Saya rasa, kita tidak perlu memiliki komptensi di bidang 
penerbangan/aviasi utk mengerti carut-marutnya industri penerbangan 
di Indonesia. Semuanya sudah jelas kok! Pengawasan & implementasi 
keamanan penerbangan di Indonesia sangat buruk!!!

Masih ingat kasus Adam Air Boeing 737-300 jurusan Jakarta-Makasar yg 
TERSASAR & TERPAKSA MENDARAT di Tambolaka, Sumba-NTT??? Bayangkan, 
sebuah pesawat bisa TERSASAR!!! 
Pesawat Boeing 737-300 adalah pesawat yg paling banyak dipakai di 
Indonesia. Mayoritas dari pesawat itu berusia lebih dari 10 tahun!!!

Masih ingat kasus kecelakaan pesawat Mandala Boeing 737-200 pd thn 
2005 yg menelan korban jiwa hampir 150 org di Medan??

Pada saat kecelakaan, pesawat itu berumur lebih dari 20 tahun!!!

Masih kurang?? Ingat kecelakaan pesawat Lion Air di Solo pada tahun 
2004 yg menelan korban jiwa lebih dari 20 org? Pesawat itu jenisnya
McDonell-Douglas MD-82, yg ketika itu berusia 20 tahun dan telah 
terbang selama lebih dari 55ribu jam!!!! Ya, 55ribu jam!! Silahkan 
verifikasi sendiri kalau tidak percaya!!!!

Jadi, SEMUA JUGA TAU PENYEBABNYA APA!!! Maka dari itu, KITA HARUS 
REPOT-REPOT BERKOMENTAR!!!! Have a nice flight!!!

Salam, 

Patrick Hutapea 

   
  Sebagai pembanding, pesawat Lion Air McDonell-Douglas MD-82 yang 
mengalami 
kecelakaan di Airport Solo pada 30 November 2004 dan menelan korban 
25 orang, 
berumur 20 tahun. Pada laporan terakhirnya, jam terbang pesawat 
tersebut 56,674 
jam dan telah melakukan pendaratan 43,940 kali! 
   

--- In [email protected], "Fana Soediharto" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jangan terlalu sinis, Pak.
> 
> Minggu lalu saya nonton acara Air Crash di salah satu TV 
berlangganan ttg
> kecelakaan Silk Air di Palembang.
> 
> Dlm tayangan itu diperlihatkan, setelah 3 tahun kecelakaan, KNKT 
(ada sesi
> wawancara dg Prof Diran) tdk mau menyatakan kalau sebabnya adalah 
pilot
> bunuh diri, - lha wong istrinya njemput di Changi - , walaupun 
opini dari
> berbagai pihak menyatakan demikian. (Sy menyampaikan salut saya 
pada KNKT
> dalam kasus ini)
> Alasannya: KNKT tidak punya bukti kalau pilotnya bunuh diri, karena 
bisa
> saja pesawat jatuh karena mechanical failure.
> 
> Beberapa tahun kemudian, keluarga korban menyewa penyidik di LA, 
untuk
> mencara sebab lain, yaitu mechanical failure tsb. Singkat cerita, 
diketahui
> ternyata ada tiga kecelakaan yg sangat mirip dg Silk Air, salah 
satunya
> terjadi di US (kalau dihitung prosentase kecelakaan terhadap total 
5000
> Boeing 737 yg sdh diproduksi memang kecil sih). Setelah ditelusuri 
lbh
> lanjut, ternyata batang kemudi Boeing 737 menyimpan masalah: 
pembuatannya
> tdk sempurna, yg bisa menyebabkan gerakan rudder (sirip vertikal di 
ekor
> pesawat) tidak terkendali. Bila itu terjadi, pesawat akan miring ke 
kanan,
> terbalik, untuk kemudian menghujam ke tanah. Tiga kecelakaan tsb 
sama persis
> kejadiannya, detik demi detik.
> Bahkan, saat ini, para pilot sdh diajari cara antisipasi kalau 
kejadian tsb
> terjadi.
> 
> Di akhir tayangan diberitakan, kalau pembuat batang kemudi membayar 
sejumlah
> kompensasi kepada korban Silk Air, dan akan melakukan recall. Ini 
food
> news-nya. Bad news-nya: recall akan selesai tahun 2008. Jadi masih 
mungkin
> ada kecelakaan berikutnya, karena sebab yg sama.
> 
> Moral of the story: kita tdk tahu apa yg terjadi dg kecelakaan Adam 
Air dan
> Garuda. Orang2 yg kompeten sj perlu bertahun-tahun. Bisa saja human 
error,
> management error, system error, faktor cuaca, atau yg lain. Kalau 
kita
> sekarang gak tahu penyebabnya mending diem ajalah. Gak usah komentar
> kemana-mana, kalau gak punya dasar.
> 
> Gitu aja kok repot.
> 
> Rgds,
> Fana
> 


Kirim email ke