PBB jatuhkan sanksi bagi Iran
 
        
Dewan Keamanan PBB
Resolusi Dewan Keamanan dicapai dengan suara bulat
Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memutuskan untuk menjatuhkan
terhadap Iran karena tidak bersedia menghentikan pengayaan uranium.

Sanksi itu melarang pengiriman teknologi dan bahan nuklir ke Iran dan
membekukan aset beberapa pejabat senior dan perusahaan Iran.

Wakil Amerika Serikat di Dewan Keamanan memperingatkan bahwa keinginan
Iran memiliki senjata nuklir akan membuat dunia kurang aman.

Iran mengatakan program mereka memiliki tujuan damai dan menegaskan
mereka akan tetap melanjutkan program nuklir tersebut.

Resolusi itu menuntut Teheran menghentikan semua kegiatan pengayaan
uranium, proses untuk memproduksi bahan bakar yang digunakan pada
pembangkit tenaga nuklir dan bom.

Pemungutan suara oleh 15 anggota Dewan Keamanan dilakukan tepat dua
bulan setelah Inggris, Perancis dan Jerman pertama kali mengajukan
rancangan resolusi yang menyarankan sanksi dijatuhkan.

        
 Jika perlu, kami tidak ragu-ragu untuk kembali ke PBB jika Iran tidak
menuruti sanksi tersebut
 
Alejandro Wolff, wakil dutabesar AS di PBB

Rancangan resolusi itu sudah beberapa kali diperbaiki karena mendapat
penentangan dari Rusia dan Cina.

Tetapi setelah beberapa bagian rancangan resolusi itu diperlunak,
Rusia dan Cina - yang memiliki hubungan keuangan dekat dengan Iran -
mendukung proposal tersebut.

Menurut Bab Tujuh dari Pasal 41 Piagam PBB, resolusi harus dituruti
tetapi tidak ada ancaman langkah militer.

Namun wakil dutabesar AS di PBB, Alejandro Wolff, mengatakan resolusi
itu merupakan pesan keras bahwa akan ada dampak yang serius jika Iran
terus menentang masyarakat internasional.

"Jika perlu, kami tidak ragu-ragu untuk kembali ke PBB jika Iran tidak
menuruti sanksi tersebut," kata Wolff.

'Pesan keras'

Jurubicara kementerian luar negeri Iran, Mohammad Ali Hosseini,
mengutuk resolusi itu yang dia katakan ilegal.

Dia mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa keputusan itu "tidak
mempengaruhi atau membatasi kegiatan nuklir Iran untuk keperluan damai
tetapi akan melecehkan keputusan Dewan Keamanan, yang wewenangnya
berkurang."

Beberapa jam sebelum Dewan Keamanan mengambil putusan, Presiden AS
George Bush berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan
membahas masalah ini, dan keduanya sepakat untuk mengambil satu
langkah bersama.

Dalam pernyataan di hadapan Dewan Keamanan, dutabesar Rusia di PBB
Vitaly Churkin, menegaskan bahwa resolusi itu tidak memerintahkan
penggunaan kekuatan.

Namun dia mengatakan sanksi mengirim "pesan kuat" kepada Iran tentang
perlunya negara itu menuruti lembaga pengawasan nuklir PBB, Badan
Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Naskah resolusi itu sudah diperlunak untuk menjawab kekhawatiran Rusia
tentang pembekuan aset luar negeri beberapa warga dan organisasi Iran.

Rusia tengah membangun stasiun pembangkit tenaga nuklir di Iran dan
Cina memiliki banyak kepentingan minyak di Iran.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan akan mempertimbangkan
kembali hubungan negaranya dengan negara-negara yang mendukung sanksi
tersebut.

Kirim email ke