Alhamdulillah, sikap kita menerima pendapat Fiz adlh sikap yAng bijak. Namun 
itu tidak menutup fakta orang semacam apakah ternyata Fiz itu. 

Salam. 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Amirul Idris" <[email protected]>

Date: Fri, 29 May 2009 02:58:51 
To: <[email protected]>
Subject: [ekonomi-syariah] Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH 
BERBAU SARA


Assalamualaikum WW

Saya setuju dengan pendapat-pendpat sebelumnya. Pendapat ini merupakan kritik 
membangun dan sarana introspeksi bagi diri kita untuk terus meningkatkan diri 
dalam memahami dan kemudian mendakwahkan konsep syariah ini kepada masyarakat.

Masih sangat banyak masyarakat yang tidak memahami perbedaan konsep syariah dan 
konvensional karena dalam aplikasi yang ada tampaknya tidak banyak perbedaan 
yang signifikan. 

Yang paling penting bagi kita, adalah memasyarkatkan konsep syariah ini. 
Terkadang kita juga masih enggan menyampaikan pada rekan kerja kita, keluarga 
kita tentang konsep ini karena yang tertanam dalam benak mereka selama puluhan 
tahun adalah konsep bunga dan konvensional lainnya.

Oleh karena itu saya sangat mengharpakan pada MES dan rekan-rekan lainnya agar 
Grand Design dalam rangka memasyarakatkan ekonomi syariah dapat 
disosialisasikan dan dapat melibatkan partisipasi banyak pihak.

Satu yang penting dalam menanamkan paradigma ekonomi syariah dalam masyarakat 
untuk jangka panjang, MES ataupun pihak lainnya yang terlibat dapat melakukan 
upaya-upaya seperti:
a. Mendorong Dinas Pendidikan untuk memasukkan/menambahkan kurikulum atau 
memperbaiki bahan ajaran untuk SD, SMP dan SMU serta perkuliahan yang bertujuan 
bahwa sistem yang ada dalam dunia ini tidak hanya sistem bunga. Pelajaran yang 
terkait dengan hal tersebut adalah:
- Ekonomi dan Akuntansi
- Sejarah; banyak penyelewengan dalam sejarah yang menghilangkan masa Kejayaan 
Islam dan hal-hal lainnya yang terkait dengan Islam harus dikembalikan sesuai 
dengan proporsinya.
- Akhlak atau budi pekerti; Pelajaran ini tampaknya sudah tidak ada lagi dalam 
kurikulum kita. Padahal konsep Syariah adalah "Taawun", apabila setiap orang 
masih berpikir dan diajarkan untuk selalu mengejar keuntungan (materi) yang 
sebesar-besarnya, sulit untuk dapat melaksanakan Ekonomi Syariah.
- dll

b. Mendorong para ulama dan dai agar dakwah dan pengajian yang diselenggarakan 
jangan semata-mata mengenai 5 rukun Islam (ibadah ritual) saja, tapi juga Islam 
secara kaffah yaitu Islam sebagai cara hidup baik dari politik, ekonomi, 
sosial, budaya dan hal-hal muamalah lainnya.
Kenyataan yang ada berdasarkan pengamatan saya, pengajian  banyak hanya 
berkutat mengenai bagaimana cara sholat, puasa, zakat, haji dan peringatan hari 
besar, tidak banyak pengajian yang juga membahas mengenai kehidupan muamalah.

c. Bersama pihak-pihak terkait, mengembangkan metode dkwah dan sosialisasi yang 
efektif dan efisien.

Saya rasa banyak dari kita akan berperan aktif, namun harus ada yang memimpin. 
Apabila MES ataupun pihak lainnya mau menjadi leader dan mengajak kita-kita 
yang tergabung dalam milist serta mensosialisasikan visi, misi dan program 
serta melibatkan banyak pihak, InsyaAAlah semua akan mendukung.

Semoga Allah Memberkahi.

Bang Ami (Amirul Idris)


--- In [email protected], Faozan Amar <zanama...@...> wrote:
>
> Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di 
> Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009.
> Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan menimbulkan 
> conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik kurang elok 
> kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk 
> suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw 
> yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda 
> sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis
> 
> 
> 
> Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
> JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi
> Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya
> ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--diKemasan Syariah Kurang Menarik
> Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
> JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi
> Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya
> ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Indonesia karena para
> pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk syariah dengan
> menarik.
> "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia 
> dalam perbincangan dengan Tempo
> di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia menyarankan agar pelaku bisnis
> syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren,
> bersahabat, dan tidak angker. Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi 
> masyarakat terhadap
> bisnis syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan
> celana menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang
> seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah?
> Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan
> Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini.
> Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih
> banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah
> bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata
> masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian
> seperti Islam," ucapnya. Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan 
> aturan main
> sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank
> konvensional dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa
> hal, mekanisme bagi hasil juga mengacu pada suku bunga.
> Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini
> sulit meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan
> nasional. Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang
> syariah. Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total
> aset perbankan nasional.
> "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5
> persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat
> lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun
> terakhir sangat pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber
> daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI
>



Kirim email ke