Paling seru emang kalo ngomonging RUU yang satu ini. Seperti terjadi benturan antara orang-orang yang (dianggap) "sok" bermoral dan orang-orang yang membela kebebasan (sepuasnya). Yang satu ingin memberi kepastian hukum yang jelas tentang pornografi, yang satu masalah kayak begitu gak perlu diatur-atur ama negara.
Yang satu berharap RUU ini dapat melindungi generasi yang akan datang dari kehancuran moral. Yang satu lagi menganggap gak perlu, soalnya sudah bisa menjaga diri. Yang satu bilang RUU ini berguna untuk melindungi kaum perempuan. Yang satu lagi bilang RUU ini malah membuat perempuan menjadi korban. Masing-masing pihak berusaha mengeluarkan dalil masing-masing, bersilat lidah, memainkan kata-kata, bersikap paling pintar, sehingga menutupi tujuan akhirnya karena terlalu sibuk untuk saling membalas argumen. Sebagian di antara rekan-rekan di sini mungkin sudah berkeluarga dan memiliki generasi penerus yang diharapkan menjadi generasi yang lebih baik, sehingga mereka peduli terhadap RUU ini. Yang masih belum punya generasi penerus, mungkin belum terlalu peduli terhadap generasi selanjutnya, yang penting enjoy aja menikmati hari ini. 2008/9/24 ACHMAD SUTRIADI <[EMAIL PROTECTED]> > > ------- *Original Message* ------- > *Sender* : Dicky Kurniawan<[EMAIL PROTECTED]> > *Date* : Sep 24, 2008 14:17 (GMT+07:00) > *Title* : Re: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU Pornografi > > *It's only a transition... > > Dicky Kurniawan > *News Camera Person > *NEWS DIVISION > PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) > Gd. Trans TV 3rd Fl. > Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A > Jakarta Selatan 12790 > *+628174964705 > [EMAIL PROTECTED] > [EMAIL PROTECTED] > omongkosongku.blogspot.com > > answerlieswithin.multiply.com > > > > ----- Original Message ---- > From: ACHMAD SUTRIADI <[EMAIL PROTECTED]> > To: "[email protected]" <[email protected]> > Sent: Wednesday, September 24, 2008 6:49:16 AM > Subject: Re: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU Pornografi > > > Setelah diteliti... kebanyakan orang yang menolak RUU APP adalah: > > > > 1. Oknum yang mempunyai usaha yang berkaitan dengan Seks... > > Usaha Bokep, Usaha Pijit plus2, Usaha Night Club, Usaha Majalah Porno, > Usaha Kalender Porno > > Pengusaha dan orang yang berkaitan dengan usaha esek2 ini adalah orang yang > paling lantang menolak RUU APP. > > Ya mo gimana lagi, kerjaannya kan mencari duit dengan cara menghancurkan > Akhlak orang... > > Kalo ada RUU APP, mereka bingung makan apa... selama ini duit yg mengalir > kekantong mereka berasal dari kebejatan moral oknum masyarakat > > > > *[DQ] Orang DPR nih yang doyan beginian..dari YZ dari beringin sampe Al > Amin dari Partai bergambar Ka'bah...* > > [AS]: Isi kalimat diatas tidak mempunyai korelasi dengan type no 1 yang > saya tulis. > > Si YZ sama Al Amin itu kan oknum DPR yang gemar seks bebas? > > kalo gitu seharusnya kalimat diatas dipandah ke bawah :P > > > > > > 2. Oknum Masyarakat yang gemar Seks Bebas.. > > Seperti yang udah diketahui bersama, Budaya Barat yang Liberal bin > Amoral sudah merasuki pemikiran rakyat Indonesia > > Kurangnya pemahaman agama (Agama cuma status) membuat oknum masyarakat > doyan dengan hal2 yang berkaitan dengan seks. > > Ya Doyan Bokep, Doyan Beli Majalah Play Boy, Doyan Make Jablay, Doyan > Pijit Seks, dan buruknya Doyan Perkosa atau doyan melakukan pelecehan > seksual terhadap orang lain. > > > > *[DQ] Sama aja kayak di atas....* > [AS]: Memang ada benar ada beberapa oknum anggota DPR yang doyan seks > bebas dari mulai yang partainya beringin, ada lambang kabah, sampai yang > gambarnya banteng hitam... > > Tetapi gak cuma anggota DPR sih, pejabat Pemerintahan dari pusat sampai > daerah mungkin juga seperti itu > > Begitu juga dengan Masyarakat dari berbagai macam jenis profesi... > > > > 3. Orang yang tidak mengerti manfaat RUU APP > > Selain dari ke dua type diatas, masyarakat yang menolah RUU APP adalah > masyarakat yang masih belum mengerti Manfaat RUU APP. > > Kalo memang ragu atau takut dengan RUU APP, seharusnya type-3 ini > melanjutkan aspirasinya ke DPR. > > Toh pada dasarnya Type ke-3 ini adalah masyarakat yang bukan bermental > bejat seperti type ke-1 dan ke-2. > > So kalo memang punya opini RUU APP itu bisa berfaedah buruk, sebaiknya > masyarakat type ke-3 ini berdiskusi dengan anggota DPR. > > Jangan hanya bersikap Skeptis dengan alasan yang mengada-ngada (Seperti > DisIntegrasi) . > > * [DQ] Persoalannya cuma pada persepsi sebenernya...dan yang pasti, pihak > perempuan dan anak-anak yang jadi korban dari sistem kelaki-lakian > ini...Apakah melindungi perempuan dan anak-anak? Tidak!! Justru makin di > sudutkan dan berpotensi menjadi pesakitan...Kalo pikiran udah porno mah > porno aja, jangan beralasan abis liat gambar indehoi, goyang inul..liat cewe > berjilbab gamis kalo yang ngeliat emang oraknya udah porno mah porno > aja...Lagian mengingan poni satu dan dua, apa iya Senayan mau kehilangan > salah satu kesukaan dan hobinya?* > [AS]: Kalo emang orang yang udah porno mah porno aja... > > Nah bagaimana sih awalnya orang tsb menjadi porno, kalo bukan diawali dari > melihat object yang porno... > > Atau memang ada yach orang yang isi otaknya sudah terisi hal-hal porno > sejak awal lahir? > > pasti ada dong penyulutnya.... > > So Bulshitt lah orang pikirannya menjadi porno tanpa disebabkan object > porno... > > Kalo orang yang melihat wanita berjilbab gamis langsung timbul pikiran > kotor, itu adalah orang yang mengalami penyakit porno psikis yang sudah > kronis.... > > Orang seperti ini ngeliat ente yang berjas rapi, bisa jadi sudah ngeres > pikirannya hehehe... > > Yang patut dikedepankan seharusnya adalah bagaimana dalam penerapannya > nanti RUU APP tidak keluar jalur. > > Sehingga jika RUU APP sudah berjalan, tidak ada kesalah-pahaman atau > kesalahan dalam penerapan ataupun pengontrolan. > > Pada dasarnya semua Agama tidak mengajarkan pemeluknya untuk bermental > bejat dan memiliki akhlak yang buruk. > > Namun beberapa dari pemeluk agama sudah melupakan nilai agama2nya sehingga > dalam kehidupannya lebih condong kepada Aspek Duniawi tanpa ada Rambu Agama > > > > > > > > > > > ------- *Original Message* ------- > *Sender* : Adi Pradana<[EMAIL PROTECTED] com> > *Date* : Sep 24, 2008 04:08 (GMT+07:00) > *Title* : Re: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU Pornografi > > "Mereka mencontoh kehidupan di sinetron, tayangan perkosaan di > televisi, video porno dan sebagainya. Mereka menilai itu kehidupan nyata, > padahal virtual, hanya pencitraan media, komoditifikasi " > > > > kutipan di atas salah satu KATA KUNCI, mengapa RUU pornografi diperlukan. > > kita pasti tahu istilah REWARD & PUNISHMENT, > > dan lazim dimanapun kita berada ada aturan main, disekolah, dikantor... dst > > > RUU Pornografi bagian dari itu ! > > Anda setuju atau tidak Pornografi HARUS DIATUR !!! > > salah satunya karena tayangan di TV sudah amburadul, ngak karuan. > > > > JIKA ANDA SALAH SATU ORANG TUA yang tidak ingin Anak & keturunannya > terpengaruh dampak PORNOGRAFI ini, MAKA ANDA HARUS MENDUKUNG RUU ini !!! > > JANGAN HANYA BERPANGKU TANGAN ATAU MALAH CUCI TANGAN, > > Terima Beres & TIDAK MAU TURUT ANDIL dalam urusan ini. > > > > JANGAN NAIF !!! > > MINIMAL DUKUNG HAL INI UNTUK ANAK ANDA !!! > > > > INGAT !!! > > AZAB ALLAH tidak hanya ditimpakan pada orang yang bermaksiat saja, akan > tertapi Orang yang taat beribadah dan beriman juga akan merasakannya > terlebih dahulu. > > Wallahu a'lam... > > > > " YA ALLAH SELAMATKANLAH KELUARGA KAMI DARI AZAB API NERAKA, > > DAN TUNJUKKANLAH KAMI YANG BENAR ITU BENAR & KUATKANLAH KAMI UNTUK > MENJALANKANNYA, > > DAN TUNJUKKANLAH KAMI YANG SALAH ITU SALAH & KUATKANLAH KAMI UNTUK > MENJAUHKANNYA " > AMIIN > > > Saprudin Ade M > IPA-2'97 > PT Sime Darby Offshore Eng > > --- On *Tue, 9/23/08, ahmad usmar <[EMAIL PROTECTED] com>* wrote: > > From: ahmad usmar <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: Re: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU Pornografi > To: [EMAIL PROTECTED] .com > Date: Tuesday, September 23, 2008, 9:45 AM > > wah, barang sensitif tuh, sudah sepuluh tahun gak beres-beres. DPR-nya > gemblung rek, kalau ditanya gak pernah jelas soal ini. Fraksi yang nolak > argumennya juga ganti-ganti, yang menerima alasannya juga melintir ke kanan > dan ke kiri. Berapa banyak aturan yang dibuat dpr dan pemerintah gak pernah > jalan, satu aturan tumpang tindih dengan aturan yang lain. Baru disahkan > setahun, sudah direvisi. > > Saya sendiri gak peduli RUU Pornografi disahkan atau tidak oleh DPR. > Jangan-jangan cuma komoditas politik menjelang pemilu 2009, baik yang nolak > maupun terima. Mohon maaf kalau saya meragukan ketulusan para wakil rakyat > itu. > > Saya memang khawatir dengan pornografi yang merebak, apalagi di era > globalisasi ini. Bayangkan, setiap hari selalu saja ada video amatir mesum > yang dibuat oleh putera-puteri tercinta kita. Tak peduli di kota, bahkan > sudah merebak jauh ke pelosok, ke daerah-daerah yang kuat nuansa islamnya, > seperti daerah Priangan atau Jawa Timur. Saya selalu mencibir jika ada yang > bilang: pornografi seharusnya dididik saja di lingkungan keluarga, tak perlu > regulasi. Wah, itu pikiran utopis. Coba kita lihat pengalaman para lelaki di > perkotaan (mohon maaf): apakah ibu atau bapak mereka tahu, kapan anaknya > nonton video porno, backstreet, atau masturbasi? Jangankan anak-anak, > bapak-bapak saja suka buka gambar dan situs porno ketika nge-net di kantor. > Tapi, seberapa hebat pun dilarang, saya pesimis kalau itu efektif. Kejahatan > pasti punya jalan sendiri untuk melanggarnya. > > Terus terang sebagai orang tua saya gamang: gimana dengan anak saya nanti? > Sekarang saja sudah ancur-ancuran. Di pedesaan, jauh di gunung sana, angka > hamil di luar nikah sekarang sudah menjulang. Mereka mencontoh kehidupan di > sinetron, tayangan perkosaan di televisi, video porno dan sebagainya. Mereka > menilai itu kehidupan nyata, padahal virtual, hanya pencitraan media, > komoditifikasi. > > > Ingin menyerahkan bulat-bulat ke dunia pendidikan, juga tak begitu percaya. > Mereka cuma dilatih menghafal ayat, tanpa mempertajam isi dan makna, apalagi > tingkah laku. Tapi, sesuatu harus dilakukan, betapa pun kecilnya. Saya yakin > setiap jaman, punya obat yang berbeda-beda buat masyarakatnya. Tuhan sudah > memberi kitab suci, mungkin aktualisasinya yang perlu dicari. Apa RUU > pornografi salah satu jawabannya? > > ----- Original Message ---- > From: susanto . <[EMAIL PROTECTED] com> > To: [EMAIL PROTECTED] com > Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com; [EMAIL PROTECTED] .com; [EMAIL PROTECTED] com; > [EMAIL PROTECTED] com > Sent: Tuesday, September 23, 2008 21:21:14 > Subject: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU Pornografi > > "Mereka menolak membuktikan, mereka belum siap berdemokrasi, karena > mereka tak menghormati proses panjang wakil rakyat mendiskusikan RUU ini," > terang Muzammil. > > > > Jakarta - Meski RUU Pornografi akan segera disahkan, pro kontra terhadap > RUU ini tak kunjung usai. Jika kubu penolak menilai RUU pornografi hanya > akan mengekang kebebasan berekspresi dan mengancam integrasi, lain halnya > bagi kubu penolak. PKS bahkan menuding para penolak telah sesat pikir. > > > > "Yang menolak RUU Pornografi telah melakukan lima kekeliruan berpikir. > Pertama, melupakan nilai-nilai agama yang diagungkan oleh pancasila yang > berarti mengagungkan aturan luhur," kata anggota FPKS Al Muzammil Yusuf pada > wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis ( 18/9/2008). > > > > Menurut anggota Komisi I DPR ini, selain melupakan nilai agama, para > penolak RUU Pornografi juga dinilai tidak siap berdemokrasi. Alasannya, > proses panjang dan dialektika antar fraksi yang sudah berjalan lama tidak > dihargai semestinya. > > > > "Mereka menolak membuktikan, mereka belum siap berdemokrasi, karena mereka > tak menghormati proses panjang wakil rakyat mendiskusikan RUU ini," terang > Muzammil. > Selain 2 alasan di atas, Muzammil menilai penolakan kelompok tertentu pada > RUU Pornografi membuktikan mereka tidak siap menjadi bagian dari keluarga > besar Negara Kesatuan Republik Indonesia. > > > > "Mereka melupakan amanat UUD 45 pasal 31 ayat 3 bahwa pendidikan nasional > bertujuan meningkatkan iman taqwa dan ahlaq mulia. Selain itu, mereka > meremehkan upaya penyelamatan generasi muda dan anak," kata Muzammil. > > > > Muzammil juga menilai bahwa penolakan ini lebih menuruti ide kebebasan > Barat. "Para penolak RUU lebih terinspirasi dan mewakili ide kebebasan Barat > yang nyata-nyata gagal melindungi rakyatnya dari bahaya pornografi,"pungkasn > ya. > > ------------------------------ > Dapatkan nama yang Anda sukai! > <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> > Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com. > > ------------------------------ > Get your preferred Email name! > <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> > Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. > > > > > > > > > *Achmad Sutriadi * > > > > *Strategy and Planning Procurement* > > *OMS Division* > > *PT Samsung Electronics Indonesia** * > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > *Achmad Sutriadi * > > > > *Strategy and Planning Procurement* > > *OMS Division* > > *PT Samsung Electronics Indonesia** * > > > > > > > > > > > > > -- The New World is not America It is Internet .....and I wanna take my share in the New World support my blog: http://top.gptcharts.co.cc
