Menurutku ini bukan masalah polos tidak polos atau apes tidak apes...
kejadian-nya mungkin acak, dan mungkin saja teman-teman anda satu saat
dapat gilirannya...namun bagaimanapun ini hal yang selalu terjadi pada
berbagai lini pelayanan publik di Indonesia (dari pembuatan akte
kelahiran, ktp dll), seharusnya pemerintah memang harus memperhatikan
hal-hal seperti ini sehingga setiap orang mendapatkan haknya untuk
memperoleh pelayanan yang baik dari pemerintah.

salam
=========
john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Buat Mba' Molina,
Barangkali kasus cowok anda yang diperes habis itu termasuk kasus "apes".
Saya katakan demikian, karena banyak kok temen saya, Singaporean,
Japanese dll yang sering keluar-masuk Indonesia, tapi
aman-damai-sentausa tuh.
Yah, mungkin saja cowo anda terlalu "polos", kenapa waktu datang nggak
minta didampingi anda atau orang Indonesia aja (atau anggota FPK,
hehehe).

Salam.

Kirim email ke