Di situlah masalah Anda. Saya sendiri baru mau menilai setelah melihat buktinya. Bukan dengan cara berburuk sangka. Makanya, kalo banyak miliser beberapa waktu lalu berpendapat bahwa Anda tak punya emati pada guru, mereka tak salah. Etos kerja bukanlah variabel yang berdiri sendiri. Etos kerja turut ditentukan oleh banyak faktor, termasuk imbalan yang layak untuk beban kerja yang dituntut dari para guru. Anda tak dapat menuntut mereka kerja "full-time" dengan gaji "part-time", Bung. Sementara, filosofi Anda justru kebolak-balik: di mata Anda, Anda justru merasa guru sudah digaji "full-time" (apa betul? Sudah layakkah besaran gaji guru untuk jam kerja yang dituntut dari mereka?), tapi kerjanya cuma "part-time." Inilah menurut saya yang merupakan cara pandang kebalik itu. Tapi, karena Anda sudah keburu bangga dengan teori Anda bahwa guru di Indonesia dibayar "full-time" tapi kerjanya "part-time," maka biar sudah dikasih tahu banyak orang tentang betapa memprihatinkannya kondisi guru di negeri ini, Anda tetap saja ngeyel dengan teori yang buta akan realitas itu. Saya tak perlu repot-repot mencarikan atau memberi Anda data soal jam kerja guru, Pak. Kan yang selalu ribut soal jam kerja guru itu Anda, bukan saya? Jadi, silakan dicari sendirilah. Concern saya pada saat ini yang utama adalah pada kesejahteraannya alias imbalan yang diterima guru, bukan banyaknya jam kerja. Absurd sekali kalo mau ribet soal jam kerja, tapi menutup mata pada kondisi hidup para guru itu. Inilah cara berpikir gaya pejabat: cuma bisa nuntut orang harus begini atau begitu tanpa peduli pada bagaimana cara memberi imbalan layak kepada mereka sebagai harga yang harus dibayar bagi pemenuhan atas tuntutan tersebut. Sekali lagi saya harus katakan di sini, Anda ini ngakunya sangat kenal kehidupan guru, tapi kok dari postingan Anda terkesan bahwa Anda ini sama sekali tak tahu apa-apa soal kondisi mereka dan tak peduli pada kondisi tersebut. Taunya cuma mengkritik soal jam kerja mereka, yang konon jauh di bawah guru Hawaii yang bergaji lebih dari $40.000 dolar itu. manneke
satriadharma2002 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: I doubt it Pak Manneke. Meski gaji guru PNS sekarang jauh lebih baik dibandingkan ketika saya masih PNS dulu. Etos kerjanya rasanya tidak menjadi lebih baik. Dulu kami bekerja 6 hari penuh tanpa ada keluhan. Kini Pemko Medan berusaha untuk menaikkan jam kerja guru yang semula hanya 4 hari (nggak full lho!) menjadi 5 hari. :-( Pak Manneke punya data apa tentang jam kerja guru yang bisa dishare di milis ini? Salam Satria http://satridharma.wordpress.com/ --- In [email protected], Manneke Budiman wrote: > > Beri guru kita gaji $40.000 per tahun--untuk pemula, atau $50.000 per tahun--untuk guru senior, maka mereka akan bersedia kerja 15,5 jam per hari seperti para guru di Hawaii. Dan tanpa komplain! > > Jika membandingkan sesuatu, sebaiknya pelajari dulu konteksnya secara utuh. Jika tidak, jadinya konyol. > > manneke --------------------------------- All New Yahoo! Mail Tired of unwanted email come-ons? Let our SpamGuard protect you. [Non-text portions of this message have been removed]
