saudara Nugroho Laison,
[1] - saya generasi kelahiran tahun 1948, jadi waktu pecah G30S saya sudah 
duduk dibangku SMA, aktif di KAPPI dan kemudian sesudah menjadi mahasiswa aktif 
di KAMI
[2] - era 1967-68 yang dikejar oleh pihak yang berwenang (saat itu) adalah 
semua orang yang pro partai komunis, berikut ormas dibawahnya dari berbagai 
kalangan (termasuk kalangan etnis Tionghoa yang mempunyai organisasi terkait 
tertentu) - belum 'sebanding' dengan apa yang dilakukan para anggauta partai 
komunis tersebut ketika itu dan ormas nya terhadap warganegara yang ada (coba 
tanyakan kepada orang tua anda, apakah mereka tahu apa yang terjadi di kawasan 
Jawa Tengah sekitar Solo, Madiun di akhir 1965)
[3] - istilah 'Petrus' adalah ketika di negara ini terjadi kenaikan tingkat 
kriminalitas yang mengarah pada pembunuhan kejam, maka pihak berwenang (POLRI 
waktu itu masih bernaung di bawah ABRI) terpaksa mengambil tindakan tegas 
terhadap semua pelaku kriminal, tetapi tidak ada bukti tentang adanya 'Petrus' 
tersebut, meskipun 'korban' berjatuhan di kalangan pelaku kriminal (bahkan ada 
istilah "dikarungin' karena banyak jenazah kriminal yang ditemukan di dalam 
karung)
[4] - demonstrasi 1996-98 hanyalah demonstrasi politis terhadap kekuasaan yang 
saat itu memerintah, berbeda dengan ketika kasus MALARI terjadi, dan berbeda 
dengan demonstrasi 1966-68 - tidak semua demonstrasi mahasiswa berbobot sama - 
sebagian bahkan cuma ikut2an saja - sangat berbeda dengan era 1966-68
[5] - Densus (Detasemen Khusus) 88 adalah bagian dari POLRI untuk penanganan 
kasus-kasus terorisme (khusus), hampir semua negara yang terkena dampak 
perluasan terorisme mempunyai unit khusus seperti ini, cuma namanya yang 
berlainan
[6] - pekerjaan Densus 88 kemarin ini sudah memenuhi protokol/SOP yang 
ditentukan setahu saya - dan sepanjang tersangka tidak melakukan penyerangan 
terlebih dahulu, maka pihak berwenang juga tidak akan melakukan perbuatan yang 
bisa menghilangkan nyawa, karena dari sudut informasi, saya rasa akan lebih 
menguntungkan sebetulnya kalau tersangka bisa ditangkap hidup2 untuk dikorek 
berbagai keterangan lebih lanjut - tetapi kalau tersangka melempar 
bom/melakukan serangan terlebih dahulu, tidaklah mengherankan kalau anggauta 
Densus 88 terpaksa juga mengambil keputusan yang tegas
[7] - prasangka buruk yang sering ada, kebanyakan selalu bersandar hanya kepada 
pemanfaatan istilah 'pelanggaran HAM' - apakah anda benar2 sudah faham apa yang 
disebut Hak Azasi Manusia, sebagaimana yang sudah ditetapkan secara 
internasional oleh PBB maupun badan2 lainnya (Declaration of Human Rights)?
semoga informasi ini melengkapi wawasan anda
terima kasih dan wassalam
j.l.nawan
(dulu juga kerja di UBiNus)



________________________________
From: NiSC <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, October 13, 2009 11:41:25 AM
Subject: Re: [BinusNet]  Fwd:  polisi tak dilatih untuk membunuh

  
menurut gw 'Densus 88'  udeh bekerja dengan baik ...
apa yang di permasalahkan

----- Original Message ----- 
From: "Nugroho Laison" <nugo...@yahoo. com>
To: "SMA 1 Bekasi" <sma1...@yahoogroups .com>; "Binusnet" 
<binus...@yahoogroup s.com>; "Blue Jackets" <bluejackets@ yahoogroups. com>
Sent: Tuesday, October 13, 2009 10:44 AM
Subject: [BinusNet] Fwd: polisi tak dilatih untuk membunuh

Maaf ganggu lagi...mumpung bisa online sampe jam 11 he he he
Pelampiasan browsing setelah beberapa bulan dinas di daerah.

Kebayang nggak kalo lagi apes....salah target, atau ada yg iseng/dengki kpd 
seseorang... .terus suddenly orang tsb di 'Densus 88' kan?!

Papa Mama ane pernah cerita pengalaman/fenomena terlalu 'lebai' dlm 
bertindak yg serupa...terutama pd era paska G30S/PKI , juga era Petrus 
(Penembak Misterius).
Sedang Koko ane cerita pengalamannya sewaktu era demonstrasi th 1996-1998 
an...mahasiswa yg aktif dlm organisasi dan demonstrasi juga mendapatkan 
perlakuan serupa.

Best Regards and Wassalam,

Nugon

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi! !!

http://nugon19. blogs.friendster .com/my_blog/

http://nugon19. multiply. com/journal

--- In jurnali...@yahoogro ups.com, Habe Arifin <habearifin@ ...> wrote:

FKPI SESALKAN CARA POLRI TANGANI TERORISME
Jakarta, 12/10 (ANTARA) - Forum Kepemimpinan Pemuda Indonesia
(FKPI) menyesalkan cara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
dalam menangani terorisme yang berujung pada tewasnya para pimpinan atau
anggota jaringan teroris yang mereka buru.
Juru Bicara FKPI Haris Rusly Moti kepada wartawan di kantor
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Senin,
mengatakan, tindakan yang dilakukan polisi saat penyergapan anggota
jaringan teroris di sejumlah lokasi belakangan ini justru melampaui
kewenangan dan fungsinya selaku penegak hukum.
"Polri dilatih tidak untuk membunuh, aparat Polri dilatih dan
ditugaskan UU untuk melumpuhkan tersangka," katanya.
Ditegaskannya, FKPI bukan tidak setuju dengan pemberantasan
terorisme, namun mereka menilai cara yang ditempuh polisi kurang tepat,
bahkan bukan tidak mungkin justru mengarah pada pelanggaran HAM.
Oleh karena itu, FKPI meminta Komnas HAM membentuk tim pencari
fakta dan uji forensik independen untuk menyelidiki kemungkinan
terjadinya pelanggaran HAM dalam sejumlah aksi penyergapan yang
dilakukan polisi, khususnya Detasemen Khusus (Densus) 88.
Apalagi, menurut FKPI, tindakan polisi tersebut lebih didasarkan
pada dokumen intelijen, bukan pada fakta yuridis, sehingga dikhawatirkan
kemungkinan terjadinya kesalahan.
"Yang kita takutkan yang ditangkap bukan teroris," kata Haris
saat delegasi FKPI diterima Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh.
Komnas HAM sendiri sebelumnya telah menyatakan terus melakukan
monitoring terhadap upaya pemberantasan terorisme agar tidak justru
menimbulkan persoalan baru.
(s024)
(T.S024/B/Z002/ Z002) 12-10-2009 20:15:42

[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---

[Non-text portions of this message have been removed]

------------ --------- --------- ------

"We cannot all do great things.But we can do small things
with great love." - Mother Teresa
------------ --------- --------- --------- --------- ---------

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to 
binusnet-unsubscrib e...@yahoogroups. com
Questions or Suggestions, send e-mail to binusnet-owner@ yahoogroups. com

Yahoo! Groups Links


   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke