Yth Bpk John, Saya juga setuju dengan pendapat bapak....tapi apakah Bpk yakin bahwa anak akan mencari berita atau bahan2 pelajaran dengan sendirinya sementara anak tersebut tidak berminat untuk membaca.
Sayamempunyai beberapa karyawan yang waktu senggangnya memang digunakan untuk masuk internet tapi lebih untuk mencari game bukan mencarai bahan untuk mengembangkan wawasannya. Pak John apa yang bapak sampaikan sama sekali tidak salah. Dan saya berpikir memotivasikan anak untuk belajar membaca tidak harus mahal, atau itumilik semata-mata kaum the have. Saya sudah berhasil memotivasikan anak pembantu saya untuk rajin membaca, tanpa harus mengeluarkan uang....sebagai orang dewasa pasti kita dirumah banyak sekali mengumpulkan bahan2 untuk menari minat anak agar mau membaca. Jadi bagi saya tetap letaknya pada orang dewasanya sendiri....apakah mereka cukup kreatif untuk bisa manarik minat baca anak???? Janganlah kita selalu berpikir bahwa itu hal yang mahal...mengajak anak bermain sambil membaca tidak harus mahal...tidak harusselalu membeli ditoko....begitu banyak orang dewasa menganggap itu "Sampah" tetapi mungkin sangat berharga untuk menarik minat anak untuk belajar membaca.Misalnya bungkusan2 sabun, kacang, iklan2 kecil itu semua bisa kita jadikan bahan untuk menarik minat baca anak...hanya saja kita membutuhkan kreativitas anda sebagai orang dewasa bagaimana membuat itu semua menjadi suatu bacaan.....disitu letak kuncinya, Salam dari Ratih --- john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bu Ratih Yth, > Menurunnya minat baca (terhadap buku/hardcopy) tidak > bisa dilepaskan dari kemajuan teknologi informasi, > hipotesa saya ini terbatas untuk kelas menengah ke > atas (kelas A, B). > > Buat mereka, waktu benar-benar sangat berharga, jadi > daripada menghabiskan waktu membaca buku (hardcopy), > lebih mudah, cepat dan praktis mencari informasi di > dunia maya, misalnya dengan memanfaatkan Wikipedia, > Google, atau YouTube. > > Ke depan, saya memprediksi penjualan buku elektronik > (e-book) melalui internet akan meledak, seperti > halnya penjualan lagu atau down load ringtone > melalui internet saat ini. > > Bagi kelas menengah ke bawah (kelas C, D, E), > menurunnya minat baca lebih disebabkan karena > menurunnya daya beli (purchasing power), akibat > melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok, PLN dan > lain-lain. Jangankan membeli buku, kita semua tahu > semakin banyak anak-anak dari kelompok ini yang > terpaksa berhenti bersekolah karena orang tua mereka > tak mampu lagi menutup biaya pendidikan (uang > sekolah, ekstra kurikuler, seragam, dll). > > Jadi melihatnya harus dengan dua kaca mata, Bu > Ratih. Untuk mengembangkan minat baca bagi kelas > menengah ke bawah, sebenarnya solusinya banyak Bu, > misalnya dengan mengembangkan rumah-rumah baca yang > menyediakan buku secara gratis, dengan menggandeng > lembaga-lembaga donor seperti British Council, Ford > Foundation, Japan Foundation dll. > > Salam. >
