TESTIMONI
   
  Dapet testimoni dari teman atau orang lain? Wuah…seneng ya. Apalagi kalau 
isinya bagus-bagus, langsung deh di-approve…hehehe. Beberapa waktu lalu saya 
dikirimi testimoni dari beberapa orang teman. Ada yang dikirim via frienster 
ada yang via japri. Isinya rata-rata menyenangkan dan menyemangati. Sampe 
kayaknya pengen deh tu testimoni dipigurain trus di tempel di tembok…hahaha 
*narsismodeon*
   
  Kalau dibilang narsis, siapa sih di dunia ini orang yang nggak narsis… tapi, 
kadarnya pasti beda-beda lah. Yang nyebelin emang kalau liat orang yang 
narsisnya udah kelewatan, bukannya ikut kasih support or testimoni baru, malah 
pengen nonjok *hihi sadist* Adik saya yang cewek lebih narsis dari adik saya 
yang cowok. Adik saya yang cewek hobi banget masang foto diri dia dengan 
berbagai pose dan ekspresi muka di kamar (ini narsis kan? ;). Sementara adik 
saya yang cowok anti banget masang foto.
  “Ngapain masang foto (sendiri), kan udah kenal sama muka sendiri, bosen 
liatnya. Kalau mau pasang, ya foto orang lain dong…” So di kamar dia or di 
sudut manapun di rumah, nggak ada foto adik saya itu kecuali satu. Itu juga 
kecil ukurannya. Foto wisuda aja nggak mau. Yang ada foto-foto asing kayak foto 
wajah perempuan suku dayak seukuran post card, terus ada foto-foto gunung yang 
pernah dia ambil saat mendaki, dll. 
   
  Kembali ke persoalan testimoni, ada sih yang bilang kalau budaya mengoleksi 
testimoni tuh nggak bagus. Bikin orang lupa diri alias jadi sombong en so on. 
Tapi buat saya sih, biasanya, malah menyemangati. Terutama saat-saat kita 
sedang down. Dengan membaca testimoni sedikit membantu bahwa kita ini eksis, 
minimal di depan teman-teman kita ;) Dengan membaca testimoni kita bisa terpacu 
untuk melakukan seperti apa yang tertulis di sana. Misalnya “Vita itu orangnya 
baik, perhatian, dan suka menolong.” So baca itu bikin saya jadi pengen jadi 
orang baik, perhatian dan menolong orang (huehehehe). Atau, “Tulisan-tulisan 
vita tuh inspiring….” So belajar lagi menulis yang baik biar beneran bisa 
inspiring – meski sebenarnya menulis yang inspiring itu nggak pernah bisa di 
rekayasa hehehehe…
   
  Testimoni itu sebenarnya pujian. Dan dalam artian yang positif, pujian bisa 
menaikkan self esteem seseorang, yang ini penting untuk membina pergaulan 
dengan orang lain or masyarakat. Seseorang yang rasa percaya dirinya bagus dia 
akan lebih produktif, lebih positif, kreatif, aktif, imaginatif, dan 
naif…hihihi *kidding* Seorang anak yang dibesarkan dengan pujian, setelah 
dewasa konon akan lebih sukses dibanding orang dewasa yang ketika masih kecil 
dibesarkan dengan kata-kata bukan pujian misalnya, “kamu nakal banget sih, kan 
ibu tadi bilang apa?” atau “cerewet banget sih, mama kan lagi sibuk.” Atau 
“kamu nggak dengerin kata-kata mama ya?” dll. 
   
  Tapi apa iya ya pujian or testimoni ini ngaruh ke perkembangan jiwa kita yang 
nota bene udah tua gini? Yah apapun dampaknya, selama itu positif dan 
menyemangati why not? Yang jelas, males dan bikin bete bahkan sedih plus 
frustasi, mungkin juga akan mogok nulis, kalau ada testimoni yang isinya. 
“Tulisan Vita itu dangkal, sok tau dan nggak ada manfaatnya…so ngapain bikin 
NCB tiap hari, boro-boro dibaca, langsung gue delete…” meskipun bisa jadi ada 
benernya, tapi pembunuhan karakter tuh ...hwaaaa…. (Alhamdulillah selama ini 
belom ada :D)
   
  Yuuuk bikin testimoni yang bagus buat teman-teman kita....nggak mesti di 
frienster kan (kalo nggak punya)? cukup kirim sms or beri pujian dan perhatian 
serta ucapan-ucapan yang menunjukkan betapa teman kita itu begitu baik dan 
berharga ;)
   








 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

Kirim email ke