TESTIMONI Dapet testimoni dari teman atau orang lain? Wuah seneng ya. Apalagi kalau isinya bagus-bagus, langsung deh di-approve hehehe. Beberapa waktu lalu saya dikirimi testimoni dari beberapa orang teman. Ada yang dikirim via frienster ada yang via japri. Isinya rata-rata menyenangkan dan menyemangati. Sampe kayaknya pengen deh tu testimoni dipigurain trus di tempel di tembok hahaha *narsismodeon* Kalau dibilang narsis, siapa sih di dunia ini orang yang nggak narsis tapi, kadarnya pasti beda-beda lah. Yang nyebelin emang kalau liat orang yang narsisnya udah kelewatan, bukannya ikut kasih support or testimoni baru, malah pengen nonjok *hihi sadist* Adik saya yang cewek lebih narsis dari adik saya yang cowok. Adik saya yang cewek hobi banget masang foto diri dia dengan berbagai pose dan ekspresi muka di kamar (ini narsis kan? ;). Sementara adik saya yang cowok anti banget masang foto. Ngapain masang foto (sendiri), kan udah kenal sama muka sendiri, bosen liatnya. Kalau mau pasang, ya foto orang lain dong So di kamar dia or di sudut manapun di rumah, nggak ada foto adik saya itu kecuali satu. Itu juga kecil ukurannya. Foto wisuda aja nggak mau. Yang ada foto-foto asing kayak foto wajah perempuan suku dayak seukuran post card, terus ada foto-foto gunung yang pernah dia ambil saat mendaki, dll. Kembali ke persoalan testimoni, ada sih yang bilang kalau budaya mengoleksi testimoni tuh nggak bagus. Bikin orang lupa diri alias jadi sombong en so on. Tapi buat saya sih, biasanya, malah menyemangati. Terutama saat-saat kita sedang down. Dengan membaca testimoni sedikit membantu bahwa kita ini eksis, minimal di depan teman-teman kita ;) Dengan membaca testimoni kita bisa terpacu untuk melakukan seperti apa yang tertulis di sana. Misalnya Vita itu orangnya baik, perhatian, dan suka menolong. So baca itu bikin saya jadi pengen jadi orang baik, perhatian dan menolong orang (huehehehe). Atau, Tulisan-tulisan vita tuh inspiring . So belajar lagi menulis yang baik biar beneran bisa inspiring meski sebenarnya menulis yang inspiring itu nggak pernah bisa di rekayasa hehehehe Testimoni itu sebenarnya pujian. Dan dalam artian yang positif, pujian bisa menaikkan self esteem seseorang, yang ini penting untuk membina pergaulan dengan orang lain or masyarakat. Seseorang yang rasa percaya dirinya bagus dia akan lebih produktif, lebih positif, kreatif, aktif, imaginatif, dan naif hihihi *kidding* Seorang anak yang dibesarkan dengan pujian, setelah dewasa konon akan lebih sukses dibanding orang dewasa yang ketika masih kecil dibesarkan dengan kata-kata bukan pujian misalnya, kamu nakal banget sih, kan ibu tadi bilang apa? atau cerewet banget sih, mama kan lagi sibuk. Atau kamu nggak dengerin kata-kata mama ya? dll. Tapi apa iya ya pujian or testimoni ini ngaruh ke perkembangan jiwa kita yang nota bene udah tua gini? Yah apapun dampaknya, selama itu positif dan menyemangati why not? Yang jelas, males dan bikin bete bahkan sedih plus frustasi, mungkin juga akan mogok nulis, kalau ada testimoni yang isinya. Tulisan Vita itu dangkal, sok tau dan nggak ada manfaatnya so ngapain bikin NCB tiap hari, boro-boro dibaca, langsung gue delete meskipun bisa jadi ada benernya, tapi pembunuhan karakter tuh ...hwaaaa . (Alhamdulillah selama ini belom ada :D) Yuuuk bikin testimoni yang bagus buat teman-teman kita....nggak mesti di frienster kan (kalo nggak punya)? cukup kirim sms or beri pujian dan perhatian serta ucapan-ucapan yang menunjukkan betapa teman kita itu begitu baik dan berharga ;)
--------------------------------- The fish are biting. Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
