*"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang
baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhamu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya dan
Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk" (Al Quran Al
Karim Surah An Nahl ayat 125). *

Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar
kecuali memiliki tiga sifat, yakni lemah-lembut dalam menyuruh dan dalam
melarang (mencegah), mengerti apa yang harus dilarang dan adil terhadap apa
yang harus dilarang. (HR. Ad-Dailami).
Memperjuangkan ekonomi Syariah tidak hanya dengan kecerdasan akal dan
wawasan ilmu, tetapi juga dengan kelembutan hati.
Wassalam
Najma


On 5/26/09, Ahmad Ifham <[email protected]> wrote:
>
>  Wah, kalau saya sangat setuju dengan tulisan yang memuat pernyataan2
> Dekan FE UI tersebut. Faktanya memang begitu, buanyak kekurangan yang masih
> dimiliki oleh *penerapan* sistem bank islam di Indonesia. Dan perbankan
> syariah harus "terbuka" agar tidak "angker".
>
> Sangat sangat dimaklumi bahwa banyak orang yang memiliki persepsi bahwa
> bank syariah di Indonesia adalah semacam bank konvensional yang "mengganti"
> istilah bunga dengan margin atau bagi hasil, dan lain lain dan lain lain.
> Dan ingat ::: dalam Publis Relations, persepsi itu muncul dari fakta yang
> ditemui.
>
> Tugas kita semua agar bank syariah di Indonesia ni gak jadi angker. Biar
> target BI yang sekian persen sekian persen itu bener2 bisa realistis dan
> sesuai dengan yang diharapkan --dan bahkan bukan dari unorganic growth.
>
> Salam kenal,
> Ahmad Ifham Solihin, S.Psi.
> Business Consultant (Sharia Banking) di http://anabatic.co.id untuk produk
> http://temenos.com
> Penulis buku: Ini Lho, Bank Syariah!
>
>
>  ------------------------------
> *From:* Fahmi Basyah <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Tuesday, May 26, 2009 5:21:27 PM
> *Subject:* Re: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI
> SYARIAH BERBAU SARA
>
>    Komentar saya:
>
> Saya berkeyakinan apa yang disampaikan Mr Fiz bukan bermaksud "menimbulkan
> konflik di kalangan umat Islam" apalagi berbau "SARA" ataupun "Tendensius" .
>
> Ada baiknya kita mengambil sisi positif dari pernyataan Mr Fiz, sebagai
> evaluasi atas implementasi ekonomi syariah yang secara realitas memang belum
> ideal.
>
> Pun jika ada komentarnya yang menurut beberapa pihak membuat
> ketidaknyamanan, ada baiknya diklarifikasi langsung dan diskusi dengan yang
> bersangkutan.
>
> Sejauh yang saya kenal, beliau cukup terbuka untuk menerima masukan,
> terlebih beliau juga bagian dari Saudara kita sesama muslim yang bisa jadi
> dikarenakan latarbelakang pendidikan sekularnya, memiliki persepsi yang
> kurang pas tentang ekonomi syariah.
>
> Salam,
>
> *Fahmi Basyah*
>
> *------------ --------- --------- --------- ------*
> *Bumiputeramuda 1967, General Insurance*
> *Sharia Division*
>
> Jl. Wolter Monginsidi No. 43
> Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12180
> Phone : +6221 7234849, 72788574
> Facs.  : +6221 72787952
> Email  : fa...@bumida. co.id <[email protected]>
> Sites   : http://www.bumida. co.id <http://www.bumida.co.id/>
>
> *-------Original Message----- --*
>
>  *From:* Faozan Amar <[email protected]>
> *Date:* 05/26/09 15:35:03
> *To:* ekonomi-syariah@ yahoogroups. com <[email protected]>
> *Subject:* [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH
> BERBAU SARA
>
>
>     Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah
> di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009.
> Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan
> menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik
> kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang
> Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul
> khairan aw yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD
> karena muda sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis
>
>
>
> Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
> *JAKARTA* - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah
> berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan
> syariah--di Kemasan Syariah Kurang Menarik Masyarakat Indonesia masih
> alergi dengan isu-isu sektarian.
>
> *JAKARTA* - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah
> berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan
> syariah--di Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas
> produk-produk syariah dengan menarik.
>
> "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia
> dalam perbincangan dengan *Tempo* di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia
> menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah
> menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker.
>
> Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah
> masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung.
> Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, *gimana* mau
> ada yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata
> doktor bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Lille,
> Prancis, ini.
>
> Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak
> kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank
> konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat
> agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam,"
> ucapnya.
>
> Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak
> konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat
> analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga
> mengacu pada suku bunga.
>
> Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit
> meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan nasional.
> Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini
> aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan
> nasional.
>
> "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata
> Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia
> menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat
> pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar
> 15 ribu orang. *EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI*
>
>
>     <http://www.incredimail.com/index.asp?id=409&lang=9>
>
>
>

<<IMSTP.gif>>

Kirim email ke