Lebih gila lagi kalau membiarkan mereka gila, biar mereka kebagian surga juga, 
mereka perlu diajak (tentu dengan "bahasa" dan "kapasitas keimanan" mereka).
 
waLlaahu a'lam
 
Regards,
Ahmad Al Ifham
www.bankbagihasil.wordpress.com 


--- On Wed, 9/17/08, Ali Murtado <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Ali Murtado <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku
To: [email protected]
Date: Wednesday, September 17, 2008, 1:16 PM










Maaf pak, menurut saya yang perlu dipertanyakan adalah: apakah LAZ tersebut 
berpatokan pada fatwa MUI? Kan tidak semua ulama sependapat dengan fatwa MUI 
itu pak. Sekarang masalahnya adalah: siapakah yang lebih dipercaya teman2 
bapak, apakah MUI atau LAZ-LAZ tersebut?

Terus terang pemikiran teman-teman bapak itu mengingatkan kepada saya pada 
sebuah ayat Al-Qur'an yang saya lupa surat berapa, bunyinya kira2 begini: 
"Sesungguhnya pemakan riba itu tidak berdiri melainkan seperti berdirinya orang 
gila"


Wallahu'alam


Ali Murtado



--- Pada Sel, 16/9/08, Agus Herry <agus.herry.s@ gmail.com> menulis:

Dari: Agus Herry <agus.herry.s@ gmail.com>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 16 September, 2008, 12:50 PM





Komprehensif termasuk hal-hal spt yg ada di malaysia tsb....
Bagaimanapun Peran Pejabat.. sangat Signifikan.. ..
 
Tp yg saya maksud, setidaknya pada tataran praktis di lapangan...
Harus Selaras antara MUI dg BAZNAS & lembaga2 lain...
 
Spt yg saya uraikan dlm tulisan saya, saat ini spt TIDAK TEGAS...
di satu sisi MUI keluarkan Fatwa : bunga bank HARAM.......
tp di sisi lain LAZ mungutin Zakat dr para pegawai BK....
Pan kalau kt org "Perancis" ini namanya LIEUR...... 
 
Coba kita bertandang ke bbrp kantor pusat BK...
Mrk rata2 punya LAZ yg tentunya punya "Link" ke BAZNAS
meskipun mgkn hanya sebatas adanya Line Kerja Sama....
 
BRI punya LAZ....
BM punya juga...
Bahkan ada BK, yg potong otomatis dr gaji peg muslim..tiap bln...
 
Sehingga kehadiran LAZ-LAZ tsb membuat pegawai BK "NYAMAN"....
 
Pemikirannya : kalau uang2 gaji kita haram, mana mungkin LAZ mungutin 
                       zakat...? atau setidaknya kalau ternyata mmg haram,..
                       toh nanti di neraka banyak temannya.. termasuk 
                       para pengelola zakat... nauzubillah. .....
 
Wassalam,
 
 
 

----- Original Message ----- 
From: Aak Surahman 
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, September 16, 2008 9:25 AM
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku








Maksudnya tindakan komprehensip seperti bagaimana?
 
DI Malaysia, hampir seluruh pejabat, baik Melayu maupun CIna atau India, 
rata-rata fasih menjelaskan tentang bank Islam. Makanya tidak heran jika  
perbankan Islamnya maju.
Di Indonesia, sekretariat negara aja masih nanya, perbankan syariah itu dasar 
undang-undangnya apa? (Ke laut aja pak! .... ). 
Ada teman yang cerita, Wapres Jusup Kalla kapok selalu bicara negatif tentang 
bank syariah. Yang diceritakan selalu kejelekan bank syariah. Padahal sebagai 
pejabat negara mestinya tidak kampanye negatif terhadap perkembangan bisnis 
suatu sektor. Apalagi ini karena didasarkan pengalaman pribadinya. (dasar asbun)
Makanya kalau lagi hingar bingar kampanye pemilu, jangan terlena. Mending 
panggil calon-calon presiden-wapres untuk bicara tentang ekonomi-perbankan 
syariah. Lalu minta mereka menandatangani kontrak sosial, mau mengembangkan 
ekonomi syariah. Jika tidak mau, nggak usah dipilih. Kalau tidak ada yang mau, 
golput aja. Nggak dosa koq.
Sejak jaman reformasi, nggak ada presiden di Indonesia ini yang peduli bank 
syariah. Kalaupun ada cuma hiasan bibir aja. 
 
 


--- On Sun, 9/14/08, Agus Herry <agus.herry.s@ gmail.com> wrote:

From: Agus Herry <agus.herry.s@ gmail.com>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Sunday, September 14, 2008, 9:09 AM





 
Urun Sharing  ( Dari Sisi Pandang Yang Lain ) :
 
Terlepas dr penamaan apakah Bank Syariah (BS) atau Bank Bagi Hasil, 
yang jelas masyarakat pengguna bank syariah lebih melihat pada mutu pro-
duk & layanan BS sebagaimana disebutkan pada alinea terakhir Bapak.   
 
Pengalaman istri saya wkt buka rekening tabungan di sebuah BS, petugas 
yg melayani tidak bisa menjawab lsg atas sebuah pertanyaan sederhana : 
"Berapa limit maksimum penarikan lewat ATM "? si petugas mesti bertanya 
dulu ke seniornya...
 
Bisa dibayangkan jika yg membuka rekening tsb kurang memiliki rasa ingin 
turut serta memajukan atau setidaknya mendukung kehadiran BS...
 
Mengapa hal spt itu terjadi ?
   
 
Bank Konvensional ( BK ) Vs Bank Syariah ( BS ) :
 
Sudah menjadi pengetahuan bersama & hrs diakui, secara umum SDM BK
lbh baik dlm arti kualitas (peformance di bid perbankan ) dr SDM BS.
 
Pertanyaannya mengapa SDM BK lbh bagus? selain system yg sdh mapan 
sebagaimana disebutkan dlm tulisan Bp Ahmad Ifham, juga para karyawan 
BK  yg sebagian besar umat Islam tsb, sdh terlanjur merasa NYAMAN....
 
Sehingga yg ada dalam fikiran sdr2 kita tsb : untuk apa lagi pindah & turut 
memperkokoh BS ?
 
Loh, kan gaji sbg karyawan di BK,  KOTOR/ HARAM....?
 
 

Keberadaan LAZ, turut melanggengkan Bank Konvensional (BK)?:
 
Dari "pengamatan" scr pribadi wkt saya msh bekerja sbg karyawan BK, 
banyak karyawan ( sdr-sdr kita tsb ) yg berpendapat sbb :
 
1.  Kalau uang gaji kita2 ini haram, mengapa LAZ memungut zakatnya ?
     saya yakin, gaji kita2 TIDAK HARAM...so, tdk masalah kerja di BK.
 
2.  Pendapat kedua, pegawai yg menyadari bahwa Gajinya KOTOR krn 
     bersumber dr RIBA....tapi berpendapat : KOTORan tsb sudah 
      DIBERSIHKAN melalui cara dg Membayar 2,5% Per Bulan.....
      sbg Zakat Profesi.....  
     (  LAZ lbh menyerupai/dianggap sbg fasilitas "Money Laundry" lah, 
        shg mrk akan terbebas dr hisab di yaumil mashar nanti..... )
 
3.   Pegawai yg lain lagi, menunjuk kpd operasional Mesjid yg ada di gdg 
      BK tsb. Kalau uang/gaji kita KOTOR/HARAM, mengapa mesjid 
      mengedarkan kotak amal setidaknya setiap shalat Jumat ? 
      lalu Ustadz/Penceramah tsb makan uang kotor/haram dong...? 
 
 
Perlu Kerjasama Komprehensif Untuk Mensosialisasikan BS.
 
Dari apa yg saya sampaikan di atas ( "pengamatan" di atas saya lakukan 
scr pribadi & Lisan, tdk gunakan survey tertulis dg metode yg macam2 ).. 
 
Saya pribadi berpendapat : "keberadaan LAZ di sebuah BK perlu diper-
timbangkan kembali atau ditinjau ulang keberadaannya" ....krn ternyata ke-
hadiran LAZ membuat karyawan yg sebgn besar muslim tsb merasa 
"NYAMAN".... utk tetap bekerja di BK......
 
Maksud saya dipertimbangkan kembali adalah : Setidaknya, lbg zakat 
nasional d.h.i BAZNAS perlu mempertimbangkan kembali seandainya 
ada kerjasama yg terjalin bersama LAZ-LAZ tsb......
( bagaimanapun juga LAZ tsb didirikan oleh karyawan BK, yg tentu krg 
pas bila minta utk DITIADAKAN.   Yg mungkin adalah, memutus 
BAZNAS sbg lbg yg "memayungi" LAZ tsb, shg  saudara2 kita yg jadi
Operator/Amil di LAZ tsb akan mempertimbangkan kembali Aktivitas 
mereka.....)
 
Diharapkan dengan tiadanya LAZ yg "nongkrong" di BK, akan menya-
darkan Saudara2 kita yg bekerja di BK, bhw ummat tidak membutuhkan
dana zakat yg bersumber dr gaji mereka selaku karyawan BK.......
( Satu dan lain hal, pendapat Sdr2 kita yg bergerak sbg Operator LAZ/
 amil ada yg berpendapat bhw : gaji karyawan BK bisa dipungut zakatnya 
asal alokasi/penyalurann ya, bukan utk konsumtif, msh perlu dipertanyakan.
Setahu saya, blm pernah ada ayat/hadist yg menyatakan bhw kebutuhan
non konsumtif ( pembangunan jalan, fasum dll ) boleh dr dana haram.)
 
Demikian pula halnya dg Ustadz yg memberikan ceramah di mesjid2 yg 
ada di BK.   Sudah waktunya lembaga2 Islam memikirkan utk memberi
biaya Transportasi bagi da'i / ustadz yg memberikan ceramah di mesjid2
tsb, shg tidak membutuhkan dana transport yg dikasih oleh Tamir Mesjid
dimana dana bersumber dr sumbangan/kencleng para pegawai BK... 
    
Dengan dilakukannya hal-hal tsb, diharapkan Saudara2 kita yg bekerja
di BK akan TERSADARKAN dan segera Hijrah ke Bank Syariah....
yg pada gilirannya hijrahnya mereka mudah2an akan dapat meningkatkan 
performance BS  shg ckp mampu bersaing dg BK. 
 
Keberadaan LAZ di BK, seolah menunjukkan ketidak tegasan para peme-
gang kewenangan agama dalam mensikapi RIBA.. HARAM atau HALAL?
 
Sekali lagi, ini hanya Pendapat Saya Pribadi dr hasil bincang2 dg bbrp
rekan pegawai yg hingga saat ini mrk msh BETAH mengabdi di BK.
 
Semoga bisa menjadi bahan masukan, dr sisi yg lain....
(Dibutuhkan Tindakan yg Komprehensif. ......... ......)
 
 
Wassalam,
 
Agus Herry S
( Mantan Kary BK - BUMN )
 
 
  

----- Original M


Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain! 














      

Kirim email ke