Dalam artikel yang Anda sertakan itu disebut soal gajinya. Tapi, untuk mengkritik guru PNS di Indonesia, Anda cuma soroti jam kerjanya. Ya, memang Anda tak bicara soal gajinya karena Anda cuma bisa tutup mata soal itu, dan terus-menerus ribet soal jam kerja. Saya hendak katakan, kalo mau ngurus jam kerja, jangan kesampingkan variabel kesejahteraan. Susah amat sih ngertinya?
Ya, saya setuju guru Hawaii menerima gai sesuai standar Hawaii, guru Kanada menerima gaji sesuai standar Kanada. Gaji mereka yang "standar" itu cukup membuat mereka mampu sewa apartemen. Setelah 4 tahun kerja, bisa beli rumah sendiri dengan mortgage. Mereka juga bisa beli kendaraan roda empat. Mereka dapat fasilitas asuransi kesehatan yang jempolan. Mereka tiap tahun bisa jalan-jalan ke negeri lain buat liburan. Gaji guru PNS di Indonesia apa sudah sesuai standar biaya hidup? Sebagai bandingan, dosen PTN Gol. IV E dengan masa kerja 25 tahun lebih saja menerima gaji tak lebih dari 2 juta. Ketika pensiun, jumlahnya lebih menciut lagi. Bisa dibayangkan kan berapa gaji guru PNS yang golongan III? Saya tak membandingkan gaji, seperti imajinasi Anda itu. Sekali lagi, soal gaji disebut-sebut oleh artikel yang Anda posting. Saya sendiri membandingkan gaji dengan jam kerja. Mau di Hawaii kek ataupun Indonesia kek, tak jadi soal. Proporsi gaji dan beban kerja serta jam kerja, itu yang saya persoalkan. Tapi, sayang, Anda tak kunjung nangkep masud tersebut, dan terus mimpi soal full-time salary part-time job--sebuah teori yang salah kaprah. Namun, sang konsultan yang menelurkan teori ini tampaknya terlalu tinggi hati untuk mengakui kelemahan asumsi yang mendasari teorinya itu... manneke satriadharma2002 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya tidak bicara tentang gaji guru. Pak Manneke yang selalu bicara itu. :-) Saya mau menunjukkan bahwa di negara lain, Hawai contohnya, guru bekerja rata-rata 15,5 jam perhari di sekolahnya masing-masing. Dan itu tidak membuat mereka mendapat tambahan honor!(yang semestinya mereka berhak untuk itu). Guru-guru di Hawai (dan guru-guru dimana pun) mendapatkan gaji dengan standar gaji masing-masing di negara mereka. Guru Kanada dapat gaji standar Kanada, guru Singapore dapat standar gaji guru Singapore, guru Srilanka dapat gaji sesui dengan standar Srilanka, di India juga standar India, dst. Jadi membanding-bandingkan gaji adalah sama sekali tidak tepat. Jika gaji guru di Srilanka, umpamanya, jauh lebih rendah daripada Indonesia apakah itu membuat guru Srilanka BOLEH mengajar dengan standar yang jauh lebih rendah dari guru di Indonesia? Tentu saja tidak. Mereka harus bekerja dengan standar yang telah ditetapkan dengan gaji standar yang telah ditetapkan. Ini berlaku untuk kondisi negara mana pun. Membolehkan guru-guru PNS Indonesia untuk bekerja sekedarnya dengan alasan gaji tidak cukup (atau tidak setinggi guru di Hawai ;-( ) adalah samasekali tidak etis. Ini poinnya. Salam Satria http://satriadharma.wordpress.com/
