Betul Mas Haniwar, pemerintah kita bisanya bikin peraturan untuk mengekang perkembangan anak-anak negeri. Tapi kalau peraturan untuk ngatur Investor dari luar, selalu lunak. Birokrasinya juga sama, kalau orang-orang sendiri malah diperas, tapi kalau Bule, dijilat teurs pantatnya.
Kalau contoh yang sudah dikasih tentang India, saya mau tambahkan tentang Korea Selatan. Kenapa SAMSUNG bisa maju begitu pesat. Salah satunya adalah karena pemerintahnya memproteksi dan mendukung perkembangan industri lokalnya. Jadi kalau ada perusahaan asing mau masuk ke negara mereka, contohnya misalnya SONY, akan dikasih ijin masuk bila setuju dengan perjanjian bahwa Blue Print teknologi mereka diberikan kepada industri lokal sejenis. Memang SONY tidak akan kasih Blue Print teknologi terbaru, tapi teknologi sebelumnya diharusnya untuk diajarkan kepada industri lokal. Dan SONY sendiri juga punya syarat bahwa teknologi yang kemudian diproduksi lokal itu tidak boleh dijual ke luar KOREA selama sekian tahun. Tapi setelah tahun-tahun perjanjian itu berlalu, SAMSUNG juga sudah sanggup mengembangkan teknologi mereka sendiri, dan begitu mereka masuk ke pasar luar negeri, kita bisa lihat sendiri bagaimana berjayanya perusahaan asal KOREA tersebut. Kalau pemerintah kita kan beda. Boleh masuk Indonesia asal pejabatnya dapat rumah, mobil, dan uang saku beberapa tahun. Regards, Paulus T On 5/2/07, Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tanya deh sama Mas Suhaemi... boleh nggak sih pemerintah kita bikin > aturan ??atau semuanya harus diri sendiri ?/ > > Di India.. macam Carre 4 nggak bolehmausk.. yang boleh chainstore dari > tiokobrandeed.. misal Nike.. boleh juga merk baju terkenal.. boleh juga > jenis Krispy Creme.. > > Ya merk merk dunia lah.. sehingga kelas atas kita nggak pelru ke LN untuk > beli merk ternama itu.. > > Kalau Carre 4.. buat apa sih.. cuma toko toko kecil di gabung jadi satu , > kata MasTotot.. > > Atau Mas nau tunggu dampak sosial muncul dari keresahan pedagang pasar > yangmemuncak .. yang saya tahu..sudah amat tidak sabar.. > > Kata mereka tampaknya kalao nggak demo besar besaran ..nggak bakal di > denger sih...?? > > Pilihannya .. pakai cara India... pakai cara smeua mulai dari diri > sendiri.. atau cara r4ubah by demo.. smile.. > > Bandingkan.. di satu pasar tradisional ada ratusan pengusaha mandiri kita > bekerja menghidupi keluarganua.. di Carre 4 ... cuma ada banyak pegawai > yang menggantungkan nasib.. dengan untung yang praktis akan di bawa kabur > ke LN.. > > Ada lagi.. Mas .. selain pasar tradisional.. bisa jadi dan memang terjadi > tutupnya juga supermarket lokal.., bahkan hypermarket lain.. > > Yang rugi siapa..?? pemasok termasuk pemasok UKM .. karena nggak di > bayar.. contohnya sudah ada Club Store yg di Sudiriman ini.. > > Seandainya Carre 4 tutup pun dia nggak rugi apa apa.. tinggal kabur., > bawa > duit hasil keuntungan maupun ngemplang pemasok... > > lha nggak ada investasinya... > > Salam > > Haniwar..
