Maaf pak, menurut saya yang perlu dipertanyakan adalah: apakah LAZ tersebut 
berpatokan pada fatwa MUI? Kan tidak semua ulama sependapat dengan fatwa MUI 
itu pak. Sekarang masalahnya adalah: siapakah yang lebih dipercaya teman2 
bapak, apakah MUI atau LAZ-LAZ tersebut?

Terus terang pemikiran teman-teman bapak itu mengingatkan kepada saya pada 
sebuah ayat Al-Qur'an yang saya lupa surat berapa, bunyinya kira2 begini: 
"Sesungguhnya pemakan riba itu tidak berdiri melainkan seperti berdirinya orang 
gila"


Wallahu'alam


Ali Murtado



--- Pada Sel, 16/9/08, Agus Herry <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Agus Herry <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 16 September, 2008, 12:50 PM










    
            


Komprehensif termasuk hal-hal spt yg ada di 
malaysia tsb....
Bagaimanapun Peran Pejabat.. sangat Signifikan.. ..
 
Tp yg saya maksud, setidaknya pada tataran praktis di lapangan...
Harus Selaras antara MUI dg BAZNAS & lembaga2 lain...
 
Spt yg saya uraikan dlm tulisan saya, saat ini spt TIDAK TEGAS...
di satu sisi MUI keluarkan Fatwa : bunga bank HARAM.......
tp di sisi lain LAZ mungutin Zakat dr para pegawai BK....
Pan kalau kt org "Perancis" ini namanya LIEUR...... 
 
Coba kita bertandang ke bbrp kantor pusat 
BK...
Mrk rata2 punya LAZ yg tentunya punya "Link" ke BAZNAS
meskipun mgkn hanya sebatas adanya Line Kerja Sama....
 
BRI punya LAZ....
BM punya juga...
Bahkan ada BK, yg potong otomatis dr gaji peg muslim..tiap 
bln...
 
Sehingga kehadiran LAZ-LAZ tsb membuat pegawai BK 
"NYAMAN"....
 
Pemikirannya : kalau uang2 gaji kita haram, mana 
mungkin LAZ mungutin 
                       
zakat...? atau setidaknya kalau ternyata mmg haram,..
                       
toh nanti di neraka banyak temannya.. termasuk 
                       
para pengelola zakat... nauzubillah. .....
 
Wassalam,
 
 
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  Aak 
  Surahman 
  To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com 
  
  Sent: Tuesday, September 16, 2008 9:25 
  AM
  Subject: Re: [ekonomi-syariah] Bank 
  Syariah Masih Gak Laku
  

  
  
  
    
    
      
        Maksudnya tindakan komprehensip seperti bagaimana?
         
        DI Malaysia, hampir seluruh pejabat, baik Melayu maupun CIna atau 
        India, rata-rata fasih menjelaskan tentang bank Islam. Makanya tidak 
        heran jika  perbankan Islamnya maju.
        Di Indonesia, sekretariat negara aja masih nanya, perbankan syariah 
        itu dasar undang-undangnya apa? (Ke laut aja pak! .... ). 
        Ada teman yang cerita, Wapres Jusup Kalla kapok selalu bicara 
        negatif tentang bank syariah. Yang diceritakan selalu kejelekan bank 
        syariah. Padahal sebagai pejabat negara mestinya tidak kampanye negatif 
        terhadap perkembangan bisnis suatu sektor. Apalagi ini karena 
didasarkan 
        pengalaman pribadinya. (dasar asbun)
        Makanya kalau lagi hingar bingar kampanye pemilu, jangan terlena. 
        Mending panggil calon-calon presiden-wapres untuk bicara tentang 
        ekonomi-perbankan syariah. Lalu minta mereka menandatangani kontrak 
        sosial, mau mengembangkan ekonomi syariah. Jika tidak mau, nggak usah 
        dipilih. Kalau tidak ada yang mau, golput aja. Nggak dosa koq.
        Sejak jaman reformasi, nggak ada presiden di Indonesia ini yang 
        peduli bank syariah. Kalaupun ada cuma hiasan bibir aja. 
         
         
        

--- On Sun, 9/14/08, Agus Herry 
        <agus.herry.s@ gmail.com> wrote:

        From: Agus 
          Herry <agus.herry.s@ gmail.com>
Subject: Re: 
          [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku
To: 
          ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Sunday, September 
          14, 2008, 9:09 AM


          
          
          
           
          Urun Sharing  ( Dari Sisi 
          Pandang Yang Lain ) :
           
          Terlepas dr penamaan apakah Bank Syariah 
          (BS) atau Bank Bagi Hasil, 
          yang jelas masyarakat pengguna 
          bank syariah lebih melihat pada mutu pro-
          duk & layanan BS sebagaimana disebutkan pada alinea 
          terakhir Bapak.   
           
          Pengalaman istri saya wkt buka rekening tabungan di sebuah 
          BS, petugas 
          yg melayani tidak bisa menjawab lsg atas sebuah pertanyaan 
          sederhana : 
          "Berapa limit maksimum penarikan lewat ATM "? si petugas mesti 
          bertanya 
          dulu ke seniornya...
           
          Bisa dibayangkan jika yg membuka rekening tsb kurang 
          memiliki rasa ingin 
          turut serta memajukan atau setidaknya mendukung kehadiran 
          BS...
           
          Mengapa hal spt itu terjadi ?
             
           
          Bank Konvensional ( BK ) Vs Bank 
          Syariah ( BS ) :
           
          Sudah menjadi pengetahuan bersama & hrs diakui, secara 
          umum SDM BK
          lbh baik dlm arti kualitas (peformance di bid perbankan ) dr 
          SDM BS.
           
          Pertanyaannya mengapa SDM BK lbh bagus? 
          selain system yg sdh mapan 
          sebagaimana disebutkan 
          dlm tulisan Bp Ahmad Ifham, 
          juga para karyawan 
          BK  yg sebagian besar umat Islam 
          tsb, sdh terlanjur merasa NYAMAN....
           
          Sehingga yg ada dalam fikiran sdr2 kita 
          tsb : untuk apa lagi pindah & turut 
          memperkokoh BS ?
           
          Loh, kan gaji sbg karyawan di BK, 
           KOTOR/ HARAM....?
           
           
          
          Keberadaan LAZ, turut 
          melanggengkan Bank Konvensional 
(BK)?:
           
          Dari "pengamatan" 
          scr pribadi wkt saya msh bekerja sbg karyawan BK, 
          banyak 
          karyawan ( sdr-sdr kita tsb ) yg berpendapat sbb 
          :
           
          1.  Kalau uang gaji 
          kita2 ini haram, mengapa LAZ memungut zakatnya ?
               saya yakin, gaji kita2 TIDAK HARAM...so, 
          tdk masalah kerja di BK.
           
          2.  Pendapat kedua, pegawai yg menyadari bahwa Gajinya KOTOR 
          krn 
               bersumber dr RIBA....tapi 
          berpendapat : KOTORan tsb sudah 
                DIBERSIHKAN melalui cara dg 
          Membayar 2,5% Per Bulan.....
                sbg Zakat 
          Profesi.....  
               (  LAZ lbh 
          menyerupai/dianggap sbg fasilitas "Money Laundry" lah, 
                  shg mrk 
          akan terbebas dr hisab di yaumil mashar nanti..... )
           
          3.   Pegawai yg lain lagi, 
          menunjuk kpd operasional Mesjid yg ada di gdg 
                BK 
          tsb. Kalau uang/gaji kita KOTOR/HARAM, mengapa mesjid 
          
                mengedarkan kotak amal 
          setidaknya setiap shalat Jumat ? 
                lalu Ustadz/Penceramah tsb makan 
          uang kotor/haram dong...? 
           
           
          Perlu Kerjasama Komprehensif Untuk Mensosialisasikan 
          BS.
           
          Dari apa yg saya sampaikan di atas ( "pengamatan" di atas saya 
          lakukan 
          scr pribadi & Lisan, tdk gunakan survey tertulis dg metode yg 
          macam2 ).. 
           
          Saya pribadi berpendapat : "keberadaan 
          LAZ di sebuah BK perlu diper-
          timbangkan kembali atau ditinjau ulang 
          keberadaannya" ....krn ternyata ke-
          hadiran LAZ membuat karyawan yg 
          sebgn besar muslim tsb merasa 
          "NYAMAN".... utk tetap bekerja di BK......
           
          Maksud saya dipertimbangkan kembali 
          adalah : Setidaknya, lbg zakat 
          nasional d.h.i BAZNAS perlu mempertimbangkan kembali 
          seandainya 
          ada kerjasama yg terjalin bersama LAZ-LAZ tsb......
          ( bagaimanapun juga LAZ tsb didirikan oleh karyawan BK, yg tentu 
          krg 
          pas bila minta utk DITIADAKAN.   Yg mungkin 
          adalah, memutus 
          BAZNAS sbg lbg yg "memayungi" LAZ tsb, 
          shg  saudara2 kita yg jadi
          Operator/Amil di LAZ tsb akan mempertimbangkan kembali Aktivitas 
          
          mereka.....)
           
          Diharapkan dengan tiadanya LAZ yg 
          "nongkrong" di BK, akan menya-
          darkan Saudara2 kita yg bekerja di BK, 
          bhw ummat tidak membutuhkan
          dana zakat yg bersumber dr gaji mereka selaku karyawan 
          BK.......
          ( Satu dan lain hal, pendapat Sdr2 kita 
          yg bergerak sbg Operator LAZ/
           amil ada yg berpendapat bhw : gaji karyawan BK bisa 
          dipungut zakatnya 
          asal alokasi/penyalurann ya, bukan utk konsumtif, msh perlu 
          dipertanyakan.
          Setahu saya, blm pernah ada ayat/hadist yg menyatakan bhw 
          kebutuhan
          non konsumtif ( pembangunan jalan, fasum dll ) boleh dr dana 
          haram.)
           
          Demikian pula halnya dg Ustadz yg memberikan ceramah di mesjid2 
          yg 
          ada di BK.   Sudah waktunya lembaga2 Islam memikirkan 
          utk memberi
          biaya Transportasi bagi da'i / ustadz yg memberikan ceramah di 
          mesjid2
          tsb, shg tidak membutuhkan dana transport yg dikasih oleh 
          Tamir Mesjid
          dimana dana bersumber dr sumbangan/kencleng para pegawai 
          BK... 
              
          Dengan dilakukannya hal-hal tsb, diharapkan Saudara2 kita yg 
          bekerja
          di BK akan TERSADARKAN dan segera Hijrah ke Bank 
Syariah....
          yg pada gilirannya hijrahnya mereka mudah2an akan dapat 
          meningkatkan 
          performance BS  shg ckp mampu bersaing dg BK. 
           
          Keberadaan LAZ di BK, seolah menunjukkan 
          ketidak tegasan para peme-
          gang kewenangan agama dalam mensikapi 
          RIBA.. HARAM atau HALAL?
           
          Sekali lagi, ini hanya Pendapat Saya 
          Pribadi dr hasil bincang2 dg bbrp
          rekan pegawai yg hingga saat ini mrk msh BETAH mengabdi di 
          BK.
           
          Semoga bisa menjadi bahan masukan, dr 
          sisi yg lain....
          (Dibutuhkan Tindakan yg Komprehensif. ......... ......)
           
           
          Wassalam,
           
          Agus Herry S
          ( Mantan Kary BK - BUMN )
           
           
            
          
            ----- Original M


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan situs lowongan kerja - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=lowongan+kerja&cs=bz&fr=fp-top

Kirim email ke