Setuju, apalagi di Indonesia gelar sarjana semakin murah 
diperdagangkan karena saking banyak PTS2 dan PTN2 yang jual murah 
kualitasnya. Kapan PT di Indonesia bisa beroperasi dg 50 - 90% dana 
operasional berasal dari sponsor industri dan swasta, bukan dari SPP 
mahasiswa?

Salam

--- In [email protected], "Edy P" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kualitas seseorang tidak pertama-tama ditentukan oleh deretan 
gelar yang dipampang di seputar nama seseorang. Bahkan kualitas 
intelektualnya pun tidak bisa diukur hanya oleh deretan gelar yang 
dipunyai seseorang (karena nyatanya di jaman sekarang ini banyak 
orang tergila-gila dan memang kerap menjadi gila beneran....dengan 
cara MEMBELI GELAR dan anehnya...ada aja lembaga yang mau menjual 
gelar).
> 
> Saya lebih respect terhadap seseorang yang SD pun tidak lulus, 
tapi berkualitas Prof. Dr (bukan yang gelarnya beli); daripada 
kepada yang Prof. Dr tapi kualitasnya nggak karuan juntrungnya.
> 
> Saya sebagai warga masyarakat tidak butuh dipimpin seorang yang 
bergelar sarjana atau lebih tinggi dari sarjana (S-1), tapi saya 
butuh dipimpin oleh seseorang yang memang pantas disebut pemimpin 
dan memang bisa memimpin karena memiliki kualifikasi pribadi yang 
mau mendengarkan orang lain, mampu menghormati orang lain, 
mampu 'ngemong' orang lain, bisa memahami orang lain, dll yang pada 
intinya menampilkan dirinya BENAR-BENAR MANUSIA YANG MAMPU 
MEMANUSIAKAN SESAMANYA.
> 
> Makasih.


Kirim email ke