Siap bos Surya & bro Nugon..
point of view terus terang agak terkotori dengan ketidaksetujuan saya dengan
sikap melecehkan performance polri.
saya mengerti, memang polri kita masih jauh dari harapan..
namun saya melihat polri ini pelan2 sedang dibawa berubah..
contoh simplenya adalah proses administrasi STNK&SIM yang semakin 
dipermudah di Jakarta/Tangerang/Bandung
dan kecepatan mereka di dalam menghandle issue terorisme..

Saya terus terang tidak tahu, apakah tindakan yang disampaikan through 
'media' adalah show off atau apa,
namun menurut saya, itu adalah satu effect kebablasan media dalam 'haus' 
akan sensasi.. CMIIW..

thank untuk tanggapannya..

salam

ferry

[email protected] wrote:
> Hi
>
> Mungkin yang di Maksud oleh Nugroho adalah fungsi kepolisian dan cara 
> memberantasya
>
> Kalau kita liat fungsi utama kepolisian itu adalah To Serve & To Protect, 
> jd pembahasan dari to serve and to protect itu yah termasuk pemberantasan 
> terorisme, mungkin caranya yang kelihatan brutal and di tayangkan di TV 
> TV.
>
> Sebagai informasi, di SG, tayangan polisi mengerebek suatu tempat 
> kejahatan apalagi memperlihatkan adegan tembak menembak, itu sangat di 
> TABU kan, tapi apa yg kita liat di TV TV indo, di sana di tayangkan dgn 
> detail bagaimana tembak menembak hingga korban yang tertembak dan 
> berlumuran darah, jadi ini menimbulkan rasa kebrutalan yang di tunjukan 
> kedua belah pihak dan ini menurut saya tidak mendidik, apalagi anak anak 
> kecil bebas menonton.
>
> Apa tujuan menayangkan ini, mempromosikan kepolisian bahwa mereka berhasil 
> melumpuhkan atau tujuan utama memberitakan bahwa teroris telah berhasil di 
> tangkap ? kalau tujuannya Show Off, maka bisa di maklumi, tapi kalau tapi 
> kalau tujuan memberitakan teroris telah di lumpuhkan, kenapa tidak hanya 
> foto dan berita teroris itu saya, tidak perlu ada adegan dar der dor...
>
> Satu lagi yang di sayangkan, kita tau mereka  itu teroris dari pemberitaan 
> polisi yang menyatakan si A terorris, si B terorris, tapi apakah benar 
> benar si A teroris, si B teroris, belum tentu benar adanya ?, ingat kita 
> punya lembaga kejaksaan, pengadilan, hakim dll yang bisa mengadili apakah 
> si A itu benar teroris atau tidak, tapi kalau Polisi dalam rangka 
> memberantas korupsi dengan cara langsung dor, ini juga gak benar, karena 
> polisi itu sudah melakukan fungsi pengadilan, hakim, jaksa dll dan 
> langsung menetapkan hukuman Mati.
>
> Kalau konteksnya melumpuhkan atau membela diri mungkin itu masih bisa di 
> tolerir, tapi nyata nyata rombongan kepolisian menyerbu ke sebuah rumah, 
> nah di konteks ini siapa yang seharusnya membela diri / nyawanya terancam, 
> saya rasa bukan polisi, tapi yang ada di rumah itu.
>
> Intinya : Setuju pemberantasan Teroris dan itu harus, tapi kurang setuju 
> kalau caranya yang membunuh langsung, bukan melumpuhkan, sejahat jahatnya 
> seseorang, dia tetap berhak mendapatkan pengadilan, biarlah pengadilan 
> yang memutuskan bagaimana orang itu harus di hukum, kalau fungsi 
> pengadilan di ambil alih oleh kepolisian, dan langsung menetapkan hukuman 
> mati, mungkin  bisa saja suatu hari ornag tak bersalah ikut di hukum mati
>   

Kirim email ke