http://www.berpolitik.com/news.pl?n_id=2543&c_id=21&g_id=150

Rencana Menkoinfo Sofyan Djalil untuk menyomasi tayangan Republik Mimpi 
dikritik. "Ini aneh. Sama sekali tidak sesuai dengan pernyataan SBY yang 
menjanjikan tidak adanya lagi praktik-praktik pengendalian terhadap media 
massa. Apalagi, (somasi) itu baru dilakukan sekarang setelah acara itu tayang 
sekian lama. Ada apa ini?," ujar Agus Sudibyo dari ISAI ketika dihubungi 
berpolitik.com via telepon.

Sebagaimana diberitakan, Sofyan Djalil sedang mempelajari kemungkinan untuk 
menyomasi tayangan parodi politik yang disiarkan setiap minggu malam di Metro 
TV ini. Republik Mimpi atau nama lainnya NewsDotcom dianggap melecehkan 
presiden.Acara ini kerap menampilkan figur mirip presiden, wakil presiden dan 
juga sejumlah mantan presiden. "Masyarakat kita tidak seedukatif itu untuk 
menerima tayangan seperti Republik Mimpi," ujar Sofyan sebagaimana diberitakan 
Indo Pos (2/3).

Agus menangkis pendapat Sofyan itu."Siapa bilang masyarakat tidak siap. 
Sebaliknya, sangat siap sekali. Masyarakat semenjak reformasi bergulir sudah 
terbiasa menyimak informasi berbagai rupa. Yang tak siap itu justru aparat 
pemerintah. Niatan somasi ini menunjukkan belum berubahnya sikap mental dari 
kalangan pemerintah sendiri," papar salah satu penggerak yang memperjuangkan 
adanya UU yang memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk memperoleh 
informasi publik.

Republik Mimpi bisa dibilang merupakan kemasan baru dari program serupa bernama 
Republik BBM(Benar-benar Mabok) yang pernah tayang di Indosiar. Republik BBM 
kandas setelah pihak Indosiar tak meneruskan kontrak kerja meski acara itu bisa 
dibilang sukses mendulang penonton dan karenanya juga iklan. Ada kabar, 
penutupan itu dilakukan sebagai tindak lanjut pembicaraan Jusuf Kalla dengan 
pemilik Indosiar. Namun,diberitakan pula, pihak Jusuf Kalla tak berkeberatan 
dengan acara tersebut. 

Menilik dari pengalaman itu, acara Republik Mimpi diperkirakan akan bernasib 
sama dengan pendahulunya. Terlebih, salah satu sponsor acara ini, Sampoerna 
diberitakan akan me-review partisipasi mereka pada acara tersebut. (/#)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke