Dear All, Sebelumnya aku mau ucapin terima kasih atas perhatian semuanya atas kasus imigrasi di Indonesia khususnya di Jakarta ini. Terima kasih juga atas support semuanya. Aku banyak menerima email berisi dukungan dsb. Di sini aku mau menyampaikan beberapa hal. Pertama, email ini bukan berasal dari aku Orang yang tertimpa masalah ini bernama Molina, dan aku tidak kenal dia, karena aku menerima email ini secara beranting. Jadi aku bukan korban imigrasi kali ini. Kedua, aku sendiri juga pribadi pernah mengalami hal-hal yg nyebelin banget dengan imigrasi Indonesia. 4 thn yg lalu ketika aku balik dari Sydney ke Jakarta, juga kami diperas seperti ini oleh imigrasi di Jakarta, dan karena waktu itu aku sedang mabuk pesawat ditambah cowo ku tipe orang yg pengen urusan cepat kelar n gak mau ribut (kalau aku sendiri pasti udah ngotot abis2an biarpun lagi mabok pesawat), jadi akhirnya kami harus memberikan AUD 100 ke petugas tsb. Karena selain masalah di imigrasi ini, biasanya ada 1 tahap lagi yang harus kita lalui, yaitu pemeriksaan barang, yang pada kenyataannya lebih seperti perampokan barang... bukan pemeriksaan. Jadi kita mesti siap sedia untuk menjaga barang2 kita, biar gak disita oleh petugas dengan berbagai alasan. Kasus lain juga beberapa aku alami, terutama di airport Medan, aku dan ibuku dimintain duit (disuruh dimasukkan ke paspor), sampai aku maki dia... masih tau malu... masih bisa minta dimasukin ke pasport. Tapi tuh petugas cuwek aja. Ibuku yg tidak mau ribut, karena katanya percuma ribut ama org gitu, yah akhirnya kita selipkan juga uang ke pasport, eh udah itu katanya kurang lagi... sampai aku maki dengan kata kotor, tapi tuh petugas tetap nyantai aja minta tambahan. Buset deh... Bener2... Yah tapi pikirku, mereka juga gak bakal bahagia, karena banyak terima kutukan dan sumpah dari korban-korbannya.. Sebenarnya ini cara gue untuk hibur diri sih.. abis gak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah ini. Akhir kata, terima kasih sekali lagi untuk semua input nya, walaupun kali ini bukan aku yg jadi korban, tetapi bukan berarti hal ini akan berhenti, jadi sebaiknya pihak yang berwenang mengambil tindakan, dan untuk yang lain, yah berdoa aja biar gak apes ketemu petugas model ini. Soalnya gak semua petugas kayak gitu. Salam, Linda From: YL Leong Sent: Thursday, April 19, 2007 3:31 PM Subject: Indon Immigration Sucks
Dear Linda, saya turut prihatin atas terjadinya kemalangan yang menimpa cowok kamu...membaca surat kamu...membuat saya marah, kecewa dan mengutuk orang-orang itu...saya benci sekali atas kejadian2 tsb... Tapi, ini bukan hal baru buat...saya sudah tahu itu semua dari zaman dulu kala...sorry yah saya katakan begitu...Oom sayapun (Sporean) kena juga dikerjain persis kayak gitu tahun lalu 2006...Oom saya keluar duit karena merasa risih di negara orang dan engga mau nyusahin Oom saya (Indon) yang nunggu ngejemput dia di airport...dia pikir mau cepat2 keluar dari sarang buaya saja...se-simple itu... Terakhir saya (Indon) juga nyaris dikerjain tahun lalu Oct 2006, waktu saya mau "pulang" ke Spore...waktu itu saya bawa buah Mangga dan distop setelah Mangga di-Xray scan and diminta untuk membuang Mangga saya karena harus dikarantina dulu (kata petugas)...merasa diperlakukan seenaknya...dibodohi...saya malah jadi bersikap lebih galak dan tegas...saya katakan...dimana-mana engga ada peraturan kalo orang mau bawa buah keluar negri dilarang...kalaupun ada negara (luar negri) yang akan didatangi melarang buah masuk...jadi dalam hal ini anda salah dan jangan coba macem-macem dengan saya...kalo anda mau, tolong panggil boss anda...saya tidak takut...dan apa yang terjadi...berubahlah muka dia dan tak pedulikan saya lagi...tentu saja, cepat-cepat saya pergi dari tempat itu...sepertinya bahagia banget keluar dari sarang copet... Saya terpaksa bersikap seperti itu setelah saya berusaha pura-pura sabar menghadapi perlakuan petugas tsb...tahukah apa yang terjadi sebenarnya...petugas itu memamerkan tanda karantina YANG DI DISPLAY BUKAN PADA TEMPATNYA....memalukan sekali cara petugas itu memoroti bangsa sendiri...(karena petugas itu masih bertele-tele membujuk saya untuk membayar "denda" kalo saya tidak mau membuang buah saya)...maka strategi saya bersikap tegas dan galak membuat ciut mereka... Sebelumnya...kira2 10 tahun yang lalu, sayapun pernah dikerjain mereka...mereka paksa saya bayar fiskal...walaupun sebetulnya saya tak perlu bayar fiskal...anda tahu caranya bagaimana...mereka tak mau membuatkan saya surat bebas fiskal...mereka minta uang pelicin...saya tolak...dan mereka tak pedulikan saya...mereka pikir membiarkan saya berdiri berlama-lama (mungkin mereka berharap saya ketinggalan pesawat, lagi terbagus buat saya!)...akhirnya saya bayar fiskal untuk negara...hitung-hitung donation...daripada kasih uang 200 rbrp buat mereka...mereka itu berani begitu karena saya "kurang berdaya"...saya saat itu masih menggendong balita...anak saya baru kira2 2-3 tahun saja...jadi kesimpulan saya, mereka membodohi dan mengambil kesempatan pada seorang yang "kurang berdaya" seperti saya (travelling dengan balita tanpa suami)...mereka agaknya SUKA mentargetkan orang2 yang berkeadaan seperti ini... Dan sayapun pernah juga dikerjain..di Imigrasi Batam...juga kira2 10 tahun yang lalu...masalah yang sama...dipaksa bayar fiskal (padahal seharusnya tidak)...kejadian nya lebih dramatis lagi...rombongan saya sudah nunggu di ferry...tinggal saya masih di loket Imigrasi dan beradu alasan dengan petugas2...balita saya nangis karena dipisahkan dari saya dan dibawa suami masuk ke ferry duluan...suami dan anak saya (Sporean)...mereka manas-manasin saya...menakut-nakuti saya...mencoba semua cara biar saya tertinggal dengan rombongan...aneh ya...orang2 Imigrasi Indo...bersuka cita kalau lihat saya dalam keadaan susah dikerjain mereka...akhirnya dengan berat hati saya harus membayar fiskal lagi...dan setelah saya tiba di Spore, saya tulis surat ke Kantor Imigrasi Batam dengan CC ke Menteri Dalam Negeri...dan surat saya ditanggapi dengan positive... Sekarang saya harus mencoba keras dengan memberhentikan saya...dari kutukan2 yang saya arahkan kepada mereka atas apa yang mereka lakukan kepada saya dan korban2 lainnya...saya benci orang2 Imigrasi itu sampai ke tulang sampai sekarang... Ya...kita semua harus berjuang dengan bersikap tegas dan adil dalam meluruskan hal-hal semacam ini di Indo...jangan sampai karena kita terburu-buru mau damai dengan mereka...dengan cara kita kasih mereka (uang) yang mereka mau...meskipun kita harus ambil resiko...(di berantemin dengan mereka)...jika mungkin mereka memang harus dikasih pelajaran di tempat dan saat itu juga... Terus terang...itulah yang sebenarnya terjadi di Jakarta...MASIH ADA dan BANYAK petugas Imigrasi yang mentalnya bobrok macam itu...padahal...coba deh buka passport (Indo )kita...baca halaman pertama...disitu ditulis...bahwa mereka itu selayaknya menolong kita yang akan melakukan perjalanan...dikemukakan tentang cara menolong sesama yang sedang dalam perjalanan...tetapi yang mereka lakukan, malahan kebalikannya...mereka SUKA kalau kita susah secara mental dan rugi secara materil...sungguh menghina intelegensi kita...rasanya saya mau mengutuk perbuatan mereka... Dan sayapun sebenarnya merasa MALU BESAR atas kejadian yang tidak sepantasnya ini...malu pada mental bangsa Indo yang bobrok, yang memang dalam hal ini sudah terkenal di dunia zaman sekarang...yang suka mau "makan" orang dengan cara begitu...B'rgds,YL
