Hallo Pak Totot, Saya adalah anggota PERKIN dan pernah mempunyai 32 ekor anjing (beranak pinak), dan sangat dekat dengan PELATIH anjing maupun binatang lainnya.Menurut pelatih itu yang juga melatih binatang di SIRKUS, binatang apa saja hanya bisa dilatih kalau dalam keadaan LAPAR dan baru bisa dipaksa melakukan sesuatu dengan HADIAH(reward) makan. Ini sudah diketahui umum dan kalau Anda tidak tahu ,karena maaf, Anda memang kurang wawasan. Bahwa akan dikasih telur, sari buah , vitamin, suplemen dan makanan bergizi dari retoran yang terkenalpun, SESUDAH ia menderita kelaparan dan sesudah ia BEKERJA keras dengan latihan yang kejam.Mustahil pula jika pemiliknya saja kekurangan dan tidak pernah minum vitamin dan jarang makan telur dan juice karena tidak mampu membeli, hal itu akan diberikan kepada bintang yang diekspoatasinya (tetapi ini logika lain).Pemilik monyet tidak mungkin akan mau RUGI karena yang diutamakan ia bisa makan dulu meskpun sangat minimumsebagai orang yang berada DIBAWAH garis kemiskinan.. Beginilah kenyataannya. Wasalam, Wal Suparmo
--- In [email protected], "Totot" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sebentar pak Wal. Cuma mau klarifikasi. :-) > > Apakah bapak membaca berita > Monkey Bussines tsb dgn lengkap dan runut? > Kalau tidak salah disitu diceritakan jika monyet2 > tsb justru mendapatkan vitamin, makanan suplemen, > telur, sari buah, dll. Karena para pemilik monyet > menyadari bahwa itulah asset mereka, yg menghidupi > mereka. Monyet yg sakit dan lapar tidak bisa memberikan > pertunjukan yg seru dan menarik. CMIIW ya pak. > > Saya agak kaget membaca pernyataan bapak: > Monyet yang kenyang tidak akan mau main, jadi harus > dilaparkan dan disakiti dengan menarik rantai lehernya dengan keras... > > Karena saya kemaren tidak membaca pernyataan tsb di berita KOMPAS. > Pernyataan tsb muncul dari pak Wal karena pengamatan atau karena dapat > sumber berita dari tempat lain pak? Mohon dicerahkan... > > salam, > totot > > > > > > > > > > >
