'Korut akan semakin ditekan'
 
        
Christopher Hill
Hill menuduh pemerintah Korea Utara tidak serius
PM Jepang Shinzo Abe memperingatkan Korea Utara negara itu akan
menghadapi tekanan semakin kuat dari dunia internasional setelah
pembicaraan tentang program nuklir Pyongyang berakhir tanpa kemajuan.

Abe kembali menyatakan dia mendukung penerapan sanksi PBB yang
dijatuhkan setelah Korea Utara melakukan ujicoba nuklir pada bulan
Oktober.

Dia berbicara setelah perundingan enam negara berakhir tanpa tanggal
dialog selanjutnya meski pembicaraan berlangsung selama lima hari.

Utusan Pyongyang dalam pembicaraan itu memperingatkan Korea Utara
kemungkinan akan memperkuat persenjataan nuklirnya, bukan memperlemah.

"AS menjalankan taktik dialog sambil menekan," kata Kim Kye-gwan
kepada para wartawan.

"Kami menanggapinya dengan dialog dan perisai. Dan kami mengatakan
akan semakin memperbaiki penangkis kami."

Kim Kye-gwan mengatakan pencabutan sanksi akan "menciptakan suasana
yang baik" bagi pembicaraan di masa depan.

Harapan pudar

Perundingan melibatkan Amerika Serikat, Korea Utara, Cina, Korea
Selatan, Jepang dan Rusia.

        
PROGRAM NUKLIR KORUT
Diyakini memiliki 'sejumlah kecil' senjata nuklir
Tetapi diduga tidak memiliki senjata yang cukup kecil untuk dimasukkan
ke dalam rudal
Senjata bisa dijatuhkan dari pesawat, namun diawasi ketat oleh dunia

Dialog dilanjutkan kembali setelah terhenti selama 13 minggu, dan dua
bulan setelah Korea Utara memicu kemarahan masyarakat internasional
karena melakukan tes nuklir.

Utusan China Wu Dawei mengeluarkan pernyataan yang mengukuhkan hasil
kesepakatan September 2005 bahwa Korea Utara bersedia menghentikan
program nuklirnya jika mendapat bantuan dan jaminan keamanan.

Wu Dawei mengatakan enam negara itu akan "bertemu lagi secepatnya".

Harapan akan tercapainya hasil pudar di saat perundingan masuk ke hari
kelima pada hari Jumat, meski laporan-laporan mengatakan Amerika
menawarkan paket insentif yang didasari oleh kesepakatan bulan
September 2005.

Sanksi keuangan

Para pejabat departemen keuangan AS juga menemui para mitranya dari
Korea Utara di sela-sela pertemuan untuk membicarakan sanksi ekonomi.

Utusan AS Christopher Hill menyatakan rasa frustrasinya atas penolakan
Pyongyang untuk menghentikan kegiatan nuklirnya sebelum sanksi
keuangan dicabut oleh Amerika.

Dia menuduh Korea Utara tidak menganggap serius pembicaraan ini.

        
Kim Kye-gwan, kepala delegasi Korea Utara pada pertemuan
Kye-gwan menuntu AS mencabut sanksi keuangan atas Pyongyang

"Yang kami butuhkan adalah menangani masalah ini dengan serius...
kegiatan nuklir mereka."

AS selama ini berusaha meyakinkan Korea Utara untuk menerapkan
kesepatakan yang dicapai bulan September 2005.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta agar masyarakat
internasional meningkatkan tekanannya terhadap Korea Utara dengan
menerapkan sanksi PBB yang sepakati setelah ujicoba bulan Oktober.

Korea Utara mengambil sikap keras saat perundingan dimulai hari Senin,
dengan menegaskan mereka tidak perduli negara lain menerima atau tidak
status baru mereka sebagai negara nuklir.

Pyongyang menegaskan sejak awal bahwa mereka ingin sanksi keuangan
oleh Amerika dicabut sebelum mereka mau mempertimbangkan masalah
program nuklirnya.

Korea Utara keluar dari perundingan 13 bulan lalu setelah Amerika
memasukkan ke dalam daftar hitam sebuah bank bermarkas di Macau yang
menyimpan dana Korea Utara berjumlah $24 juta.

Washington menuduh bank itu terlibat dalam dugaan pencucian dan
pemalsuan uang oleh Pyongyang.

Kirim email ke