Original Sender : Ryo Saeba <[EMAIL PROTECTED]>
---------------------------------


At 07:29 PM 7/23/99 +0700, t_irawan wrote:

>Ryo Saeba wrote:
> > Betul. Tadinya kita bisa main solitaire pake Windows, sekarang pakai Linux
> > sebagai user maen game pun tidak boleh, jelas itu merupakan suatu
> > kemunduran besar.
>
>he he he ... untunglah saya nggak hobby main game :)
>tetapi masalah kemajuan dan kemunduran tsb adalah penekanan saya untuk
>mengatakan kalau kita mau belajar sesuatu ... belajarlah untuk maju dan
>bukan untuk mundur ... :)

Penekanan saya di atas adalah user biasa diberi terlalu banyak freedom jika 
dia diberi workstation Win9x. Saya lihat anda menekankan pada penggunaan 
Win9x pada pekerjaan, maka dari itu saya beri argumentasi bahwa kalau 
dengan Win9x waktu produktif bisa hilang hanya gara2 user tinkering dengan 
desktopnya.

>Pembicaraan saya mengenai mount/unmount adalah dimaksudkan untuk menan-
>yakan kepada para pengguna Linux apakah hal tsb bukan merupakan suatu
>kemunduran ? ... Kalau bukan ya ... jawab saja dgn argumentasi agar
>saya dapat mengerti mengenai kebaikan konsep tsb :)

Saya malah _tidak_ melihat jeleknya konsep mount/unmount, seperti yang 
pernah saya jelaskan bahwa di Win9x dia masih berusaha delete file pada 
disk yang sudah keluar dari drive. ;0-)

Soal "kepraktisan" yang anda tekankan, rasanya anda sudah baca penjelasan 
Dedhi kan?

> > >Kalau kita dapat menyelesaikan masalah kita di Windows tetapi hal tsb 
> tidak
> > >dapat dilakukakan di Linux bukankah hal tsb merupakan suatu kemunduran !
> >
> > Benar. Contoh sudah saya sebut di atas. Tadinya user bisa gampang terganggu
> > perhatiannya karena ada attachment yang isinya worm atau virus, kemudian
> > setelah pakai Linux mereka tidak bisa kena virus / worm lagi, alangkah
> > besar kemundurannya.
>
>yg saya maksud dgn kemunduran diatas adalah pada konteks permasalahan
>mount dan unmount ... bukannya pada konteks O/S secara keseluruhan atau
>perlu saya perjelas bahwa setiap permasalahan diatas adalah mengenai
>system per bagian dan bukan secara keseluruhan :)

Wah, tampaknya anda memang benar2 salah dalam memandang konteks 
mount/unmount ini.
Anda overlook bagian flexibility.

Di Win9x:
Jika saya sudah punya drive C: dan partisi yang saya namakan drive D:, apa 
yang terjadi jika saya sisipkan satu harddisk baru? Yang D: *akan* 
tergusur, dan semua link/shortcut yang merefer ke drive D: akan hancur 
berantakan.

Di Unixes:
Ada drive baru? Mount saja. Bisa kita mount di mana saja seenak udel kita. 
Nggak ada masalah tuh symbolic link yang ancur.

>He he he ... soal virus dan kemunduran ini ... sekali lagi saya tekankan
>bahwa saya membahasnya perbagian/modul ... kita lihat mana yg baik dan
>mana yg kurang dari kacamata masing-masing bila salah yg mesti diberi
>penjelasan dong ...

Dan anda masih belum saja mengerti enaknya konsep mount/unmount ini. 
Rasanya sih anda mestinya sudah membaca penjelasan Dedhi, tapi anda sengaja 
tidak memunculkannya di sini. ;-)

>soal perkataan "setelah pakai Linux mereka tidak bisa kena virus / worm
>lagi" ... saya rasa kurang tepat sebab di Linux sudah ada virus ...

Bliss? Info tahun 1997 itu? Yang lebih tepat dikatakan sebagai Worm? Wah, 
anda ini benar2 tidak tahu yang namanya konsep *ownership* itu ya? Mungkin 
bisa saja anda katakan "Wah, konsep *ownership* ini benar2 suatu 
kemunduran, masak saya harus repot2 set permission sebuah file agar bisa 
dibaca oleh rekan saya yang lain?"

Kalau misalnya anda bisa mengeluarkan pendapat tersebut di atas, maka saya 
rasa diskusi ini sudah tidak ada gunanya, karena anda tidak pernah bisa 
memahami ide di belakang konsep tersebut.

> > Jelas punya nilai lebih, jika orang itu segitu bodohnya tidak melakukan
> > kataloging apa isi disketnya, sehingga jam kerjanya dihabiskan hanya untuk
> > mencari-cari file dalam sebuah drive system yang sangat lambat. Dan jelas
> > merupakan kemunduran di Linux karena sistem mount/unmount itu memang untuk
> > sekuriti. Lihat saja implementasinya di Mac, mereka juga menganut paham
> > mount/unmount kok, kalau tidak ada disk di disk drive, ya nggak bakalan ada
> > itu icon drive A:, tapi di Windows dengan ajaib menyatakan bahwa ada drive
> > A:, yang belum tentu ada isinya.
>
>he he he ... saya rasa menuduh orang yg teledor yg mungkin bisa disebabkan
>oleh banyak kasus adalah terlalu berlebihan ... bagaimanapun juga kita
>harus melihat bahwa kemungkinan itu ada dan saya sering juga melihatnya.
>Terlepas dari orang tsb bodoh atau tidak ... yg penting adalah saya mau
>tahu system security seperti apa ? dan apa keuntungannya ? seperti yg
>dikatakan Open Source ... he he he ...

Keuntungannya? Saya sendiri justru heran dengan pemikiran anda, anda jelas2 
menekankan kegunaan Win9x untuk bekerja, nah, lebih produktif mana sih, 
user yang masih repot ngurusin virus/worm/etc, dengan user yang memang 
nggak akan kena masalah seperti itu? Kalau anda sudah paham dengan apa yang 
saya maksud ini, sebaiknya anda juga mulai memahami mengapa saya menekankan 
konsep sekuriti, karena justru dengan konsep tersebut user tidak perlu 
khawatir lagi file-nya akan diinfeksi virus, tidak khawatir lagi file-nya 
akan terhapus oleh rekan kerja sekantor, etc. Kecuali kalau anda memang mau 
lari dari penekanan untuk *bekerja* ini.

>Saya pernah juga mencoba Mac ... seingat saya adalah bila kita masukkan
>disket maka otomatis akan muncul Icon untuk disket dan bila kita hendak
>mengeluarkan kita pilih menu Eject ... bagaimanapun caranya lebih simpel
>(CMIIW)

Betul. Yang mungkin anda agak miss adalah bahwa di Mac pun sebuah "drive" 
akan muncul jikalau memang ada disket di dalam drive tersebut, tapi di 
Win9x? Mau kosong mau nggak, tetap akan ada "Drive A:".

> > Jelas iya. Tapi apakah Mac membiarkan menghapus file di disket yang nggak
> > dimasukkan ke drive? ;-)
>
>Mac memang nggak melakukannya tapi kalau kita lakukan di Win ... paling
>hanya keluar message ... :) ... menurut saya sih ini tidak serepot proses
>mount/unmount :)

Nah-nah, lagi2 anda menekankan pada kepraktisan/kerepotan. Kalau boleh saya 
bilang, anda terpaku pada masalah (yang menurut saya malah bukan masalah, 
karena anda pasti akan *terang* begitu melihat penjelasan Dedhi) yang 
besarnya setitik, dan sengaja tidak mau melihat masalah yang jauh lebih 
besar, yaitu efektivitas orang yang setiap saat harus mengalami gangguan 
pada sistem operasinya. Atau anda mau declare bahwa anda tidak bicara 
tentang cara orang bekerja? ;-)

> > Intinya sih, kalo buat main2, ya pakailah Windows. Tapi kalau mau agar user
> > bekerja dan tidak main2 dan tidak mengalami serangan virus/worm/barang B3,
> > ya pakailah keluarga Unixes.
>
>justru itulah salah satu masalahnya ... kebanyakan teman saya nggak berani
>pindah ke Linux dikarenakan kebanyakan software yg mereka pergunakan ada
>di Windows dan nggak tahu apakah di Linux ada atau tidak. Selain itu juga
>disebabkan oleh karena software yg tailor made yg mereka pergunakan di buat
>untuk running under Windows :)

Nah, sekarang pembelaan diri dengan tameng "nggak ada software yang tadinya 
mereka pergunakan di Windows". Tolong deh, anda list apa yang nggak ada, 
biar yang biasa pake Unixes di sini bisa ikutan membantu teman2 anda.

>Mengenai virus, saya rasa hal tsb harus dikembalikan kepada masing-masing
>individu untuk mengerti system kerja virus dan cara penanggulangannya :)

Make every ordinary user also a system admin? Kok kayak membunuh nyamuk 
dengan meriam ya, hehe.

> > Explorer = object browser. Ini rasanya sih dari dulu sudah ada di mana2.
>
>benar sekali ... makanya saya hendak memastikan ... apakah ini yg dimaksud
>dgn pola ke-windows2-an ? ... bukannya begitu pertanyaan saya pada awalnya

Maybe yes, maybe no. Pola kewindows-windowsan yang gue tangkap di sini 
adalah every user has a full freedom on their desktops (and *other's* 
desktops), dan itu yang saya jelaskan di atas malah akan membuat user tidak 
efektif dalam bekerja, karena bombardir gangguan  yang sifatnya justru teknis.

Istilah kasarnya sih, kalau mau kuda itu tidak distracted, maka pasang 
kacamata kuda dong ke kuda tersebut.

>NB
>masalah mount/unmount saya anggap sudah cukup jelas dari penjelasan Dedhi.

Kalau memang sudah cukup jelas, mengapa masih dipakai sebagai argumentasi 
untuk diskusi dengan saya? ;-)


I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR
----------------------------------------------------------------
Compu-Mania MailingList is provided by PT Centrin Utama
Maintained by   : [EMAIL PROTECTED]
To Post a msg   : Send mail to [EMAIL PROTECTED]
To Unsubscribe  : Mail to [EMAIL PROTECTED]
BODY : unsubscribe Compu-Mania
For more information, send mail to [EMAIL PROTECTED]
with "HELP" in the BODY of your mail (without quote).
----------------------------------------------------------------

Kirim email ke