Memang naga-naganya begitu, Mase. Kalo urusan moral dan etika, ya harus 
berpulang ke diri sendiri. Kalo dua hal ini sampai negara yang ngatur, maka ada 
dua kemungkinan: 1) negaranya totaliter dan merasa paling benar atau paling 
bermoral sendiri, 2) rakyatnya begitu bebalnya sampai membiarkan negara 
mendikte mereka apa yang bermoral dan apa yang tidak. Nah, kalo urusan yang 
satu ini, sebaiknya nanyanya bukan ke Eurico Gutteres :))
   
  Banyak guru besar yang biar jadi menteri juga masih sempat mengajar, paling 
tidak satu mata kuliah. Saya ingat dulu Pak Fuad Hassan dan Pak Juwono 
Sudarsono tiap minggu masih keliatan keluyuran di kampus untuk kasih kuliah. 
Kalo sekarang, ya gak tau...
   
  Ada lagi, Mase? Ati-ati lho, kalo kebanjiran informasi bisa jadi makin 
gendheng.
   
  manneke

Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Weleh...weleh...weleeeeeh, Pak. Haniwar, e..maap salah maksudne Bunee..e 
Pak'e iki piyeh toh ! apakah kudu mulai dari diri sendiri..? he he he (ga marah 
khan..? ingat loh Pak'e, si Erico Guteres itu humoris loh..!)

Trus, lah iki wong mbahnya para guru ae ora jelas aturane, palagi cucu-cucune ? 
he he he lage...

Trus, apa iya kalo dah jadi menteri atawa gubernur atawa bupati simbanya para 
guru iku masih sempat ngajar dikampus ? lah wong nemuin ke kantornya aja kudu 
pake waiting list segala koq....

Nuhun sewu lagi Pak'e,
Suhaimi

----- Original Message ----- 
From: Manneke Budiman 
To: [email protected] 
Sent: Monday, March 12, 2007 10:33 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Jam Kerja Guru Rata-rata 15,5 Jam Perhari


Gelar akademik tertinggi adalah doktor. Guru besar itu jenjang fungsional untuk 
dosen. Maka, sebutan "profesor" hanya boleh dipakai selama dia melakukan Tri 
Darma perguruan tinggi (ngajar, riset, layanan masyarakat). Biar jadi menteri 
atau bupati, kalau masih datang ke kampus buat ngajar, ya masih berhak pakai 
profesornya. Aturan legalnya tak ada, tapi ini adalah bagian dari moral 
akademik dan etika. Kan profesor itu guru (besar), jadi kalo guru ya mestinya 
ngajar. He he. 

Kalo pensiun, ya nggak lucu jika profesornya masih digondol-gondol. Tapi, yang 
beginian ini marak terjadi karena banyak orang salah kaprah bahwa guru besar 
itu gelar akademik. Hi hi hi. Ini akibat kita terlalu doyan gelar-gelaran sih.

manneke



                
---------------------------------
 New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more 
at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke