seorang ibu yang datang ke pengajian Aa' Gym, dan secara lugas menyatakan ketidaksetujuan terhadap poligami yg dilakukan oleh Aa' Gym, saya kembali berpikir. Walaupun keputusan poligami adalah keputusan pribadi dan hanya melibatkan keluarga kita sendiri, tapi kita harus ingat, kita juga sebagai mahluk sosial yang tentunya berinteraksi dengan keadaan dan pribadi2 lain di luar lingkaran kehidupan kita. Harap pikir2 baik u/ mereka yg berpoligami, bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan psikologis anak. Walaupun mereka sudah diberi pengertian, tapi ketika mereka diluar lingkungan pengawasan kita, tentunya akan dihujani pertanyaan2 dari orang lain seputar tindakan poligami yang dilakukan ayahnya. Berpikir soal itu, saya lalu menanamkan semacam prinsip (atau apalah namanya itu...) bahwa ketika saya menikah nanti (Oalah...ternyata saya sendiri belum menikah, tokh. Ckckck...) saya hanya mau punya 1 istri. Amin... PS: Kalo ada yg mau menanggapi, tolong tulisannya jgn yg terlalu"berat". Kasihan otak saya. Bikin tulisan yg cm spt diatas saja susah banget mikirnya. --ARIFA M. UNTORO-- PROJECT EXECUTIVE Satrio Wicaksono Indepth Consulting Address : Jln. Masjid Al-Anwar No. 46 Jakarta Barat 11540 Phone /Fax : (021) 530-5050 / (021) 548-3862 ----- Original Message ---- From: Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; Jip 92 <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED]; [email protected] Sent: Wednesday, December 6, 2006 1:41:28 PM Subject: [sma1bks] Noon Coffee Break Noon Coffee Break Siapa hayoo yang setuju poligami? ckckck..para pria ngacung semua :p Wah, topik poligami ada di mana-mana nih, ya di televisi, internet, majalah, koran.. cerpen di femina terbaru juga topiknya tentang itu. Pro dan kontra yang kayaknya berlangsung sepanjang abad ya... Sejak jaman dulu juga poligami sudah ada. Bedanya, karena sekarang komunikasi dan informasi sudah jauh lebih maju, berita seputar ini lebih mudah diekspos. Tapi, ada perubahan apa ya yang terjadi di diri para perempuan? Apa karena perempuan makin 'cerdas', makin besar kiprahnya, isu ini jadi mencuat 'tajam'. Kalau ingat kata dosen saya yang Ph. D itu, "dunia ini memang didominasi laki-laki", makanya peperangan dan segala jenis alat bantunya, bisa berkembang dengan sangat pesat. Kalau perempuan yang dominan, mungkin ga ada tuh perang... Dunia akan lebih aman-nyaman, tenang, damai... tapi diujungnya dosen saya menambahkan, "dan mungkin TI juga tidak bisa sepesat sekarang.." hihi..bagusnya setelah TI pesat, perempuan yang mendominasi, soale kudu banyak belajar biar ga gatek :)) Karena kasus poligami ini, para perempuan keluar dari 'kandangnya' dan 'mengaum'. Nyaris semuanya menyatakan 'menolak' dengan terang-terangan (ini cerita yang saya ambil dari acara Subuhnya di masjid Darut tauhid lhoo, khususnya respon ibu-ibu). Kalau para prianya sih... pastinya sangat sedikit yang berada di barisan ibu-ibu hehehe... Nyokap juga ikutan sewot, adik saya yang cewek juga ikut nambah-nambahin. Kalo disurvey ibu-ibu di erte saya juga kayaknya 99% sewot semua.. Kalau ada yang nggak sewot dianggap nggak normal, contohnya ya saya...hahaha. "Situ sih belom nikah, coba aja ntar..." eeit, kok jadi bawa-bawa status neh... Menurut saya, kalau suami poligami artinya dia sudah menyakiti perasaaan istrinya. Jadi ya itulah sikap yang dia pilih. Konsekuensinya harus siap, sama seperti istri. Kalau dia 'mengijinkan' suaminya, ridho dan ikhlas, berarti siap dengan konsekuensinya. Hidup itu kan pilihan. Menikah, tidak menikah (bedain dengan yg belum menikah), poligami, monogami, punya satu anak, banyak anak dll semua kan pilihan. Jadi ya masing-masing punya konsekuensi kan? Poligami ada konsekuensinya, monogami juga... Yang banyak anak belom tentu lebih bagus daripada yg belom punya anak, demikian juga yang sebaliknya. Monogami juga belom tentu lebih bagus dari yang poligami, demikian juga sebaliknya. So..kayaknya tinggal gimana ngejalaninnya ya... kita yang outsider perasaan ga perlu sewot...hehehe, itu sih pendapat saya lhooo... Di sini aja dingin, kenapa situ yang panas.... kayak iklan rokok...:) ps. dicari: pria yang tidak ingin menyakiti istrinya.... hihihi Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get things done faster. <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial,helvetica,clean,sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0; } #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both; } #ygrp-vitnav{ padding-top:10px; font-family:Verdana; font-size:77%; margin:0; } #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px; } #ygrp-actbar{ clear:both; margin:25px 0; white-space:nowrap; color:#666; text-align:right; } #ygrp-actbar .left{ float:left; white-space:nowrap; } .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana; font-size:77%; padding:15px 0; } #ygrp-ft{ font-family:verdana; font-size:77%; border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px; } #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee; margin-bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px; } #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%; font-family:Verdana; font-weight:bold; color:#333; text-transform:uppercase; } #ygrp-vital ul{ padding:0; margin:2px 0; } #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none; clear:both; border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold; color:#ff7900; float:right; width:2em; text-align:right; padding-right:.5em; } #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold; } #ygrp-vital a { text-decoration:none; } #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline; } #ygrp-sponsor #hd{ color:#999; font-size:77%; } #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px; background-color:#e0ecee; margin-bottom:20px; } #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px; margin:0; } #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square; padding:6px 0; font-size:77%; } #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none; font-size:130%; } #ygrp-sponsor #nc { background-color:#eee; margin-bottom:20px; padding:0 8px; } #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0; } #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial; font-weight:bold; color:#628c2a; font-size:100%; line-height:122%; } #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none; } #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline; } #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0; } o {font-size:0;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0; } #ygrp-text tt{ font-size:120%; } blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> ____________________________________________________________________________________ Any questions? Get answers on any topic at www.Answers.yahoo.com. Try it now.
