syukron dah diingetin mbak Laila. bagi yang tersinggung saya minta maaf. kebiasaan saya saja yang selalu memakai bahasa gamblang dalam menulis.bukan maksud saya untuk menyinggung.
saya sangat setuju bis khusus perempuan karena banyak pelecehan terhadap kaum perempuan di dalam bis. bahkan pelecehan terhadap laki laki juga banyak cuma jarang terungkap karena kita akan malu kalau mengungkapkan telah dilecehkan oleh perempuan. bisa2 kita dianggap nggak normal. hehe. saya pun langsung mengkritisi wacana gaji sopir dan kernet karena saya menilai itu tidak wajar. bukan karena saya membanding-bandingkan gaji dengan negara lain, tapi saya menilai dari sisi keadilan dan kemanusiaan. bagaimana mungkin gaji segitu untuk jam kerja yang sangat lama diterik Jakarta yang panasnya naujubile plus macetnya yang bisa bikin stress. apalagi kita akan menghasung nama "bis syariah". mungkin sekarang sudah saatnya kita menaikkan standar hidup karyawan-karyawan kita bagi yang punya karyawan, kasihan sekali mereka, untuk menabung saja susah. sudah saatnya imej Indonesia sebagai negara dengan karyawan bergaji murah dirubah. Ini hanyalah warisan budaya orde baru untuk menarik investor luar negeri dengan mengorbankan kesejahteraan warganya. mari kita buktikan dengan syariah kita bisa memakmurkan dan mesejahterakan. tetap semangat didalam kebaikan. Salam, Pahlawan Bertopeng Rindu Syariah Diam-diam Menghanyutkan
