BLACK BELT
   
  Dari setiap orang ada yang bisa kupelajari, dan saat itu aku menjadi muridnya 
(Ralph W. Emerson, 1803-1882)*
   
  Di Era 80an, siapa yang tidak kenal dengan Ralph Macchio, bintang keren yang 
bermain di Karate Kid (1984). Ketika film itu berjaya, saya masih SD dan 
melihat teman-teman cowok di kelas tergila-gila dengan olah raga karate dan 
sering bersikap sok kayak bintang karate di film itu. Ra, teman cowok paling 
usil yang duduk di belakang saya terkena wabah karate juga, bedanya adegan 
heroik itu dia wujudkan dalam gambar para karate-kers di buku tulisnya (kenapa 
ya dulu gue sebel banget liat tingkah laku dia kalo lagi ngegambar itu??)
   
  Saat jam olah raga, tingkah laku mereka lebih ajaib lagi, salah satunya sok 
pura-pura bisa memecahkan batu bata yang disusun-susun or balok kayu, padahal 
boro-boro terbelah, yang ada pada kesakitan semua tangannya hahaha. Diantara 
pada cowok di kelas, ada sih yang ikutan kelas karate beneran. Cowok paling 
bongsor, pindahan dari mana gitu. Anak baru, dan langsung bikin saya ketakutan, 
deg-degan, ngeri plus sebel, secara ternyata diam-diam dia naksir saya…hahaha. 
Untuk menarik perhatian, dia suka bawa-bawa baju karatenya dan pernah nampang 
di depan saya dengan kostum lengkapnya itu. Olala….
   
  Olah raga bela diri, ternyata sangat menarik. Banyak ‘ilmu’, teori dan 
filosofi di balik gerakan-gerakannya. Keahlian seseorang, ditandai dengan warna 
sabuknya. Ada hitam, coklat, kuning, hijau, merah muda :))…*ngaco* . Sabuk 
hitam menandakan kalau dia ini udah master banget. Wiiih, kagak ade nyang 
berani ngajakin berantem deh kalo kagak mau jontor…hehehe. Dan seorang pemegang 
sabuk hitam ini biasanya disegani sekaligus dihormati ‘murid-murid’nya. 
   
  Di dalam Six Sigma (‘cara’ baru dalam mengelola bisnis) istilah dalam bela 
diri semacam ini digunakan untuk menggantikan sebutan bagi para manager dan 
bawahannya. Ada Master Black Belt (MBB), Black Belt (BB),dan Green Belt (GB) 
atau secara sederhana MBB adalah setingkat konsultan, BB adalah manager dan GB 
adalah para pelaksana. Apa ya tujuannya? Untuk menghadirkan suasana ‘lain’ 
dalam lingkungan bisnis/perusahaan? Sehingga seolah-olah perusahaan adalah 
sebuah kelas ‘bela diri’ besar yang terdiri dari guru dan murid-muridnya? Kalau 
memang begitu, maka posisi atasan dan bawahan bukan lagi bos dan anak buah, 
tapi guru dan murid. Gitu kali ya? 
   
  So guys, kalau kita semua adalah murid kelas bela diri, memperoleh sabuk 
hitam adalah tujuan kita semua so…keep fighting!!!  *gubbrrraaak* ;p
   
   
   
  *kutipan dapet dari blog-nya Palawa Unpad :)








 
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

Kirim email ke