Saya tidak bicara tentang gaji guru. Pak Manneke yang selalu bicara
itu. :-) Saya mau menunjukkan bahwa di negara lain, Hawai contohnya,
guru bekerja rata-rata 15,5 jam perhari di sekolahnya masing-masing.
Dan itu tidak membuat mereka mendapat tambahan honor!(yang semestinya
mereka berhak untuk itu). Guru-guru di Hawai (dan guru-guru dimana
pun) mendapatkan gaji dengan standar gaji masing-masing di negara
mereka. Guru Kanada dapat gaji standar Kanada, guru Singapore dapat
standar gaji guru Singapore, guru Srilanka dapat gaji sesui dengan
standar Srilanka, di India juga standar India, dst. Jadi
membanding-bandingkan gaji adalah sama sekali tidak tepat. Jika gaji
guru di Srilanka, umpamanya, jauh lebih rendah daripada Indonesia
apakah itu membuat guru Srilanka BOLEH mengajar dengan standar yang
jauh lebih rendah dari guru di Indonesia? Tentu saja tidak. Mereka
harus bekerja dengan standar yang telah ditetapkan dengan gaji standar
yang telah ditetapkan. Ini berlaku untuk kondisi negara mana pun.
Membolehkan guru-guru PNS Indonesia untuk bekerja sekedarnya dengan
alasan gaji tidak cukup (atau tidak setinggi guru di Hawai ;-( )
adalah samasekali tidak etis. Ini poinnya.

Salam
Satria
http://satriadharma.wordpress.com/

--- In [email protected], Thomas Aquino
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bagi saya, pekerjaan guru PNS yang full timer atau part timer
intinya tetap sama, yaitu sebagai pengajar...sebagai pembimbing di
luar rumah...
>
> Namun memang bisa dikatakan gaji guru yang rendah akan membawa
dampak yang tidak baik bagi perkembangan pendidikan itu sendiri.
>
> Kita sendiri terkadang mencari kambing hitam atas semua ini dan
selalu mencari perbandingan yang tidak logis, termasuk perbandingan
dengan guru SMU di Hawaii, bagaimana jika dicari pembandingnya seperti
ke negara Papua Nugini atau pun Timor Timur?...gaji seorang Profesor
pun tidak setinggi gaji guru di Hawaii tersebut, jadi yah aneh aja
kalau mencari perbandingan kok sampai ke Hawaii...terlebih Hawaii
adalah salah satu state dari US.
>
> Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan kecemburuan pada diri
guru-guru dan akhirnya karena merasa gajinya sedikit mereka pada mulai
tidak lagi mengikuti peraturan yang ada. Termasuk masalah tunjangan
atau pun masalah kesejahteraan yang minim. Coba kita lihat beberapa
tahun lalu, apakah ada demo-demo guru yang sumbernya dari maslah
seperti ini? Tidak pernah...karena bapak dan ibu guru menyadari bahwa
menjadi guru adalah pengabdian...tapi setelah dicampur adukkan dengan
masalah politik, terlebih orang-orang di sektor pendidikan, yah inilah
yang terjadi...guru-guru pada demo menuntut ini itu yang sebenernya
berasal dari kecemburuan sosial yang ada....belum lagi apabila ada
provokasi-provokasi yang pada akhirnya membikin guru lupa pada tugas
pokoknya, yaitu mengajar.
>
> Jadi kalau mau mencari sebuah pembanding, janganlah mencari
pembanding yang ada di negara maju top markotop layaknya negara
US....secara enggak langsung, penulisan mengenai gaji seorang guru di
Hawaii ini bisa menimbulkan kecemburuan loh dan bisa membikin suatu
permasalahan baru juga...
>
>

Kirim email ke