--- In [email protected], firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > eh..jangan2 ini adalah cara kampenye Gubernur Jenderal Sutiyoso menuju RI-1 pada tahun 2009 mendatang. > > rzain <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Menurut penjelasan Kedutaan Australia, peristiwa wartawan Aussie > ditangani pengadilan independent yang tidak ada sangkut pautnya > dengan Pemerintah Aussie. > Menurut saya pengadilan ini hanya mencari sensasi karena pasti tahu > bahwa Sutyoso adalah tamu negaranya dan tidak bisa terjangkau.
L: Mungkin yang dimaksud adalah pemisahan kekuassaan pengadilan (judikatif) yang independen dari kekuasaan eksekutif. Orang Indonesia kan rata2 tak mengerti independensi ketiga kekuasaan politik di dalam negara, karena tak pernah merasakan prakteknya. Perlu juga diluruskan, setahu saya Sutiyoso adalah tamu dari salah satu NEGARA BAGIAN sedangkan polisi yg menangkapnya adalah POLISI FEDERAL, bukan polisi negara bagian tsb. Wajar jika pihak protokoler negara bagian tsb tidak mengetahui perintah pengadilan untuk menangkap Sutiyoso. Ini kan juga beda dg praktek di NEGARA KESATUAN (bukan negara federal) Republik Indonesia, dimana para penjahat seringkali sudah tahu duluan bahwa mereka akan ditangkap sebelum dilakukan operasi penangkapan :-) Salam
