Uni Rahma dan Uda Ade, Kita bisa pahami maksud dekan muda itu sebenarnya baik. Tapi sebagai seorang yang dianggap berilmu, duduk di posisi strategis, dan mulai menjadi public figure yang omongan nya akan dengan mudah ditelan mentah-mentah oleh masyarakat, ada baik nya teman2 di UI menasehati Dr. Fiz itu agar lebih berhati-hati memilih kata2. Justru reputasi dan keilmuannya juga nanti yang akan dipertanyakan orang bagaimana seorang doktor marketing yang seharusnya bisa memilih kata-kata dengan nilai jual lebih justru malah memilih kata-kata yang terkesan sangar.
Any how, kita memang bisa belajar dari kritik walaupun kritik itu belum tentu benar. Anggap saja usaha kita menampilkan wajah keuangan Islam sesungguhnya itu belum maksimal sehingga informasi yang diterima belum lah sempurna. Walau saya tetap masih tidak habis pikir apa benar ada orang malas ke Bank Syariah karena takut di nasehati. Setahu saya orang malas ke Bank Syariah karena banyak yang belum tau produknya apa, logika syariah nya di mana, dan "katanya" bank syariah lebih mahal dari bank konvensional. Tapi udahlah, namanya juga anak muda dan manusia wajar membuat kesalahan. Walaupun agak aneh juga jadinya. Disaat mantan Dekan menjadi Direktur IRTI-IDB, dekan yang baru malah salah memilih kata untuk mendorong pengembangan ekonomi Islam. Semoga UI bisa lebih baik lagi dan menjadi penggerak ekonomi Islam di Indonesia Wass --- In [email protected], rahmatina kasri <unira...@...> wrote: > > > Akh Faozan dan yang lainnya, > > > > Saya pikir kita harus mencermati apa yang dikatakan Pak Fis tersebut dalam > konteks yang luas, dan tidak hanya sepotong-sepotong yang dikutip dalam surat > kabar tertentu. Akan lebih baik pula kalau kita berhusnuzzan dan menjadikan > 'komentar' ini sebagai masukan dan evaluasi untuk perkembangan perbankan > syariah yang lebih baik ke depan. > > > > Bagi teman2 yang datang ke FEUI pada kegiatan MGTC-KUEBS (MES Goes to Campuss > - Kuliah Umum Ekonomi Syariah) di FEUI 5 Mei 2009 lalu, tentunya mendengarkan > pidato sambutan Pak Fis yang sangat bersemangat mendukung perkembangan > ekonomi syariah, khususnya perbankan syariah, di Indonesia. Salah satunya, > beliau berpesan agar perbankan syariah di Indonesia bisa 'dipromosikan' lebih > luas lagi di tingkat regional, tidak hanya untuk umat Islam tapi juga untuk > non-muslim. Kalau kita hubungkan dengan kutipan dari surat kabar tersebut, > tentunya ini merupakan indikasi yang positif bahwa beliau cukup mendukung > perkembangan ekonomi dan perbankan syariah Indonesia ke depannya. > > > > Wallahualam bi shawwab, > > > > > > > > To: [email protected] > From: fa...@... > Date: Tue, 26 May 2009 17:21:27 +0700 > Subject: Re: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH > BERBAU SARA > > > > > > > > > > > > > Komentar saya: > > Saya berkeyakinan apa yang disampaikan Mr Fiz bukan bermaksud "menimbulkan > konflik di kalangan umat Islam" apalagi berbau "SARA" ataupun "Tendensius". > > Ada baiknya kita mengambil sisi positif dari pernyataan Mr Fiz, sebagai > evaluasi atas implementasi ekonomi syariah yang secara realitas memang belum > ideal. > > Pun jika ada komentarnya yang menurut beberapa pihak membuat ketidaknyamanan, > ada baiknya diklarifikasi langsung dan diskusi dengan yang bersangkutan. > > Sejauh yang saya kenal, beliau cukup terbuka untuk menerima masukan, terlebih > beliau juga bagian dari Saudara kita sesama muslim yang bisa jadi dikarenakan > latarbelakang pendidikan sekularnya, memiliki persepsi yang kurang pas > tentang ekonomi syariah. > > Salam, > > Fahmi Basyah > > --------------------------------------------- > Bumiputeramuda 1967, General Insurance > Sharia Division > > Jl. Wolter Monginsidi No. 43 > Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12180 > Phone : +6221 7234849, 72788574 > Facs. : +6221 72787952 > Email : fa...@... > Sites : http://www.bumida.co.id > > -------Original Message------- > > > From: Faozan Amar > Date: 05/26/09 15:35:03 > To: [email protected] > Subject: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU > SARA > > > > > > > > > > > Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di > Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009. > Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan menimbulkan > conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik kurang elok > kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk > suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw > yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda > sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis > > > > Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan > Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum > bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di > Kemasan Syariah Kurang Menarik > Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian. > > JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, > masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di > Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas > produk-produk syariah dengan menarik. > > "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia > dalam perbincangan dengan Tempo di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia > menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah > menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker. > > Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah > masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung. > Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, gimana mau ada > yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor > bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Lille, > Prancis, ini. > Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak kendala > lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank konvensional, > termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat agak alergi > dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam," ucapnya. > > Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak > konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat > analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga > mengacu pada suku bunga. > > Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit > meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan nasional. > Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini > aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan > nasional. > > "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata > Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia > menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat > pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar > 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI > > > > > > > > > > > > > > > > > > _________________________________________________________________ > See all the ways you can stay connected to friends and family > http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx >
