Assalamualaikum Wr Wb

 

Mau ikut urun pendapat tentang diskusi Bis Syariah, selama ini saya hanya
jadi pembaca setia saja karena saya bukan ahli syariah (dan saya ingin
belajar).

 

Menurut pendapat saya, ide Bis Syariah ini memang brilian, hanya akan sangat
sulit (kalau bisa dikatakan) mustahil diimplementasikan di Republik
Indonesia, karena:

1.                  Negara kita bukan negara Islam, walaupun agama Islam
mayoritas.

2.                  Akan muncul masalah kesetaraan gender, kali ini kaum
prianya yang akan pawai (biasanya kan terbalik)

3.                  Memang benar bahwa ketika shalat didalam mesjid pria dan
wanita dipisahkan, namun tidak ada mesjid yang khususon laki-laki ataupun
mesjid yang khususon perempuan

4.                  Diatas kertas, memang kelihatannya mudah, namun
kenyataan operasionalnya, bis itu akan tetap memerlukan tenaga laki-laki
(mengganti ban kempes misalnya, apa kuat perempuan membuka baut-baut ban
rodanya?)

 

Wassalamualaikum Wr Wb,

Feri Agustian Soleh

::I Listen, I Forget::I Experience, I Remember::

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A Nizami
Sent: 18 Oktober 2007 15:03
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: {ekonomi-syariah} Bis Syari'ah Khusus Wanita

 

Sayang anda tidak mau memakai nama asli. Tapi nama
samaran "Pahlawan Bertopeng". Adakah itu Islami? Saya
ingin bertanya kepada moderator apakah pemakaian nama
samaran disertai penghinaan "kapitalis deh mentalnya"
di milis ekonomi syariah ini diperbolehkan?

UMR saat ini di Jakarta sekitar Rp 900 ribu sementara
di berbagai tempat di DKI bahkan banyak yang besarnya
masih di bawah UMR.

Jika gaji supir Bis Syari'ah Rp 3 juta / bulan dan
kondekturnya Rp 2 juta/bulan itu sudah di atas gaji
supir Busway (Rp 2,5 juta/bulan) yang gajinya di atas
rata2 supir bis lainnya yang bisa bekerja dari jam 6
pagi hingga jam 9 malam.

===
http://www.hupelita <http://www.hupelita.com/baca.php?id=36807>
.com/baca.php?id=36807
Menurut dia, gaji supir busway saat ini mencapai Rp2,5
juta per bulan. 
===

Tentu saja masalah gaji relatif. Jika perusahaan mau
menggaji supir rp 8 juta dan kondektur rp 4 juta juga
terserah. Tapi tentu disesuaikan dengan kondisi
keuangan perusahaan tsb.

Sayang jika niat baik mendirikan Bis Syari'ah agar
wanita muslimah tidak berdesakkan/bersentuhan dengan
pria yang bukan muhrimnya jadi sirna akibat email yang
mengubah topik pembicaraan seperti yang anda lakukan.

Wassalam

--- Pahlawan Bertopeng <penyelamat.cinta@
<mailto:penyelamat.cinta%40gmail.com> gmail.com>
wrote:

> tega sekali ngasih gaji untuk kernet dan sopir
> dengan jam kerja dari jam 7
> pagi sampe 7 malam dalam sebulan cuma dibayar 5
> juta. masya Allah....benar2
> kapitalis deh mentalnya.

Artikel asli:

Assalamu'alaikum wr wb,
Saya rasa tepat jika di milis Ekonomi Syari'ah ini
saya mengusulkan "Bis Syarri'ah". Konsepnya
begini, dalam Islam, pergaulan antara pria dan wanita
dewasa yang bukan muhrim dibatasi. Bahkan ketika
sholat di masjid di atur pria di depan dan wanita di
belakang.

Nah di bis-bis kota yang ada, wanita dan pria dicampur
jadi satu. Sering karena kondisi bis yang padat hingga
penumpang berdiri sampai ke pinggir pintu, akhirnya
pria dan wanita yang bukan muhrimnya jadi bersentuhan
dan bahkan berhimpitan satu sama lain. Bahkan ada
beberapa pria yang sengaja memanfaatkan situasi ini
dengan menggesek-gesekkan kemaluannya ke wanita yang
bukan muhrimnya hingga orgasme. Ini satu
kemaksiatan/kemunkaran bukan?

Nah adakah rekan-rekan di milis Ekonomi Syari'ah ini
yang tergerak untuk melakukan amar ma'ruf nahi
munkar sehingga kemunkaran ini bisa dihentikan?
Caranya dengan menyediakan bis khusus untuk wanita
(dengan AC) di rute-rute yang padat penumpang misalnya
jurusan Kampung Melayu-Grogol (213), Kampung
Melayu-Blok M (921) dan Blok M-Pulo Gadung (57).

Karena padat penumpang, selain bernilai dakwah/jihad,
Bis Syari'ah ini juga bernilai bisnis karena hanya
beroperasi di rute yang sangat padat penumpang.
Sebagai contoh jika untuk satu rit (pejalanan) bis
mengangkut 60 penumpang dengan biaya Rp 4.000 per
orang (tarif umum Bis AC Rp 5.000/orang), maka dengan
asumsi 10 rit per hari dengan operasi dari jam 7 pagi
hingga jam 7 malam pendapatannya adalah Rp 2,4 juta
per hari. Dalam setahun (6 hari kerja seminggu)
didapat Rp 748,8 juta.

Jika dalam sebulan Rp 62,4 juta dan gaji supir dan
kondektur rp 5 juta, biaya bensin dan perawatan
lainnya Rp 20,8 juta paling tidak didapat keuntungan
bersih sekitar rp 31,2 juta per bulan atau sekitar Rp
374 ,4 juta setahun. Harga mobil bis AC diperkirakan
sekitar rp 850 juta. Jika total biaya untuk 1 bis Rp 1
miilyar (termasuk izin trayek), maka BEP didapat dalam
waktu kurang dari 3 tahun! Belum lagi pahala dari
Allah SWT karena telah menyelamatkan wanita muslimah
dari bersentuhan dengan pria yang bukan muhrimnya.

Mudah-mudahan ada aktivis Ekonomi Syari'ah yang mau
mewujudkan ide ini.

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah
dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." [Ali
'Imran:110]

Wassalamu'alaikum wr wb
> 

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: syiar-islam-
<mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. <http://mail.yahoo.com> yahoo.com 

 

Kirim email ke