Bagi saya, pekerjaan guru PNS yang full timer atau part timer intinya tetap 
sama, yaitu sebagai pengajar...sebagai pembimbing di luar rumah...

Namun memang bisa dikatakan gaji guru yang rendah akan membawa dampak yang 
tidak baik bagi perkembangan pendidikan itu sendiri.

Kita sendiri terkadang mencari kambing hitam atas semua ini dan selalu mencari 
perbandingan yang tidak logis, termasuk perbandingan dengan guru SMU di Hawaii, 
bagaimana jika dicari pembandingnya seperti ke negara Papua Nugini atau pun 
Timor Timur?...gaji seorang Profesor pun tidak setinggi gaji guru di Hawaii 
tersebut, jadi yah aneh aja kalau mencari perbandingan kok sampai ke 
Hawaii...terlebih Hawaii adalah salah satu state dari US.

Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan kecemburuan pada diri guru-guru dan 
akhirnya karena merasa gajinya sedikit mereka pada mulai tidak lagi mengikuti 
peraturan yang ada. Termasuk masalah tunjangan atau pun masalah kesejahteraan 
yang minim. Coba kita lihat beberapa tahun lalu, apakah ada demo-demo guru yang 
sumbernya dari maslah seperti ini? Tidak pernah...karena bapak dan ibu guru 
menyadari bahwa menjadi guru adalah pengabdian...tapi setelah dicampur adukkan 
dengan masalah politik, terlebih orang-orang di sektor pendidikan, yah inilah 
yang terjadi...guru-guru pada demo menuntut ini itu yang sebenernya berasal 
dari kecemburuan sosial yang ada....belum lagi apabila ada provokasi-provokasi 
yang pada akhirnya membikin guru lupa pada tugas pokoknya, yaitu mengajar.

Jadi kalau mau mencari sebuah pembanding, janganlah mencari pembanding yang ada 
di negara maju top markotop layaknya negara US....secara enggak langsung, 
penulisan mengenai gaji seorang guru di Hawaii ini bisa menimbulkan kecemburuan 
loh dan bisa membikin suatu permasalahan baru juga...

satriadharma2002 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               

   Berburuk sangka? Apa maksudnya? Apakah menurut Anda pekerjaan guru 
 PNS itu part-timer? Gimana sih Anda ini? Apakah kalau gajinya masih 
 seperti sekarang ini maka guru PNS BOLEH bekerja seenak hatinya, dan 
 baru akan bersedia bekerja penuh kalau gajinya sudah seperti di 
 negara lain? Pantasan Indonesia kacau karena orang dengan sekualitas 
 Anda pun ternyata bersikap plin-plan. :-) Sorry to say this. Di satu 
 pihak bersedia menjadi PNS dan menyatakan bersedia mematuhi semua 
 aturan kepegawaian. 

 Tapi di lain pihak tidak bersedia memenuhi 
 aturan tersebut dengan alasan karena gaji terlalu kecil! Gimana sih? 
 Coba jawab, apakah para guru PNS itu bekerja parttimer atau full 
 timer? Apakah para guru PNS itu harus menunggu gajinya seperti di 
 luar negeri baru MAU bekerja fulltimer? Kalau semua orang 
 menggunakan logika seperti Anda maka SEMUA orang akan bekerja 
 seenaknya. Polisi, tentara, pegawai kantor, akan minta bekerja 4 
 hari saja karena mereka juga berhak untuk menyatakan bahwa gaji 
 mereka tidak cukup cuma parttimer, seperti alasan Anda).
 
 Saya justru heran Anda kok mati-matian membela prilaku yang 
 menyimpang seperti ini. Quo vadiz, Pak Manneke? :-( 

 Salam
 Satria
 

Kirim email ke