Pak Gusti,

Komentar saya singkat saja, mengutip Benito Mussolini, sang diktator 
dari Italia ini pernah berkata "There is a violence that liberates, 
and a violence that enslaves; there is a violence that is moral and 
a violence that is immoral."

Salam,

Patrick Hutapea 

 
--- In [email protected], gusti eka sucahya 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> hello kawan-kawan..semoga semuanya dalam keadaan sehat dan 
berbahagia....
> ikutan nimbrung ya...
> 
> soal pak inu, aku sepakat dengan yang ditulis mbak yenny 
dalam 'sang whistle blower'..
> seminggu terakhir saya mengamati intens ipdn dan beberapa kali 
ketemu pak inu...smsan juga...beliau sosok yang sederhana..ceplas 
ceplos..jujur...itu sekilas yang saya amati ya...
> 
> soal dia pernah mukul praja...dia mengakui...iya pernah 
mukul...walaupun dia menyampaikan alasannya mengapa dia mukul 
(misal : dia 'nge-grebeg praja berbeda jenis kelamin yang berada di 
tempat yang tidak seharusnya --you know what i mean lah)...dia 
mengakui itu tujuannya mendidik dan tidak menyebabkan 
kematian...hanya nempeleng dan tidak memukul atau menendang a la 
bruce lee...dia tahu batas...tapi tetep saja dia menyampaikan rasa 
bersalahnya dengan legowo dan meminta seisi ipdn 'diaudit' (termasuk 
dirinya), demi perbaikan ipdn...demi menghasilkan pamong yang 
berkualitas...itu bahasa beliau...karena itulah tujuan awal 
dibuatnya ipdn...yang dulunya bernama stpdn...yang dulunya lagi 
berasal dari apdn...oh ya pak inu juga sempat bilang di masa dia 
sekolah di apdn dulu...dia juga mengalami pemukulan oleh seniornya...
> 
> nah bayangkan berapa lama akar kekerasan itu dipelahara dan 
ditanamkan di ipdn ini....kemaren saya sempat bertemu dengan 
seseorang yang menceritakan ada semacam ungkapan di ipdn ini..yang 
entah siapa penemunya...saya merinding dengernya...
>     1. junior boleh diapain aja, sisakan nyawanya!!!
>     2. jika tidak bisa disentuh hatinya, sentuh ulu hatinya!!!
> 
> astaganaga..jadi anak2 baik dan manis di rumah yang masuk ipdn, 
dicekoki dengan pemikiran seperti ini...lama-lama mereka berpikir 
memang seperti ini yang benar...jadi kebohongan dan pembodohan oleh 
senior itu lama-lama jadi tertanam di dalam diri mereka...bahkan 
beberapa kali saya ngobrol dengan praja, mereka seperti merasa bahwa 
yang tidak bisa melalui 'kekerasan' di ipdn, adalah kaum yang 
lemah...mereka yang survive, adalah yang kuat...saya juga menangkap 
kesan, sebagian dari mereka lebih bersimpati terhadap para pelaku 
penganiayaan daripada korban...dalam kasus ini cliff muntu...ada 
praja yang bilang, cliffitu keanyakan ngambil ekskul..jadi 
kecapean...ya kalau udah kecapean trus dipukulin ya hasilnya bisa 
kita lihat sendiri..jatuh korban...
> 
> namun ada juga beberapa praja yang mengungkapkan kalau kekerasan 
itu hanya terjadi pada mereka yang ikut ekskul atau kegiatan 
tertentu, seperti pataka (pasukan pengibar bendera), drumband, serta 
polisi praja...yang lainnya tidak ada pukul-pukulan...sulit juga 
mengungkap mana yang valid...karena sekarang GTM (gerakan tutup 
mulut) dikalangan praja terhadap pihak luar, kuat sekali...
> 
> itu sekilas yang isa saya bagi dengan anda semua...
> 
> salam,
> --gst.>


Kirim email ke