AYO SEKOLAH ATAU AYO BELAJAR?
   
  Belakangan ini orang sedang ramai membicarakan homeschooling. Seorang teman 
juga sedang menerapkan itu buat kedua anak-anaknya yang masih kecil, kecuali 
anaknya yang pertama. Dan mengingat begitu besar animo masyarakat untuk sistem 
belajar yang satu ini, bulan Juli depan insya Allah kami, saya dan teman-teman 
di yayasan, akan menyelenggarakan seminar dan talkshow tentang peran orang tua 
dalam pendidikan anak di rumah dengan tema: “Orang tuaku, guruku!” Ibu Elly 
Risman, dari Yayasan Buah Hati akan jadi pembicara utama, ditambah ibu Yayah, 
praktisi Homeschooling. Buat kalian yang bermukin di wilayah Depok, Cinere, 
Pasar Minggu, dan sekitarnya (Jakarta Selatan) mungkin bisa ikut serta. 
Biayanya murah kok…tunggu info lebih lanjut ya… *lho kok malah promo acara gini 
yach ;)*
   
  Barusan saya habis membaca tulisan teman yang bernostalgia tentang masa-masa 
SD dia dulu. Wah, jangan ditanya deh gimana serunya. Saya juga punya pengalaman 
seru waktu seusia segitu dan kita happy-happy aja. Nggak ada masalah kayak 
sekarang. Ortu juga nggak ‘kerepotan’ nyari-nyari sekolah… soalnya emang nggak 
ada alternatif macam2 sih waktu itu. Kita sekolah, belajar, main,..nggak ada 
tuh sekolah full day. Jam 12 pulang, makan, langsung main lagi. Ke sungai, ke 
sawah, ke hutan (maklum kecil di kampung), main sepeda, pulang-pulang muka udah 
gosong dan tinggal diomelin karena seharian nggak pulang hehehe. 
   
  Meski banyak main, tapi soal pelajaran, jangan salah. Tetep semangat dong, 
ngalahin rankingnya temen. Kalau bisa setiap ulangan dapet sepuluh. Bukan 
karena ortu kasih hadiah, atau pujian atau apa. Seneng aja bisa menjawab semua 
pertanyaan tanpa kesulitan. Kalau perlu, dalam waktu singkat, semua pelajaran 
bisa dilahap habis. Kita udah baca sebelum guru ngajarin. Biar bisa nunjuk 
tangan, biar temen sebangku – cowok paling iseng sedunia itu – melirik sirik. 
Atau biar rival-rival di kelas panas, hahaha… Tapi sepertinya para rival emang 
jago-jago, dan saya cukup puas diurutan dua atau tiga. Huh…
   
  Guru kami sebagian besar, sangat menyenangkan. Mereka mengajar dengan banyak 
bercerita dan diselingi permainan-permainan. Saya masih hapal nama-nama mereka, 
bahkan mengingat hampir utuh seluruh sosok mereka. Orang-orang paling berjasa, 
yang membuat suasana belajar di kelas jadi menyenangkan. Kalau sudah 
menyenangkan, apa sih yang bikin kita jadi males? Sekolah bukan sesuatu yang 
menakutkan, tapi ajang ketemu dengan banyak teman, belajar bersama, bermain 
bersama, berantem bersama..hehehe, beratem itu kan belajar juga :D… sama sekali 
nggak kepikiran homeschooling. Wah kalau dulu ada homeschooling, kayak apa ya? 
Kayaknya nggak mungkin. Bisa stress. Emang beda sekali dengan sekarang. Di 
teve, saya mendengar, ada anak yang justru minta di homeschooling-in sama 
ortunya. Mungkin anak ini memang yg level extraordinary gitu kali. 
   
  Sekolah sekarang, menurut berita-berita di media massa, sudah menjadi tempat 
berbagai persoalan , tidak lagi sebagai tempat belajar yang nyaman. Begitu kah?
   
  Suatu hari seorang teman menyodorkan buku baru, “baca deh ini. Kemarin kita 
bedah di sini, penulisnya dateng…”
  Laskar Pelangi?
  “Kali aja Vita juga mau menuliskan pengalaman masa kecilnya yang indah di 
desanya sana…” kata temen saya ngomporin. Halah, bisa aja. Tapi buku itu saya 
baca, dan isinya luar biasa bagus. Buku soal pendidikan yang kudu dibaca 
setelah buku Toto Chan hehehe *tetep*
   
   
  have a nice day! 
   
  *renungan di hari Pendidikan Nasional............. tapi gagal. Nggak bisa 
merenung wong kerjaan banyak setelah ditinggalin selama beberapa hari :(*
   
   
   
   








       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke