Memang jalan toll semarang Kudus sudah mulai pengerjaannya ya...???
Kalau sudah ya syukur lah...jadi access lebih cepat dan tentunya
bagus..karena bayar kali ya..jadi lebih bagus..??

 

Thanks

Best Regards

 

Andy Wahyu Daryanto

Pfizer Indonesia

Off.   62-21 8710521 ext. 108

Cell. 62-812 1008325

You can't change the past, and you can ruin a perfectly good present, by
worrying about future.

Respect for people, Innovation, Integrity, Leadership, Team work,
Customer focus & Performance

Disclaimer - This message and any attachments are confidential and may
contain privileged information intended only for the use of the
addressee(s) named above. If you are not the intended recipient or the
person responsible for delivering this message to the intended
recipient, you are hereby notified that any use, dissemination,
distribution or reproduction of this message is prohibited. If you have
received this message in error, please notify sender immediately by
return e-mail and destroy any electronic or paper copy of this message.
Sender advises that this email and any attached files should be scanned
to detect viruses and accepts no liability for loss or damage resulting
from the use of any attached files.

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Thursday, February 19, 2009 10:46 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [SMUN 1 Demak] [DEMAK UPDATE] Terminal Demak Makin
mengkhawatirkan

 

Bener juga kata dik Tri, tapi baca kiriman hamdzan terakhir tentang
pembangunan pasar saya kok penasaran, emang developer, atau investornya
ditunjuk yah, bukan berdasarkan tender, tapi kalau tender siapa yg bisa
menjamin tender itu bersih atau penuh sogok dan mark up, fungsi
kontrolnya gimana?

-----Original Message-----
From: Tri Prasetyaningrum
Sent: 02/19/2009 11:34:23
Subject: RE: [SMUN 1 Demak] [DEMAK UPDATE] Terminal Demak Makin
mengkhawatirkan

mbaca tulisan ini, q jd inget pas plg ke demak des 07 (plg ama mba
esti), trus yg terakhir lebaran 08. kebetulan keduanya sempet mampir
(atau nyasar lebih tepatnya) ke terminal demak. Emang betul, kondisi
terminal tsb amat sangat memprihatinkan. Kalo jaman dulu (pas qta msh
SMA-an gitu) walopun kondisi terminal emang jelek tapi kesan `sugreng`
itu masih ada...masih rame yg jualan (jd inget bakso balungan terminal),
ruko2 fotokopi ato jual tiket bis masih `hidup`. Tp
skrg...duuuhh..kyknya dah kumuh bgt, jalanan dlm terminal rusak (jd
tinggal krikil ama debu aja, aspalnya lenyap entah kmn..), gersang...dan
kotor...Bahkan rambu/marka jg ga jelas (jd inget mobil qta sempet kena
tilang disitu krn salah jalur wekekekkk...)

Trus, bener jg pendapat yg mengatakan terminal harus pindah. Kalo jaman
dulu (banget) mungkin lokasi terminal sudah `diluar` pusat kota (mesjid
agung), tapi seiring pertumbuhan kota, lokasi terminal jd terasa di
tengah2 kota. (analoginya jd mirip bandara kemayoran jakpus), so emang
perlu mindahin terminal agar `keluar` dr kota. Masalahnya, (selain dana,
tentunya) mau dipindah kemana? lokasi yg dianggap cocok, misalnya di
depan(sekitar) smansadem spt kata mas dularif.....ato di outer ring road
(OTR) a.k.a jalan tembus...?

Naa..kebetulan mas-mas, pas plg kmrn q sempet jg lewat jalan tembus.
Ternyata jln itu dah ga spt dulu lg, yg sepi dan msh byk lahan kosong.
Skrg kiri kanan jalan udah penuh dgn bangunan, baik rumah maupun kantor
(byk pula kantor pemerintah). trus terminalnya mo ditaro` manaaa....?

Kalo lokasi yg disebut mas dularif yaitu sekitar/depan sma....yo idem
mas....Depan sma kan ada rumahku mas hehehe....moso` dibikin terminal,
trus emakku ngungsi kemane?...kikikikk...Kalo yg dimaksud lokasi sekitar
perumnas wijaya kusuma, sami mawon juga mas krn sekitar situ dah `pinuh
` jg...ada perum bumi wonosalam asri, trus pom bensin, trus jalan tol..
pabrik, etc...Ke arah semarang jg sptnya sulit, dah byk rumah, ga kyk
dulu lg. Kalo mau yaa musti ada pembebasan lahan gituh...hehehe gusur
lagie...!!!
Kalo jalan yg ke arah Kudus mungkin msh byk lahan kosong/sawah2
gitu...dah gitu, kan dah ada jalan tol, mungkin terminalnya bisa di
deket pintu kluar tol. Jd bis dr arah Smrg bisa masuk tol dulu, baru ke
terminal, cuman kayaknya jauh bgt ya kalo musti balik lg masuk ke kota
yaa...

Sebenarnya kondisi serupa jg dialami pasar bintoro demak, yg semrawut
bgt..byk pedagang yg jualan di pinggir jln raya sehingga memakan badan
jalan, so jln jd makin sempit dan (tentu saja) tambah macet. Tempat
parkir mobil yg sedianya ada di depan pasar, sebrang jln, dpn ruko2
itu..pun jadi tertutup oleh kios2 pedagang pinggir jln td. jd orang yg
ke pasar, mo parkir mobil pun jd males, krn jln masuk parkiran sempit &
tertutup kios2...
Tp ini seeh masih ada solusinya : kalo ke pasar, naek bis ajah, enak,
turun dpn/blkg psr, tinggal jalan aja...hehehe..

Yang agak bagusan/rapi ya di mesjid agung. krn dah ga ada lg pedagang2
souvenir yg semrawaut di dpn mesjid/menutupi mesjid. dah dialihkan ke
tempat parkir. Tempat laen yg kyknya cukup mendpt perhatian pemda ya
makam sunan kalijaga, yg menurut yg pernah kesana (maklum, q blom
pernah) jg cukup rapi & teratur. Hwaahh...! fenomena apa ini..?
tampaknya pemda cuma `care` ama tempat wisata yg emang dinilai
`menghasilkan` dibandingkan tempat/sarana umum utk warganya
hehehe....Betulkah ini...??ato ini hanya perasaanku saja hwahahaha.....

--- On Wed, 2/18/09, [email protected]
<mailto:hizbullah.arief%40gmail.com>  <[email protected]
<mailto:hizbullah.arief%40gmail.com> > wrote:
From: [email protected] <mailto:hizbullah.arief%40gmail.com>
<[email protected] <mailto:hizbullah.arief%40gmail.com> >
Subject: RE: [SMUN 1 Demak] [DEMAK UPDATE] Terminal Demak Makin
mengkhawatirkan
To: [email protected] <mailto:smu1demak%40yahoogroups.com> 
Date: Wednesday, February 18, 2009, 4:14 PM

Analisis yang bagus mas Dul, apakah ada yang tahu perbandingan
pendapatan asli daerah dibanding dengan dana bantuan pemerintah pusat
(dau,dak) dalam APBD? Dari sektor apa saja Pad berasal? Kalau ada, kita
bisa dengan mudah mengidentifikasi potensi yg bisa dikembangkan di
demak. Masalah korupsi sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan, kalau
memang niatnya bersih untuk memajukan masyarakat. Pejabat yang korup
biasanya yang selalu bermasalah dalam pengambilan keputusan. Di sisi
lain kalau dana itu idle atau parkir juga jadi masalah. Kebanyakan dana
itu akan diinvestasikan di sbi yang akan membebani negara yang harus
menyisihkan dana untuk membayar bunga. Mendapat pemimpin yang bersih
jupa sulit jikat sistem politiknya masih belum sehat. Ini bisa dilihat
di partai partai dan anggotanya. Menarik kalau ada yang bisa cerita ttg
perkembangan partai politik di demak.

-----Original Message-----

From: muh dularif

Sent: 02/18/2009 16:49:58

Subject: Re: [SMUN 1 Demak] [DEMAK UPDATE] Terminal Demak Makin
mengkhawatirkan

memang menyedihkan mendengar kabar tersebut.

idealnya Terminal Demak memang harus dipindah.

lokasi yang memungkinkan untuk digunakan adalah daerah sekitar depan SMA
kita.

mungkin, masalah klasik yang menjadi ganjalan adalah dana.

hal itu bisa diatasi dengan meminta DAK dari Pemerintah Pusat,

atau alternatif lain adalah mekanisme tukar guling.

alternatif pertama dengan meminta DAK dari Pusat untuk membangun
terminal baru, mungkin memerlukan usaha ekstra dari Pemda Demak, 

namun, jika bisa mendapatkan, akan memudahkan pemda untuk membangun
terminal baru.

sedangkan lokasi terminal yang lama, bisa di pakai untuk membuat
pasar/sentra perdagangan baru, yang pada akhirnya bisa meningkatkan PAD
demak.

alternatif kedua dengan tukar guling, kemungkinan besar akan sangat
menarik bagi investor, karena lokasi terminal lama sangat strategis.

cuman, ketakutan akan terjadinya KKN mungkin akan besar pada alternatif
kedua.

dan hal ini mungkin agak menakutkan bagi Pemda Demak, apalagi sekarang
KPK lagi gencar-gencarnya mencari para pejabat yang terlibat KKN.

bukti yang paling gampang bagi KPK adalah pada proyek pengadaan,
terutama tanah dan properti karena nilainya besar, mudah di hitung
(Appraisal profesional akan dengan mudah menghitung nilai suatu
properti), dan resiko terjadinya KKN sangat besar.

mas Moch Arifin, yang kalo gak salah jadi pejabat di Pemda Demak,
mungkin bisa menampung usul saya..

dan, mas kharis mungkin bisa pulang kampung untuk membuat desain
terminal yang baru dan pusat perdagangan di bekas terminal lama

--- On Wed, 18/2/09, Hamdzan Asat <dzan_...@yahoo. co.id> wrote:

From: Hamdzan Asat <dzan_...@yahoo. co.id>

Subject: [SMUN 1 Demak] [DEMAK UPDATE] Terminal Demak Makin
mengkhawatirkan

To: cahde...@yahoogroup s.com

Cc: smu1de...@yahoogrou ps.com, smp2de...@yahoogrou ps.com

Date: Wednesday, 18 February, 2009, 1:00 PM

Wis suwe aku ora weruh terminal demak, kit biyen yo elek. Opo saiki yo
luwih welekkk ya...?














Kirim email ke