Assalamu'alaikum.. Tanggapan terhadap "pahlawan bertopeng": - Anda sebaiknya meminta maaf kepada Bapak Nizami,karena telah melukai perasaan beliau. - Sebaiknya jangan samakan standar penghasilan antara suatu profesi dengan profesi lainnya yang berbeda jenisnya,misal menyamakan antara penghasilan seorang sopir dengan penghasilan seorang dosen.Tentu saja berbeda. - Sebaiknya jangan samakan standar penghasilan seorang di sutu negara dengan negara lain yang berbeda kondisinya.Misal,menyamakan penghasilan sopir di Kuala Lumpur,Malaysia,dengan sopir di Jakarta.Tentu saja berbeda,karena sikon masing2 negara tsb jg berbeda. -Sebaiknya jangan langsung komentar,jika Anda belum berusaha mencari tahu dulu apa yang ingin disampaikan oleh lawan bicara Anda.
Terkadang,"ghirah" saja belum cukup.Gunakan kepala dingin & pemikiran yang cerdas serta mental dewasa. Mo Ikut urun rembuk.. Ya...saya sangat setuju dengan usul ini. Dulu,sewaktu saya masih bekerja di kawasan Sudirman, saya mengalami sendiri bagaimana tersiksanya berhimpit-himpitan dengan non-muhrim Apalagi banyak sekali lelaki yang berbuat tidak senonoh yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan tersebut. Saya juga waktu terpikir tentang bus Yang memperhatikan kepentingan para wanita. Saya berpikir,bagaimanapun memang sebaiknya wanita dipisahkan posisinya dgn pria di bus.Bisa dengan membuat bus khusus untuk wanita,bisa dengan menggunakan satu bus dengan pemisahan Barisan tempat duduk,Misal,wanita duduk di depan,pria duduk di belakang,dll.Atau bisa juga dengan menambah bus & transportasi publik lainnya seefektif & seefisien mungkin,sehingga penumpang tidak perlu berdesak-desakan. Tentang bus yang khusus untuk wanita, Di Pekanbaru,Riau, pada 21 Feb 2007 juga sudah diberlakukan.Tinggal gimana kita belajar dari mereka & berusaha lebih baik dari mereka. Misalnya,bus khusus wanita ini hanya diberlakukan khusus pada jam-jam padat penumpang,biar tidak mubazir waktu,BBM,dll. Infonya bisa dilihat di: http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=12&id=416 http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=11&id=431 http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=1&id=387 http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=11&id=407 http://www.antara.co.id/arc/2007/2/18/pekanbaru-miliki-bus-khusus- wanita/ Saya malah agak heran,kenapa Aceh belum memberlakukan ya?? Padahal,ini kan daerah syariat Islam.Wallahu'alam. Saya sudah berusaha mencari informasi tentang bus yang memberi perhatian khusus kepada wanita,yang saya dapat infonya: -di Kuwait. Wanita berada di bagian depan bus. Jadi, jika anda duduk di bagian depan bus, kemudian seorang wanita naik bus tersebut, anda diharuskan memberikan kursi kepadanya, dan anda minggir. Jika tak ada kursi lain, maka anda harus berdiri. biasanya (gak semua jg sih) sebelah kanan yg jejeran kursinya cuman atu di dindingnya ada tulisan 'woman only' trus ada gambar kartun wanita pake hijab. http://didats.net/page/415/naik-bus-di-kuwait/ Sekalian sharing info: Di Jepang sudah ada kereta khusus wanita. infonya bisa dilihat di: http://www.freelists.org/archives/list_indonesia/04- 2005/msg00255.html Sebaiknya baca juga ulasan ttg transportasi publik RI yang memperhatikan kepentingan wanita: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0611/27/swara/3121692.htm Akhir kata yang harus diperhatikan dalam implementasi transportasi publik yang sangat memperhatikan kepentingan wanita ini: -Edukasi kepada publik. -Informasi seluas-luasnya & sesering mungkin di masyarakat. -Aturan yang jelas agar tidak mudah terjadi penyimpangan. -Mungkin perlu berkordinasi dengan Kementrian Urusan Pemberdayaan Wanita.Insya allah,Ibu Meutia Hatta pasti menyambut baik usul ini. -Pihak-pihak lain yang perlu dikordinasikan: Pemprov DKI Jakarta yang mengurusi transportasi,Dirjen Perhubungan,MUI,dll. Akhir kata, Perbedaan diantara kita harus harmonis & moga menjadi rahmat. Aamiin. Mohon maaf jika ada ksalahan & kkurangan. CMIIW, Wassalamu'alaikum, Laila www.lailanurhayati.multiply.com
