Pendapat saya,

Jadikan pernyataan itu untuk instropeksi diri kita saja, dan memang
benar kok kemasan kita kurang menarik..


Teguh JAP
STEI Al-Islah Kota Cirebon
(jadi mahasiswanya)

Pada tanggal 27/05/09, Asep mulyana <[email protected]> menulis:
> Assalamualaikum wr wb,
> semoga shalawat dan salam tercurah pada Junjungan Rasulullah SAW, segala
> puji hanya milik Allah semata.
> Rekan-rekan yang budiman, pendapat tantang ekonomi syariah yang dikemukakan
> oleh kang Firman dari UI, mungkin mewakili sebagian umat, dan sekarang tugas
> kita untuk meluruskan pandangan-pandangan itu dengan mencoba memberikan
> tauladan tentang kenikmatan melakukan hal-hal yang bersandar pada Syariah.
> Dengan demikian kita insya Allah dapat mejadi contoh bagi keindahan sebagai
> muslim dan menjalankan agama ini dengan ikhlas, dan berharap Allah tetap
> memberikan pertolongan bagi kita dalam menegakkan sendi-sendi agama Islam
> dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Amiin.
> wassalamualaikum wr wb.
>
> asep mulyana
>
>
>
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Jundullah . <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, May 26, 2009 4:26:30 PM
> Subject: Bls: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH
> BERBAU SARA
>
>
>
>
>
> Assalamu'alaikum. ...
>
> Alhamdulillah, masih ada sebagian pendapat beliau yang bisa dijadikan bahan
> instropeksi. Saya kira terlalu jauh kalau ini dianggap tulisan yang berbau
> sara dan menimbulkan konflik, walaupun ada beberapa pandangan yang perlu
> diklarifikasi lagi seperti kata-kata "angker", "menyeramkan" dan "alergi".
> Bisa kita akui pendapat beliau sepertinya hanya mewakili golongan 'tertentu'
> dari masyarakat. Tapi apakah golongan yang berpendapat demikian cukup
> signifikan, masih perlu penelitian lebih dalam.
> Memang kita tidak bisa berharap semua orang apalagi yang lemah imannya untuk
> berakhlak seperti akhlak Rasulullah, walaupun ilmunya bisa dibilang tinggi
> (kalau dilihat dari titelnya), apalagi sampai menuntut demikian. Jadi
> sebaiknya kitalah para penggiat syariah yang pertama meniupkan ruh akhlak
> Rasulullah dalam diri dan aktivitas kita dan lebih bijak dalam mencerna
> pandangan orang-orang "luar"....
>
>
> Wallahu'alam
>
>
>
>
> ________________________________
> Dari: Faozan Amar <zanama...@yahoo. com>
> Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> Terkirim: Senin, 25 Mei, 2009 20:22:53
> Topik: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU
> SARA
>
>
> Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di
> Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009.
> Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan
> menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik
> kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang
> Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul
> khairan aw yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD
> karena muda sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis
>
>
>
> Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan
> Fakultas Ekonomi
> Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya
> ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di
> Kemasan Syariah Kurang Menarik
> Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
> JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi
> Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya
> ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Indonesia karena para
> pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk syariah dengan
> menarik.
> "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia
> dalam perbincangan dengan Tempo di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia
> menyarankan agar pelaku bisnis
> syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren,
> bersahabat, dan tidak angker.
> Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap
> bisnis syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan
> celana menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang
> seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah?
> Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan
> Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini.
> Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih
> banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah
> bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata
> masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian
> seperti Islam," ucapnya.
> Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main
> sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank
> konvensional dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa
> hal, mekanisme bagi hasil juga mengacu pada suku bunga.
> Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini
> sulit meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan
> nasional. Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang
> syariah. Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total
> aset perbankan nasional.
> "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5
> persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat
> lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun
> terakhir sangat pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber
> daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI
>
> ________________________________
>  Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan.
> Rasakan bedanya!
>
>
>
>

Kirim email ke