Tanya deh sama Mas Suhaemi... boleh nggak sih pemerintah kita bikin 
aturan  ??atau semuanya harus diri sendiri ?/

Di India.. macam Carre 4 nggak bolehmausk.. yang boleh chainstore dari 
tiokobrandeed.. misal Nike.. boleh juga merk baju terkenal.. boleh juga 
jenis Krispy Creme..

Ya merk merk dunia lah.. sehingga kelas atas kita nggak pelru ke LN untuk 
beli merk ternama itu..

Kalau Carre 4.. buat apa sih.. cuma toko toko kecil di gabung jadi satu , 
kata MasTotot..

Atau Mas nau tunggu dampak sosial  muncul dari keresahan pedagang pasar 
yangmemuncak .. yang saya tahu..sudah amat tidak sabar..

Kata  mereka tampaknya kalao nggak demo besar besaran  ..nggak bakal di 
denger sih...??

Pilihannya .. pakai cara India... pakai cara smeua mulai dari diri 
sendiri.. atau cara r4ubah by demo..   smile..

Bandingkan.. di satu pasar tradisional ada ratusan pengusaha mandiri kita 
bekerja menghidupi keluarganua.. di Carre 4 ... cuma ada banyak pegawai 
yang menggantungkan nasib.. dengan untung yang praktis akan di bawa kabur 
ke LN..

Ada lagi.. Mas .. selain pasar tradisional.. bisa jadi dan memang terjadi 
tutupnya juga supermarket lokal.., bahkan hypermarket lain..

Yang rugi siapa..??  pemasok termasuk pemasok UKM .. karena nggak di 
bayar.. contohnya sudah ada Club Store yg di Sudiriman ini..

Seandainya  Carre 4 tutup pun dia nggak rugi apa apa.. tinggal kabur., bawa 
duit hasil keuntungan maupun ngemplang pemasok...

lha nggak ada investasinya...

Salam

Haniwar..



At 03:14 PM 5/2/2007, you wrote:

>Sebenernya masalah seperti ini larinya ke kita juga
>sebagai masyarakat umum. Kalau memang mau menunjukkan
>keberpihakan terhadap pasar tradisional, ya udah,
>jangan belanja di pasar ritel modern. Tiap kali mau
>belanja, mendingan datang aja ke pasar tradisional.
>Meskipun yang namanya pasar ritel modern menawarkan
>konsep one-stop-shopping experience dengan menyediakan
>berbagai macam barang mulai dari cabe rawit sampai TV
>plamsa 21 inchi dan berlokasi di mall-mall ternama,
>kalau pengunjungnya jarang dan sedikit nggak mungkin
>mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan seperti
>itu kan?
>

Kirim email ke