Benar Mas Harry, "Sarjana" belum jaminan kalau "Siap Kerja". Malah kadang-kadang orang yang "street smart" lebih smart dan sukses dibandingkan orang yang "book smart". Kapan ya di Indonesia diberikan "Sertifikasi Keahlian Sarjana"? Jadi seorang yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi-Manajemen misalnya, harus di-test lagi supaya dapat Sertifikasi, hasilnya dapat dipertanggung jawabkan ke dunia kerja, misalnya dia cakap membuat Business Plan, sampai implementasinya di lapangan, sampai bisa mengekspor produk ke LN, misalnya.. Semoga ini Bukan Hanya Mimpi...
Salam. ----- Original Message ---- From: Harry Priyono <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, March 15, 2007 1:21:28 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Anggota DPR dan Presiden Harus Sarjana Saya jadi ingat, pernah ada suatu penerbangan swasta yang karyawannya hampir seluruhnya sarjana minimal S 1 dengan rata-rata nilai cukup tinggi.....pada akhirnya perusahaaan tersebut.... .tutup juga. Saya setuju dengan syarat minimal S1, tetapi mungkin perlu juga ada kwalifikasi lainnya seandainya tidak memiliki kesarjanaan S 1 misalnya sarjana S1 atau mempunyai pengalaman minimal 5 atau 10 tahun bekerja di suatu perusahaan sebagai minimal seorang manajer. Syarat minimal S1 tidak menjadi jaminan karena saat ini untuk mendapatkan titel kesarjanaan mudah selama ada uang. Salam Agus Hamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> wrote: http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0703/ 15/Politikhukum/ 3385541.htm
