Hidup Kang Doel...ternyata analysisnya sangat tajam..dan
ber-solusi...tidak seperti para kaum demontran yg hanya menyuarakan
protes tanpa solusi..

 

Kang doel..sepertinya kita perlu untuk arrange temu denga para birokrat
dan legislative yg ada di Demak..paling tidak sharing terkait dengan
pembangunan dan alokasi dana bisa lebih tepat sasaran..yg penting point
terakhir dari kang doel..yaitu mengoptimalkan potensi DEMAK....

 

Thanks

Best Regards

 

Andy Wahyu Daryanto

Pfizer Indonesia

Off.   62-21 8710521 ext. 108

Cell. 62-812 1008325

You can't change the past, and you can ruin a perfectly good present, by
worrying about future.

Respect for people, Innovation, Integrity, Leadership, Team work,
Customer focus & Performance

Disclaimer - This message and any attachments are confidential and may
contain privileged information intended only for the use of the
addressee(s) named above. If you are not the intended recipient or the
person responsible for delivering this message to the intended
recipient, you are hereby notified that any use, dissemination,
distribution or reproduction of this message is prohibited. If you have
received this message in error, please notify sender immediately by
return e-mail and destroy any electronic or paper copy of this message.
Sender advises that this email and any attached files should be scanned
to detect viruses and accepts no liability for loss or damage resulting
from the use of any attached files.

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of muh dularif
Sent: Thursday, February 19, 2009 4:50 PM
To: [email protected]
Subject: [SMUN 1 Demak] APBD Demak

 

Melihat APBD Demak, kita akan lebih memelas lagi.

Sebagai contoh, Realisasi APBD (Audited BPK) tahun 2006 (ini APBD
terbaru yang bisa saya peroleh), menunjukkan bahwa dari Total APBD
sebesar 525 milyar, 86 % nya (452 Milyar) digunakan untuk belanja rutin
(gaji pegawai dan belanja perlengkapan kantor). sementara proporsi
belanja modal hanya 6.94 %. 

Dari sisi pendapatan, PAD Demak hanya menyumbang 33 Milyar atau 6.44%.
Dari 33 Milyar PAD tersebut, retribusi daerah menjadi penyumbang
terbesar (15.9 Milyar), diikuti Pajak Daerah dan Lain-lain sebanyak
masing-masing 8 Milyar. Sedangkan Perusahaan Daerah yang dimiliki oleh
Pemda hanya menyumbang 1.6 Milyar. 

Sementara itu total transfer dari Pemerintah Pusat (dikenal dengan
istilah dana perimbangan dalam ilmu keuangan Negara) ke Demak sebesar
464 Milyar (88.37% dari total APBD) dan Transfer dari pemerintah
provinsi sebesar 27 Milyar atau 5.20 %. Dari Transfer Pusat sebesar 464
Milyar tersebut, komponen terbesarnya adalah DAU sebesar 408 Milyar,
diikuti DAK sebesar 29 Milyar, dan selanjutnya Dana bagi hasil pajak
sebesar 25 Milyar dan dana bagi hasil non pajak hanya sebesar 0.5
Milyar.

Dengan demikian kita bisa melihat, bahwa ibarat rumah tangga, untuk
makan sehari-hari saja, kita harus bergantung kepada "sumbangan" dari
orang tua kita. Hal ini sangat memprihatinkan kita, karena tanpa
kemandirian kita sulit untuk berkembang. Di samping itu, ke depannya,
jika diterapkan otonomi "murni", dimana belanja rutin adalah tanggung
jawab sepenuhnya pemerintah daerah, maka hampir bisa dipastikan bahwa
Pemda Demak akan bangkrut dan terjadi demo besar-besaran dari PNS-nya
karena Pemda tidak mampu lagi membayar gaji mereka. 

Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan untuk mengatasi masalah ini.
Yang mungkin bisa kita lakukan adalah meningkatkan PAD terutama
menyangkut beberapa pos. Yang pertama adalah peningkatan penerimaan dari
Pos Pajak Reklame. Jalan Nasional di wilayah Demak yang membentang dari
Perbatasan Kudus hingga Perbatasan Semarang sepanjang 39.55 km adalah
potensi yang sangat besar. ada beberapa cara untuk meningkatkan
pendapatan dari pajak reklame. Salah satunya adalah delegasi wewenang
ijin dan pengawasan dari Bupati kepada camat. Kemudian, atas pendapatan
yang diterima, para pegawai yang terlibat dalam proses tersebut
mendapatkan upah pungut retribusi sebanyak 5 % dari pendapatan. cara ini
terbukti efektif di beberapa daerah seperti Malang, dimana para pegawai
sangat rajin meneliti reklame dan tidak segan-segan untuk mencopotnya
jika ternyata telah kadaluwarsa ijinnya. birokrasi yang terlalu berbelit
seperti yang diatur dalam Perda No 13 tahun 2002, dimana untuk reklame
dengan ukuran > 3 m harus ijin bupati semestinya di ubah menjadi lebih
sederhana. Mungkin untuk bando atau billboar dengan ukaran lebih dari
3x5 meter memang harus dengan ijin dinas kimpraswil dlam rangka menjamin
keselamatan masyarakat, namun untuk reklame kecil, cukup camat yang
memberi ijin.

Pos kedua yang masih mungkin ditingkatkan adalah retribusi Tempat
Pelelangan Ikan. seperti kita ketahui, banyak wilayah Demak yang cukup
bagus untuk dikembangkan TPI-nya, seperti Kecamatan Bonang dan Kecamatan
Wedung. akan tetapi, yang penting untuk diingat adalah, bahwa pemda
harus memperbaiki infrastruktur jalan dan pelabuhan sehingga perahu atau
kapal yang lumayan besar bisa mendarat di Pantai atau pelabuhan yang
ada. lagi-lagi ini terkait masalah dana. tapi apakah tidak mungkin, jika
Pemda menawarkan kepada investor dengan model BOT (built, Operate and
transfer)?

Bidang lain yang mungkin pula dikembangkan adalah menawarkan Demak
sebagai bandara (airport) yang baru menggantikan Bandara Ahmad Yani
Semarang. Sebagaimana kita ketahui, Bandara ahmad yani, hampir tiap
tahun selalu banjir, sehingga beberapa kali penerbangan dan pendaratan
tidak bisa di lakukan. Dengan melobi pemerintah pusat dan provinsi,
Demak mungkin bisa menjadi alternative untuk menjadi bandara yang baru.
sebagai info tambahan, bandara Juanda bukanlah terletak di Surabaya,
tetapi terletak di Sidoarjo. saya kira masih banyak lokasi di Demak yang
bisa menjadi alternative tempat pembangunan Bandara.

yang terakhir ini, mungkin sekedar usulan. sekarang kan musim kampanye,
nah tidak mungkinkah Demak, baik Pemerintah atau LSM untuk membuat
kontrak politik dengan calon wakil Dapil Demak untuk memperjuangkan
tambahan DAK, baik untuk terminal, pelabuhan, atau kalo mungkin
pengembangan bandara di Demak?

 

________________________________

New Email names for you!
<http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.
promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
@rocketmail.
Hurry before someone else does!



Kirim email ke