Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan karunia dan nikmat yang tidak terhingga, Shalawat serta salam kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan kita pengikutnya semoga istiqomah sampai akhir jaman ..
Sekedar mengingatkan bahwa kunci sukses ekonomi syariah termasuk bank syariah adalah terletak pada bahu semua STAKEHOLDER yaitu antara lain :
1) Pemerintah (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif) termasuk juga Pemerintah Daerah.
2) Bank Indonesia termasuk Perwakilan Bank Indonesia di setiap propinsi.
3) Bank syariah, asuransi syariah, dan pasar modal syariah, BMT, KJKS
4) Badan Amil Zakat Nasional termasuk LAZ lainnya
5) Para pengusaha dan pelaku ekonomi di sektor riil.
6) Civitas akademika termasuk Rektor, Dekan, Dosen, serta mahasiswa
7) Lingkungan akademis lainnya : TK, SD, SLTP, SLTA, Madrasah, Ponpes
8) Para peneliti, konsultan
9) Komunitas2 : ESQ, Gerakan Hidup Berkah, IAEI, IAI, FOSSEI dsb dsb
TERLALU KECIL BAGI ALLAH UNTUK MEMBERIKAN MARKET SHARE 5% BANK SYARIAH DI INDONESIA ..
Tapi semua kembali tergantung bagaimana kita secara berjamaah berjuang sesuai peran dan profesinya .. saling menasihati dan mengingatkan ...
CITA-CITA BESAR BERMULA DARI SATU LANGKAH KECIL
SUDAHKAH ADA KARTU DEBIT BANK SYARIAH DI DOMPET KITA??
ATAU MASIH KARTU DEBIT BANK KONVENSIONAL YANG KITA ANDALKAN ??
Wallahu alam bisawab ...
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Dari: Donny Irawan <[email protected]> Topik: Re: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 27 Mei, 2009, 1:12 AM
Ass.Wr.Wb. Rekan-rekan Milis Ekonomi Syariah yth, Saya di Batam, seringkali menjadi pembicara dalam diskusi dengan berbagai pihak dan jamaah serta majelis ta'lim tentang hal-ihwal tentang PEBANKAN SYARIAH, bahkan sayapun tidak segan-segan melakukan otokritik terhadap aplikasi perbankan syariah di lapangan...tapi itu semua bukan untuk "mengecilkan" semangat saudara-saudara kita yang bergelut di dunia perbankan syariah. Hal yang menarik yang saya temui, bahwa ternyata banyak juga para muballigh belum begitu memahami perbankan syariah, apalagi ekonomi syariah. Pertanyaan nya, kenapa ini bisa terjadi ?? Jawaban nya adalah karena kita hidup secara sekular ! Islam, sekarang hanya digunakan untuk "pelarian" masalah BUKAN untuk "solusi" masalah! Masih banyak diantara umat Islam yang merasa dia sudah Islam, ketika mereka sudah melakukan ibadah ritual (sholat, puasa, dlsb),..tetapai ketika ber-muamalah (baca: ber-ekonomi), masih terlibat
dengan sistem Ribawi...dan anehnya, mungkin mereka belum/tidak merasa berdosa !! Astaghfirullah...Inilah kehidupan perbankan syariah kita, untuk mencapai pangsa pasar 5% saja, begitu sulitnya...Memang, seharusnya perbankan syariah akan hidup ideal dalam sistem kehidupan yang juga berdasarkan syariah...jika tidak, ibarat IKAN YANG HIDUP DI DARAT..seperti sekarang ini. Perjuangan kita tidak cukup dengan banyaknya perbankan-perbankan syariah, lebih jauh bagaimana agar seluruh kehidupan kita diatur oleh Syariah. Selamat Berjihad, saudara-saudara !!
Wassalam, Donny Irawan Ketua Umum MES Batam
--- On Tue, 26/5/09, Fahmi Basyah <[email protected]> wrote:
From: Fahmi Basyah <[email protected]> Subject: Re: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA To: [email protected] Date: Tuesday, 26 May, 2009, 5:21 PM
|
Komentar saya:
Saya berkeyakinan apa yang disampaikan Mr Fiz bukan bermaksud "menimbulkan konflik di kalangan umat Islam" apalagi berbau "SARA" ataupun "Tendensius" .
Ada baiknya kita mengambil sisi positif dari pernyataan Mr Fiz, sebagai evaluasi atas implementasi ekonomi syariah yang secara realitas memang belum ideal.
Pun jika ada komentarnya yang menurut beberapa pihak membuat ketidaknyamanan, ada baiknya diklarifikasi langsung dan diskusi dengan yang bersangkutan.
Sejauh yang saya kenal, beliau cukup terbuka untuk menerima masukan, terlebih beliau juga bagian dari Saudara kita sesama muslim yang bisa jadi dikarenakan latarbelakang pendidikan sekularnya, memiliki persepsi yang kurang pas tentang ekonomi syariah.
Salam,
Fahmi Basyah
------------ --------- --------- --------- ------
Bumiputeramuda 1967, General Insurance
Sharia Division
Jl. Wolter Monginsidi No. 43
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12180
Phone : +6221 7234849, 72788574
Facs. : +6221 72787952
-------Original Message----- --
Date: 05/26/09 15:35:03
Subject: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA
Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009. Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis
Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian. JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di
Kemasan Syariah Kurang Menarik
Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk syariah dengan menarik.
"Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia dalam perbincangan dengan Tempo di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker.
Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini.
Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam," ucapnya.
Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga mengacu pada suku bunga.
Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan nasional. Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan nasional.
"Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI |
|

|
Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
|