Singkatnya, jika bank syariah tidak angker dan sudah menarik, insya Allah tanpa dikomando, masyarakat pada berbondong2 pake bank syariah. Kalau para pelaku dan penggiat bank syariah tidak mengakui hal ini ya selamat menikmati perkembangan dan mutu bank syariah di Indonesia yang begini begini saja..
Mari sama sama kita buktikan bahwa bank syariah di Indonesia segera tidak lagi angker dan menjadi yang menarik!!! Makasih. Regards, Ifham ________________________________ From: fadlly murdani <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 27, 2009 12:13:17 PM Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA Assalamualaikum, , Saya kira bukan berbau SARA,,tapi mengatakan pendapat pribadi. sah-sah saja, tapi memang sayangnya dia adalah dekan FE UI. Kita gak perlu kebakaran jenggot,buktikan saja klo Pak Fiz salah, dan kita ajak diskusi ke MES dalam seminar2 berikutnya.. . Fadlly M 2009/5/26 Jundullah . <jundullah.fissabili l...@yahoo. co.id> Assalamu'alaikum.... Alhamdulillah, masih ada sebagian pendapat beliau yang bisa dijadikan bahan instropeksi. Saya kira terlalu jauh kalau ini dianggap tulisan yang berbau sara dan menimbulkan konflik, walaupun ada beberapa pandangan yang perlu diklarifikasi lagi seperti kata-kata "angker", "menyeramkan" dan "alergi". Bisa kita akui pendapat beliau sepertinya hanya mewakili golongan 'tertentu' dari masyarakat. Tapi apakah golongan yang berpendapat demikian cukup signifikan, masih perlu penelitian lebih dalam. Memang kita tidak bisa berharap semua orang apalagi yang lemah imannya untuk berakhlak seperti akhlak Rasulullah, walaupun ilmunya bisa dibilang tinggi (kalau dilihat dari titelnya), apalagi sampai menuntut demikian. Jadi sebaiknya kitalah para penggiat syariah yang pertama meniupkan ruh akhlak Rasulullah dalam diri dan aktivitas kita dan lebih bijak dalam mencerna pandangan orang-orang "luar".... Wallahu'alam ________________________________ Dari: Faozan Amar <zanama...@yahoo. com> Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Terkirim: Senin, 25 Mei, 2009 20:22:53 Topik: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009. Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Kemasan Syariah Kurang Menarik Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian. JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk syariah dengan menarik. "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia dalam perbincangan dengan Tempo di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker. Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini. Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam," ucapnya. Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga mengacu pada suku bunga. Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan nasional. Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan nasional. "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI ________________________________ Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya!
