Assalamualaikum, teman-teman Pak Feri, sebenarnya idea ini sudah pernah diterapkan oleh PT Kereta Api Indonesia pada divisi Jabotabek-nya. PT KAI menerapkan gerbong khusus wanita dan anak-anak sebagai respon atas "terlunta-luntanya" nasib wanita dan anak-anak penumpang KRL Jabotabek.
Yah, seperti kita ketahui bersama layanan KRL jangankan untuk wanita dan anak-anak, untuk siapa saja tidak manusiawi. Copet bukan makhluk asing lagi di sana. Belum lagi laki-laki jahil yang suka berejakulasi di tengah himpitan tanpa jarak para penumpang. Tapi, kembali lagi pada persoalan implementasi. Konsepnya bagus tapi sepi pada pelaksanaannya. Tidak ada sanksi, tidak ada pengawas, apalagi pembinaan. Dan, akhirnya situasi KRL kembali "biadab" seperti sedyakala. Idea bus khusus perempuan, adalah bukan saja idea brilian tapi sekaligus kembali memberadabkan kita. Dan ini tidak rentan terhadap serangan Islamisasi atau gender karena memang rasanya koq sudah menjadi kebutuhan kaum wanita. Islam hadir bukan semata ayat, tapi juga nilai. Buktinya RS khusus wanita hadir di Surabaya. Bank Niaga pernah punya Ladies Bank (nggak tahu sekarang masih ada apa enggak). Kolam renang khusus wanita ternyata juga ditunggu-tunggu mereka yang non-muslim karena telah merasa jengah menjadi objek tatap mata liar laki-laki mata ke ranjang. Salon berlabel "Muslimah" telah ramai hadir dan pengunjungnya pun bukan semata jilbab'ers tapi juga mereka yang menghendaki layanan khusus dan focus untuk wanita. Bahkan Yamaha telah meluncurkan sepeda motor khusus wanita (Mio pada awal perkenalannya). Rasanya khusus wanita, bukan hanya kebutuhan syariah tapi juga kehausan akan layanan khusus khas wanita yang tidak dapat diberikan secara umum dengan konsumen laki-laki. Jadi, secara marketing "investasi" ini punya potensi pasar yang bagus. Bus khusus wanita, toh supir busnya juga sudah banyak yang wanita. Tenaga Satpam bahkan Polwan juga sudah banyak yang wanita. Masalah mekanis, sediakan saja patroli khusus storing unit, laki-laki mungkin tapi mengganti ban kempis pasti dari luar bus, bukan dari dalam bus. Setelah PT KAI mencoba dan gagal, masak sih tinggal nyontek dan menyempurnakannya saja nggak sanggup? Katanya kuat? ebs ----- Original Message ----- From: Feri Agustian Soleh To: [email protected] Sent: Sunday, October 21, 2007 3:32 AM Subject: RE: {ekonomi-syariah} Bis Syari'ah Khusus Wanita Assalamualaikum Wr Wb Mau ikut urun pendapat tentang diskusi Bis Syariah, selama ini saya hanya jadi pembaca setia saja karena saya bukan ahli syariah (dan saya ingin belajar). Menurut pendapat saya, ide Bis Syariah ini memang brilian, hanya akan sangat sulit (kalau bisa dikatakan) mustahil diimplementasikan di Republik Indonesia, karena: 1. Negara kita bukan negara Islam, walaupun agama Islam mayoritas. 2. Akan muncul masalah kesetaraan gender, kali ini kaum prianya yang akan pawai (biasanya kan terbalik) 3. Memang benar bahwa ketika shalat didalam mesjid pria dan wanita dipisahkan, namun tidak ada mesjid yang khususon laki-laki ataupun mesjid yang khususon perempuan 4. Diatas kertas, memang kelihatannya mudah, namun kenyataan operasionalnya, bis itu akan tetap memerlukan tenaga laki-laki (mengganti ban kempes misalnya, apa kuat perempuan membuka baut-baut ban rodanya?) Wassalamualaikum Wr Wb, Feri Agustian Soleh ::I Listen, I Forget::I Experience, I Remember:: ------------------------------------------------------------------------------ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A Nizami Sent: 18 Oktober 2007 15:03 To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: {ekonomi-syariah} Bis Syari'ah Khusus Wanita Sayang anda tidak mau memakai nama asli. Tapi nama samaran "Pahlawan Bertopeng". Adakah itu Islami? Saya ingin bertanya kepada moderator apakah pemakaian nama samaran disertai penghinaan "kapitalis deh mentalnya" di milis ekonomi syariah ini diperbolehkan? UMR saat ini di Jakarta sekitar Rp 900 ribu sementara di berbagai tempat di DKI bahkan banyak yang besarnya masih di bawah UMR. Jika gaji supir Bis Syari'ah Rp 3 juta / bulan dan kondekturnya Rp 2 juta/bulan itu sudah di atas gaji supir Busway (Rp 2,5 juta/bulan) yang gajinya di atas rata2 supir bis lainnya yang bisa bekerja dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam. === http://www.hupelita.com/baca.php?id=36807 Menurut dia, gaji supir busway saat ini mencapai Rp2,5 juta per bulan. === Tentu saja masalah gaji relatif. Jika perusahaan mau menggaji supir rp 8 juta dan kondektur rp 4 juta juga terserah. Tapi tentu disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan tsb. Sayang jika niat baik mendirikan Bis Syari'ah agar wanita muslimah tidak berdesakkan/bersentuhan dengan pria yang bukan muhrimnya jadi sirna akibat email yang mengubah topik pembicaraan seperti yang anda lakukan. Wassalam --- Pahlawan Bertopeng <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > tega sekali ngasih gaji untuk kernet dan sopir > dengan jam kerja dari jam 7 > pagi sampe 7 malam dalam sebulan cuma dibayar 5 > juta. masya Allah....benar2 > kapitalis deh mentalnya. Artikel asli: Assalamu'alaikum wr wb, Saya rasa tepat jika di milis Ekonomi Syari'ah ini saya mengusulkan "Bis Syarri'ah". Konsepnya begini, dalam Islam, pergaulan antara pria dan wanita dewasa yang bukan muhrim dibatasi. Bahkan ketika sholat di masjid di atur pria di depan dan wanita di belakang. Nah di bis-bis kota yang ada, wanita dan pria dicampur jadi satu. Sering karena kondisi bis yang padat hingga penumpang berdiri sampai ke pinggir pintu, akhirnya pria dan wanita yang bukan muhrimnya jadi bersentuhan dan bahkan berhimpitan satu sama lain. Bahkan ada beberapa pria yang sengaja memanfaatkan situasi ini dengan menggesek-gesekkan kemaluannya ke wanita yang bukan muhrimnya hingga orgasme. Ini satu kemaksiatan/kemunkaran bukan? Nah adakah rekan-rekan di milis Ekonomi Syari'ah ini yang tergerak untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar sehingga kemunkaran ini bisa dihentikan? Caranya dengan menyediakan bis khusus untuk wanita (dengan AC) di rute-rute yang padat penumpang misalnya jurusan Kampung Melayu-Grogol (213), Kampung Melayu-Blok M (921) dan Blok M-Pulo Gadung (57). Karena padat penumpang, selain bernilai dakwah/jihad, Bis Syari'ah ini juga bernilai bisnis karena hanya beroperasi di rute yang sangat padat penumpang. Sebagai contoh jika untuk satu rit (pejalanan) bis mengangkut 60 penumpang dengan biaya Rp 4.000 per orang (tarif umum Bis AC Rp 5.000/orang), maka dengan asumsi 10 rit per hari dengan operasi dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam pendapatannya adalah Rp 2,4 juta per hari. Dalam setahun (6 hari kerja seminggu) didapat Rp 748,8 juta. Jika dalam sebulan Rp 62,4 juta dan gaji supir dan kondektur rp 5 juta, biaya bensin dan perawatan lainnya Rp 20,8 juta paling tidak didapat keuntungan bersih sekitar rp 31,2 juta per bulan atau sekitar Rp 374 ,4 juta setahun. Harga mobil bis AC diperkirakan sekitar rp 850 juta. Jika total biaya untuk 1 bis Rp 1 miilyar (termasuk izin trayek), maka BEP didapat dalam waktu kurang dari 3 tahun! Belum lagi pahala dari Allah SWT karena telah menyelamatkan wanita muslimah dari bersentuhan dengan pria yang bukan muhrimnya. Mudah-mudahan ada aktivis Ekonomi Syari'ah yang mau mewujudkan ide ini. "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." [Ali 'Imran:110] Wassalamu'alaikum wr wb > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
