Orang-orang disini lebih mementingkan kepentingan agamanya masing-masing daripada mempedulikan perdamaian. Tingkat fanatismenya tinggi sekali, makanya agama jadi sebuah isu yang sensitif. Suasananya gak kondusif buat orang untuk berpikir logis karena terlalu agamais, dan kehidupan beragamanya sangat diatur oleh negara. Komunis aja dipendidikan kita dibilang bahwa: nomor 1: gak ber-Tuhan, sementara yang membuat seluruh dunia ini perang lawan komunis adalah isu mengenai kebebasan. Itu udah bukti yang menjurus-jurus ke arah agamais yang berlebihan.
Idealnya, segala sesuatu harus seimbang, kalo berlebihan itu pasti efeknya jelek. Saya setuju sekali dengan pernyataan "must do something", sebelum terlambat pastinya. Agama Buddha dari dulu dianggap yang paling aman-aman saja. Kita dari dulu gak pernah maksa orang lain pindah agama, menyebarkan fanatisme, atau menyatakan perang terhadap sesuatu. Semua orang merasa kita ini damai-damai aja, jadi gampang diganggu. Sasaran empuk bagi orang yang ingin menambah anggota jemaatnya.
dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Maaf kelupaan,
Sebelumnya saya jelaskan bahwa tanggapan saya terhadap kegiatan
Master Chingkung, hendaknya jangan diartikan bahwa saya merendahkan
atau mengecilkan usaha Beliau. Tetapi karena Anda sudah menyinggung
mengenai Beliau, maka izinkanlah saya untuk menyalurkan uneg-uneg
saya. Mungkin Anda atau rekan-rekan yang lain dapat memberikan
penjelasan. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, fakta memperlihatkan
bahwa masih banyak para dharmaduta dan pekerja-pekerja Buddhis yang
hidupnya masih di bawah garis kemiskinan. Tetapi mengapa Master
Chingkung malah menyumbang organisasi-organisasi agama lain? Saya
menjadi teringat sebuah peribahasa: "Anak dipangkuan dilepaskan,
tetapi beruk di hutan disusui." Artinya kita malah menelantarkan
kerabat atau rekan-rekan kita sendiri. Apakah ini tidak boleh saya
katakan sebagai "menyuap"? Mengapa bantuan itu harus dalam bentuk
uang? Bila dalam bentuk uang mengapa tidak dipergunakan untuk
meningkatkan prasarana Buddhis sendiri terlebih dahulu, seperti
sekolah dan pendidikan Buddhis? Kapan kita akan memiliki sekolah2
yang setara dengan Santa Maria, Petra, dan lain sebagainya?
Oleh karena itu, menurut saya hal ini bukanlah perwujudan toleransi
sejati. Jika uangnya sudah habis apa yang terjadi? Apakah umat
beragama akan berantem lagi? Saya melihat bahwa Master Chingkung
telah "membeli" keamanan bagi berkembangnya umat Buddha di Indonesia.
Padahal "pembelian" semacam itu bukan sesuatu yang baik. Bila uangnya
sudah habis dan kita tidak punya uang lagi, tidakkah agama Buddha
jadi beresiko dihambat? Ini adalah hal yang perlu kita pikirkan.
Jika hendak merangkul semua agama, maka metode yang paling baik
adalah yang dilakukan oleh, maaf, Yiguandao. Apa yang mereka lakukan
telah terbukti berhasil dan umat dari agama apa saja kini sudah tidak
risih untuk masuk Yiguandao. Ajaran Kristennya ada, ajaran Islamnya
ada, ajaran Buddhisnya ada, ajaran Daonya ada, dan lain sebagainya.
Nah, kalau tiap orang masuk Yiguandao dijamin dunia ini akan damai
hanya dengan satu agama saja yang sanggup mewadahi semuanya. Tetapi
apakah itu mungkin? Tidak tahu deh... saya makin pusing aja hehhhe.!
Mohon maaf kalau saya saya salah. Mohon pencerahannya.
Metta,
Tan
What are the most popular cars? Find out at Yahoo! Autos
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
