Saya sependapat dengan Ibu Ratih, bahwa minat untuk membaca sangat banyak dipengaruhi oleh orang dewasa. sewaktu anak-anak di Tarutung, dimana koran kompas atau SIB baru tiba di sore hari, maka kami kakak beradik dan beberapa teman sekampung akan berharap harap cemas bila Loper koran terlambat datang (kalau sudah magrib dan dia tidak juga muncul maka elahan napas kecewa bermunculan). Di lain pihak cukup banyak teman sebaya yang tidak perduli dengan penantian kami. Ayah saya seorang guru dan koleksinya lumayan banyak (termasuk komik dan novel), namun yang mau datang meminjam juga bilangan jari (tidak pakai sewa lho). Lalu setelah saya punya Anak 3 orang, saya memperhatikan bahwa fasilitas buku yang tersedia (termasuk kunjungan rutin ke toko buku) memperlihatkan efek yang berbeda di antara ke tiganya. Nah yang tidak memperlihatkan minat (di toko buku malah menuju sport corner) mau diapakan? Saya berharap para ahli turun tangan untuk mendiskusikan cara-cara menarik minat orang dewasa agar mendorong anak untuk membaca. Masalahnya masih banyak orang dewasa yang beranggapan bahwa membaca buang waktu. Sama halnya dengan anggapan bahwa lulus sekolah tidak menjamin pekerjaan Betulkah demikian??? dh
? Email : [EMAIL PROTECTED] ý Visit Us : www.erlangga.co.id ----- Original Message ----- From: Ratih Gandasetiawan To: [email protected] Sent: Wednesday, May 02, 2007 9:35 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] bagaimana minat baca di Indonesia?utk bpk John Simon Yth Bpk John, Saya juga setuju dengan pendapat bapak....tapi apakah Bpk yakin bahwa anak akan mencari berita atau bahan2 pelajaran dengan sendirinya sementara anak tersebut tidak berminat untuk membaca. Sayamempunyai beberapa karyawan yang waktu senggangnya memang digunakan untuk masuk internet tapi lebih untuk mencari game bukan mencarai bahan untuk mengembangkan wawasannya. Pak John apa yang bapak sampaikan sama sekali tidak salah. Dan saya berpikir memotivasikan anak untuk belajar membaca tidak harus mahal, atau itumilik semata-mata kaum the have. Saya sudah berhasil memotivasikan anak pembantu saya untuk rajin membaca, tanpa harus mengeluarkan uang....sebagai orang dewasa pasti kita dirumah banyak sekali mengumpulkan bahan2 untuk menari minat anak agar mau membaca. Jadi bagi saya tetap letaknya pada orang dewasanya sendiri....apakah mereka cukup kreatif untuk bisa manarik minat baca anak???? Janganlah kita selalu berpikir bahwa itu hal yang mahal...mengajak anak bermain sambil membaca tidak harus mahal...tidak harusselalu membeli ditoko....begitu banyak orang dewasa menganggap itu "Sampah" tetapi mungkin sangat berharga untuk menarik minat anak untuk belajar membaca.Misalnya bungkusan2 sabun, kacang, iklan2 kecil itu semua bisa kita jadikan bahan untuk menarik minat baca anak...hanya saja kita membutuhkan kreativitas anda sebagai orang dewasa bagaimana membuat itu semua menjadi suatu bacaan.....disitu letak kuncinya, Salam dari Ratih
