Presiden Indonesia mendatang minimal harus bergelar S1menurut saya adalah upaya 
yang positif bila itu dilihat untuk kebutuhan jangka panjang dan dalam kerangka 
untuk memuliakan mayoritas masyarakat  di Indonesia agar mereka kelak (generasi 
mendatangnya) benar benar di beri kesempatan
untuk bisa berkuliah dan minimal mendapatkan gelar S1. 

Bukankah setiap warganegara di Indonesia berhak mempunyai obsesi, mimpi, 
cita-cita menjadi Presiden dan bukankah setiap warga di negara ini berhak 
mendapatkan pendidikan yang setinggi-tingginya.

Namun kalau upaya membuat peraturan di saat seperti sekarang dipaksakan ketika 
semua elite sudah ancang-ancang untuk menjadi Capres dan Cawapres , bukankah 
itu jelas-jelas menyiratkan bila peraturan itu dibuat hanya untuk kepentingan 
jangka pendek dan ujung-ujungnya hanyalah sebuah upaya untuk menjegal sejumlah 
Capres yang dari sisi pendidikan, belum bergelar S1?

Dan inilah yang masih sering terjadi di Indonesia.Para elitenya suka saling 
jegal dengan cara apapun, nggak peduli dengan kondisi negara dan rakyatnya yang 
ajrut-ajrutan   dan hanya berbuat, berbuat,berbuat, semata  untuk kepentingan 
pribadi dan kelompoknya saja.

Bukankah Presiden kita yang sekarang sudah bergelar S1 Plus ?? Dan, apa yang 
telah dihasilkan secara konkret untuk yang namanya rakyat Indonesia sekarang 
sekarang ini.

Masih perlukah kita meributkan hal hal yang tidak esensial namun dikemas 
sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan sebagai masalah mendesak yang harus 
diselesaikan oleh para orang orang pintar kita dalam waktu dekat ?

Sementara yang namanya bencana transportasi yang terus terusan  terjadi belum 
bisa diselesaikan  secara proposional. Di sisi lain, biaya pendidikan semakin 
tak terjangkau, pengangguran membludak dan jumlah orang miskin makin bertambah 
saja.


Edy P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Kualitas 
seseorang tidak pertama-tama ditentukan oleh deretan gelar yang dipampang di 
seputar nama seseorang. Bahkan kualitas intelektualnya pun tidak bisa diukur 
hanya oleh deretan gelar yang dipunyai seseorang (karena nyatanya di jaman 
sekarang ini banyak orang tergila-gila dan memang kerap menjadi gila 
beneran....dengan cara MEMBELI GELAR dan anehnya...ada aja lembaga yang mau 
menjual gelar).
 
 Saya lebih respect terhadap seseorang yang SD pun tidak lulus, tapi 
berkualitas Prof. Dr (bukan yang gelarnya beli); daripada kepada yang Prof. Dr 
tapi kualitasnya nggak karuan juntrungnya.
 
 Saya sebagai warga masyarakat tidak butuh dipimpin seorang yang bergelar 
sarjana atau lebih tinggi dari sarjana (S-1), tapi saya butuh dipimpin oleh 
seseorang yang memang pantas disebut pemimpin dan memang bisa memimpin karena 
memiliki kualifikasi pribadi yang mau mendengarkan orang lain, mampu 
menghormati orang lain, mampu 'ngemong' orang lain, bisa memahami orang lain, 
dll yang pada intinya menampilkan dirinya BENAR-BENAR MANUSIA YANG MAMPU 
MEMANUSIAKAN SESAMANYA.
 
 Makasih.
 
 ----- Original Message ----- 
   From: bungaran 
   To: [email protected] 
   Sent: Thursday, March 15, 2007 7:00 PM
   Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Anggota DPR dan Presiden Harus Sarjana
 
 SBY Doktor produk Indonesia terus bagaimana hasil kerja Pemerintah 
   saat ini?. 
   Silahkan anda menilai kualitas pemerintahan SBY ?
 
     
  

Kirim email ke