Jangan pernah sekali-kali mendzalimi siapapun di dunia ini, sebab do'a orang 
yang di dzalimi maqbul miah fil miah(100%), ngak ada 99%nya.
 
Jangan pernah sakiti kedua orang tua, sejelek dan sejahat apapun kedua orang 
tua tersebut pada anaknya, karena dengan adanya kedua ortu itulah kita bisa 
lahir dipermukaan bumi ini.
 
Keridhaan Allah Ta'ala terletak pada keridhaan kedua orang tua.
 
Terkadang anak-anak sering berfikir, bagaimana mereka bisa berbuat baik pada 
ortunya, sementara ortunya seorang pelacur, seorang yang menelantarkan dia, 
seorang yang jahat sekalipun. Namun, ingatlah, itu urusannya dengan Allah 
Ta'ala, yang kewajiban seorang anak tetaplah berbuat baik pada 
ayah/ibunya.Sangat tidak pantas seorang anak mengeluhkan sikap orang tuanya 
yang tidak bersikap baik, tidak adil padanya, dan segala macam tingkah lainnya, 
meski pada pasangan hidupnya sekalipun, sangat tidak pantas seorang anak 
mencuekkan orang tuanya, 
 
Ayat-ayat maupun hadits-hadits Rasulullah sangat banyak menjelaskan tentang 
kewajiban seorang anak agar Birrul waalidaini(berbuat baik pada kedua orang 
tua), dan tak ada satu ayat/haditspun yang menyebutkan illat(cacat, 
pengecualian), kecuali kalau orang tua jahat sekalipun..tidak ada..tidak ada 
sama sekali, bahkan seorang sahabat yang mengeluh akan ortunya yang kafir 
sekalipun, Rasulullah tetap menyuruhnya untuk tetap berbuat baik pada ortunya. 
Apatah lagi sang ortu yang muslim?
 
Mari kita menjaga dua hal penting ini : Jangan pernah sekali-kali mendzalimi 
siapapun, jangan pernah menyakiti hati kedua orang tua kita. Karena do'a mereka 
sangat maqbul.
 
Karena do'a mereka sangat maqbul itu, maka berbuat baiklah pada kedua orang 
tua. Bila keduanya telah meninggal, maka berbuat baiklah pada orang-orang yang 
dicintainya ketika mereka masih hidup. Dan berbuat baiklah pada orang-orang 
yang pernah kita dzalimi.
 
Do'a mereka, tidak hanya sekedar kita rasakan didunia ini, tetapi terlebih 
diakhirat kelak.
 
Wassalamu'alaikum. Rahima.
 


--- On Mon, 9/1/08, A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [syiar-islam] Ya Allah, Tunjukanlah siksa dunia akhirat untuk para 
koruptor
To: "syiar-islam" <[email protected]>
Date: Monday, September 1, 2008, 10:35 PM






Wa'alaikum salam wr wb,

Mungkin ini bisa jadi pelajaran bagi para pemimpin
hendaknya mereka tidak menipu atau semena-mena
menzalimi rakyatnya sebab Allah mengabulkan doa orang
yang dizalimi:

Tiga macam do'a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu
doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do'a
seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan
tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Barangsiapa mendo'akan keburukan terhadap orang yang
menzaliminya maka dia telah memperoleh kemenangan.
(HR. Tirmidzi dan Asysyihaab)

Wassalamu'alaikum wr wb

--- Ediyus Hz <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:

> Assalaamu'alaykum wa rahmatuLLAHI wa barakatuh,
> Ukhti-fiLLAH yang ana cintai karena ALLAH SWT,
> Sabar Ukhti, jauhilah mendoa'kan keburukan pada
> orang lain. Kita
> mungkin masih ingat ketika RasuluLLAH SAW berdakwah
> ke Thoif, beliau
> dilempari batu, dan Malaikat Jibril menawarkan untuk
> mendoakan mereka
> agar ditimpakan ALLAH SWT bukit Thoif pada penduduk
> yang engkar tsb.
> 
> Namun RasuluLLAH SAW menjawab: "Tidak, saya masih
> mengharapkan dari
> tulang-sulbi mereka lahir ulama-ulama yang menegakan
> syiar Islam". Pliz
> CMIIW.
> 
> Semoga ALLAH SWT memberikan hidayah pada mereka yang
> dzolim tsb, dan
> semoga anak dan keturunannya menjadi mujahid
> Islam..... Aaamiin.
> 
> Wassalaamu'alaykum wa rahmatuLLAHI wa barakatuh,
> Ediyus Hz
> Pujian Manusia:
> Tak akan mempercepat satu langkahpun jalan menuju
> Syurga
> Dan tak akan menahan satu langkahpun jalan menuju
> Neraka
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: syiar-islam@ yahoogroups. com
> [mailto:syiar-islam@ yahoogroups. com]
> On Behalf Of sandra nahdar
> Sent: Monday, September 01, 2008 5:18 PM
> To: aktivis_minang@ yahoogroups. com; Islamnet Groups;
> TV Islam
> Yahoogrooups; indo Tv Watch; Neumatt Alumni; PCMI
> Sumatra Barat;
> [EMAIL PROTECTED] ups.com; Aiyep All;
> syiar-islam@ yahoogroups. com;
> trainers yahoogroups; [EMAIL PROTECTED] .com;
> IslamProgresif@ yahoogroups. com
> Subject: [syiar-islam] Ya Allah, Tunjukanlah siksa
> dunia akhirat untuk
> para koruptor
> 
> 
> 
> Dear teman,
> semakin susahnya pengadilan membuktikan kesalahan
> para pemimpin, mungkin
> jalan terakhir adalah meminta tuhan untuk menghukum
> mereka baik di dunia
> dan akhirat..
> Semoga apa yang di cita-citakan tercapai..
> Mari kita bantu dengan berdoa setiap saat.. dimana
> saja, kapan saja..
> Mari kita galang acara doa bersama untuk menuju
> Indonesia bersih,..
> 
> 
> 
> salam,
> 
> Sandra Nahdar
> 
> Biarlah Tangan Tuhan yang Bertindak
> oleh: tarsihekaputra
> 
> Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau populer
> dengan singkatan KKN
> selalu saja menjadi isu yang menarik dalam setiap
> kampanye para kandidat
> partai maupun pemimpin negeri ini. Juga isu
> pendidikan gratis,
> ketersediaan lapangan kerja, dan berbagai isu yang
> dikemas dalam sebuah
> janji-janji politis yang senantiasa indah didengar
> oleh rakyat yang
> sudah jengah mendengarnya.
> Namun, realita yang tampak dalam perjalanan para
> pemimpin negeri
> ini, kian hari kian kontras dengan janji mulia
> mereka. Setelah upaya
> mendapatkan kekuasaan melalui beragam cara yang
> dikuatkan dengan
> janji-janjinya, kini tak saja mereka lupa tugas
> utama serta
> janji-janjinya. Mengingat harga yang harus dibayar
> oleh mereka begitu
> mahalnya, maka setuju dengan pendapat Advokat Senior
> kita, Todung Mulya
> Lubis dalam opininya (SP 27/08/08) dengan demikian
> logika ekonominya
> adalah investasi itu harus kembali. Dan di tengah
> gaji pejabat yang
> konon masih rendah (alias masih banyak yang ngerasa
> tidak cukup) yang
> terjadi adalah KKN.
> Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memukul
> genderang perang
> terhadap praktik KKN di negeri ini. Pun kemudian
> direspon dengan
> langkah-langkah kreatif dan berani dari lembaga yang
> dibentuk untuk
> memburu para koruptor (KPK) dengan meluncurkan
> sebuah program komunikasi
> kreatif lewat peluncuran komik sebagai sebuah
> kampanye berjudul "Pemburu
> Koruptor". Secara ide komunikasi memang cukup
> kreatif dan innovative
> sebagau sebuah langkah awal, sekali lagi sepakat
> dengan Todung Mulya
> Lubis sekali kinerja KPK juga belum maksimal. Belukm
> apa-apa karena
> hanya berani mengungkap korupsi diluar lingkaran
> kekuasaan.
> Melalui berbagai media, kita melihat bagaimana
> pengkhianatan para
> anggota dewan yang terhormat di Gedung DPR terhadap
> harapan rakyat dan
> janji-janjinya sebelum mereka menjabat, serta
> bagaimana prilaku para
> pejabat negeri ini yang begitu korup dan proses
> hukumnya pun menghiasi
> hamper disetiap jam penayangan media. Rakyat diajak
> melihatsebuah
> panggung sandiwara mulai dari proses penangkapan,
> hukum, peradilan
> hingga proses terjadinya tindak pengkhianatan
> tersebut; baik itu
> korupsi, penyalahgunaan kekuasaan atau bahkan
> tindakan-tindakan amoral
> (zina).
> Dan apa hasilnya? Hukum kita tampaknya belum
> mampu membuat mereka
> yang jelas-jelas salah terhukum secara adil. Dan
> uang rakyat yang dicuri
> pun tetap tersimpan aman dalam kantong-kantong
> mereka. Benar memang,
> Republik ini adalah Republik Korupsi. Dan
> sepertinya, korupsi
> bagaimanapun modus operandinya, bentuknya, ukurannya
> telah menjadi trend
> dikalangan pemilik kekuasaan. Atau bisa jadi adalah
> target dan tujuan
> bagi para calon pejabat negeri ini; caleg mungkin,
> cagub juga mungkin,
> capres pun sangat bias atau bahkan menjadi impian
> bagi para calon
> pemimpin negeri ini?
> Kini, tujuh bulan lagi negeri ini menggelar
> perhelatan akbar, pesta
> demokrasi yang kita semua tahu tak sedikit uang yang
> akan keluar untuk
> perhelatan ini. Memang jika dihitung secara
> matematika, tentu nilai yang
> bakal dikeluarkan negeri ini untuk penyelenggaraan
> pesta demokrasi,
> pemilu, tak sebesar uang yang dicuri, dikorupsi dan
> diselewengkan oleh
> para koruptor, pencuri, dan lain sebagainya. Seiring
> dengan hal ini;
> kita juga melihat sebuah aktivitas yang kian sibuk
> yang dilakukan oleh
> para kandidat partai politik. Para Caleg sibuk
> mengemas sebuah strategi
> kampanye personal dengan tujuan utama mampu
> mempengaruhi dan mengajak
> masyarakat di Daerah Pemilihan masing-masing agar
> memilihnya.
> Janji-janji manis dari para caleg pun berseliweran
> di mana pun kita
> berada. Kekuatan masa, uang dan seterusnya terus
> beradu, berkompetisi
> dan bahkan saling menjatuhkan. Inilah proses yang
> mereka tempuh untuk
> mendapatkan kekuasaan. Kekuasaan adalah tujuan
> utama; karena
> dengan ini apapun bisa dilakukan. Memang sangat jauh
> ketika kita ingin
> memiliki pemimpin yang amanah, baik, benar, jujur da
> adil. Kenapa
> demikian? Ya karena semua berebut untuk menjadi
> pemimpin dengan segala
> caranyanya!
> Dalam kesempatan ini, penulis merasa pesimis
> untuk dapat memiliki
> pemimpin yang minimal jujur saja jika melihat apa
> yang telah terjadi
> selama ini. Koruptor, penjahat, pencopet,
> pengkhianat negeri ini masih
> saja dengan begitu kuasanya berlenggang dan hukum
> yang ada pun tak kuasa
> menjerat mereka. Akhirnya timbul sebuah kepasrahan
> yang seyogyanya juga
> diikuti oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia.
> Sebuah kepasrahan
> akan keadilan dan teguran buat mereka yang
> sepenuhnya diserahkan pada
> kekuasaan, kebesaran dan kekuatan Allah.
> Mari bersama kita mengumandangkan do'a untuk
> negeri ini; untuk para
> koruptor; untuk para calon pemimpin negeri ini;
> untuk rakyat negeri ini;
> 
> YA ALLAH YA TUHAN KAMI, ATAS KEBESARAN DAN
> KEKUATANMU KAMI MEMOHON
> DENGAN IKHLAS TUNJUKKAN DAN BERIKANLAH PARA
> KORUPTOR, NEGERI INI SIKSA
> NYATA-MU DUNIA AKHIRAT.
> YA ALLAH YA TUHAN KAMI, JAUHKANLAH NEGERI INI DARI
> PARA CALON LEGISLATIF
> DAN PEMIMPIN SERTA FUNGSIONARIS PARTAI YANG HANYA
> OBRAL JANJI KEMUDIAN
> BERILAH MEREKA PERINGATAN SERTA TEGURAN YANG KERAS
> DAN NYATA DUNIA
> AKHIRAT.
> YA ALLAH YA TUHAN KAMI, BERIKANLAH KAMI PRESIDEN
> YANG BERSIH BENAR DAN
> BERANI, MENTERI YANG BERFIKIR TENTANG KEMAKMURAN
> NEGERI, ANGGOTA DPR
> YANG BERSIH DAN MEMILIKI HATI NURANI DAN JAUHKANLAH
> KAMI DARI PARA
> PEMBURU HARTA MELALUI KEKUASAANNYA. .
> YA ALLAH YA TUHAN KAMI, HANYA PADAMULAH KAMI
> SERAHKAN NEGERI INI DAN
> BERIKANLAH KAMI NEGERI YANG BERSIH; BERSIH DARI
> KORUPTOR, PEJABAT BEJAT,
> WAKIL RAKYAT AMORAL DAN SETERUSNYA.
> AMIN.
> 
> Semoga ini menjadi aksi massa, aksi nasional
> terlebih pesta
> demokrasi, pemilu negeri ini sebentar lagi akan
> dilangsungkan; aksi ini
> diharapkan paling tidak dapat mengeliminir
> calon-calon pemimpin negeri
> ini yang sengaja ingin memanfaatkan kekuasaannya
> untuk kepentingin
> pribadi; juga semoga para koruptor yang masih
> berkeliaran di negeri ini
> sadar dan takut akan siksa nyata Allah, Tuhan
> semesta alam. Semoga
> 
> --00-
> 
> 
> 
> Regards
> tarsihekaputra (08567 515 749)
> 
> /////
> [redaktur F (film) magazine - www.majalahfilm. com ,
> member of
> BIZCOMMUNITY (International Daily Media, Marketing &
> Advertising) ,
> member of PJI (Perhimpunan Jurnalis Indonesia),
> Official Secretary of
> Konsorsium Wartawan Kebudayaan (KWK) Nusantara, ,
> member of FWI -
> www.forumwartawan. com , contributor
> www.mediakonsumen. com , media
> director Progresif Communications, media consultant
> Asbanda (Asosiasi
> Bank Pembangunan Daerah), Independent Source of 
> Social & Culture News,
> moderator komunitas merapi, moderator of milis
> hangoutinfo, moderator of
> milis majalahfilm, etc ]
> ////
> 
> Progresif Communications
> Jl. Alam Asri X No 21, Pondok Indah Jakarta Selatan
> tel/f: 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke