Sayang anda tidak mau memakai nama asli. Tapi nama samaran "Pahlawan Bertopeng". Adakah itu Islami? Saya ingin bertanya kepada moderator apakah pemakaian nama samaran disertai penghinaan "kapitalis deh mentalnya" di milis ekonomi syariah ini diperbolehkan?
UMR saat ini di Jakarta sekitar Rp 900 ribu sementara di berbagai tempat di DKI bahkan banyak yang besarnya masih di bawah UMR. Jika gaji supir Bis Syari'ah Rp 3 juta / bulan dan kondekturnya Rp 2 juta/bulan itu sudah di atas gaji supir Busway (Rp 2,5 juta/bulan) yang gajinya di atas rata2 supir bis lainnya yang bisa bekerja dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam. === http://www.hupelita.com/baca.php?id=36807 Menurut dia, gaji supir busway saat ini mencapai Rp2,5 juta per bulan. === Tentu saja masalah gaji relatif. Jika perusahaan mau menggaji supir rp 8 juta dan kondektur rp 4 juta juga terserah. Tapi tentu disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan tsb. Sayang jika niat baik mendirikan Bis Syari'ah agar wanita muslimah tidak berdesakkan/bersentuhan dengan pria yang bukan muhrimnya jadi sirna akibat email yang mengubah topik pembicaraan seperti yang anda lakukan. Wassalam --- Pahlawan Bertopeng <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > tega sekali ngasih gaji untuk kernet dan sopir > dengan jam kerja dari jam 7 > pagi sampe 7 malam dalam sebulan cuma dibayar 5 > juta. masya Allah....benar2 > kapitalis deh mentalnya. Artikel asli: Assalamualaikum wr wb, Saya rasa tepat jika di milis Ekonomi Syariah ini saya mengusulkan Bis Syarriah. Konsepnya begini, dalam Islam, pergaulan antara pria dan wanita dewasa yang bukan muhrim dibatasi. Bahkan ketika sholat di masjid di atur pria di depan dan wanita di belakang. Nah di bis-bis kota yang ada, wanita dan pria dicampur jadi satu. Sering karena kondisi bis yang padat hingga penumpang berdiri sampai ke pinggir pintu, akhirnya pria dan wanita yang bukan muhrimnya jadi bersentuhan dan bahkan berhimpitan satu sama lain. Bahkan ada beberapa pria yang sengaja memanfaatkan situasi ini dengan menggesek-gesekkan kemaluannya ke wanita yang bukan muhrimnya hingga orgasme. Ini satu kemaksiatan/kemunkaran bukan? Nah adakah rekan-rekan di milis Ekonomi Syariah ini yang tergerak untuk melakukan amar maruf nahi munkar sehingga kemunkaran ini bisa dihentikan? Caranya dengan menyediakan bis khusus untuk wanita (dengan AC) di rute-rute yang padat penumpang misalnya jurusan Kampung Melayu-Grogol (213), Kampung Melayu-Blok M (921) dan Blok M-Pulo Gadung (57). Karena padat penumpang, selain bernilai dakwah/jihad, Bis Syariah ini juga bernilai bisnis karena hanya beroperasi di rute yang sangat padat penumpang. Sebagai contoh jika untuk satu rit (pejalanan) bis mengangkut 60 penumpang dengan biaya Rp 4.000 per orang (tarif umum Bis AC Rp 5.000/orang), maka dengan asumsi 10 rit per hari dengan operasi dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam pendapatannya adalah Rp 2,4 juta per hari. Dalam setahun (6 hari kerja seminggu) didapat Rp 748,8 juta. Jika dalam sebulan Rp 62,4 juta dan gaji supir dan kondektur rp 5 juta, biaya bensin dan perawatan lainnya Rp 20,8 juta paling tidak didapat keuntungan bersih sekitar rp 31,2 juta per bulan atau sekitar Rp 374 ,4 juta setahun. Harga mobil bis AC diperkirakan sekitar rp 850 juta. Jika total biaya untuk 1 bis Rp 1 miilyar (termasuk izin trayek), maka BEP didapat dalam waktu kurang dari 3 tahun! Belum lagi pahala dari Allah SWT karena telah menyelamatkan wanita muslimah dari bersentuhan dengan pria yang bukan muhrimnya. Mudah-mudahan ada aktivis Ekonomi Syariah yang mau mewujudkan ide ini. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah [Ali Imran:110] Wassalamualaikum wr wb > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
