Rekan-rekan FPK yth, Terutama Bu Reni, Thema "fuel cell" memang sungguh sangat menarik dan amat sangat menjanjikan sebagai "Tomorrow's Energy"?? Tapi kok pembahasannya terkesan hanya sambil lalu gitu? Tentu akan banyak rekan yang lebih gembira bila Ibu dapat menginformasikan mengenai perkembangan terakhir dari teknologi tersebut, dan apakah benar pemerintah kita sudah mulai/sedang berfikir kearah itu? Bila iya, tentu sangat positive, namun tentu masalahnya tidak sesederhana yang Ibu uraikan, sebab sejauh yang saya ketahui pada awal 2004, para ahli di Eropa masih belum mendapatkan solusi "jitu" dalam memproduksi H2 yang effective dan ramah lingkungan, agar proses "keseluruhan" dalam memanfaatkan energi dari hydrogen ini tidak secara "saru" menjadi tidak effective dan tetap membebani lingkungan. But overall .. jangka panjang hydrogen pasti lebih layak dari pada Nuklir dan Fosil. Prinsip dasar yang saya mengerti sebagai orang awam itu seperti ini (mohon para ahli membenarkan pabila ada kekeliruan): Hidrogen adalah substan yang paling banyak terdapat di universum kita, alias tidak ada habisnya, kecuali kiamat. Sedangkan proses yang akan kita manipulir untuk mendapatkan manfaat energi adalah kebalikan dari proses elektrolisa (kalo ngga salah namanya hidrolisa ya?). Dengan kata lain, sebelumnya kita harus mewujudkan proses elektrolisa nya dulu untuk mendapatkan H2 dari H2O dengan menggunakan tenaga listrik .. disinilah mulainya paradoksi, masa ingin memproduksi listrik menggunakan listrik?? Sedangkan yang Ibu maksudkan SOFC dengan mereformasi gas alam, memang benar, pada awal 2004 saja sekitar 98% dari kebutuhan dunia akan H2 adalah hasil dari Gas alam dengan menggunakan "steam reformer"? dengan CO2 sebagai emisinya. Mudah-mudahan sekarang ini para ahli telah menemukan jalan keluar yang lebih baik, saya pribadi percaya bahwa pemikiran hydrogen sebagai tomorrow's Energy itu suatu arah yang sudah benar. Salam, Bodo
--- In [email protected], reni renata <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sebenarnya kini PLN sedang memikirkan sumber energi alternatif pengganti PLTN yang kontroversi ini yaitu teknologi ramah lingkungan (bebas emis gas buang) "Sel bahan bakar hidrogen". Dunia kini optimis pada suatu saat kita dapat memproduksi hidrogen dengan harga murah dari air sehingga tidak perlu lagi bahan bakar fosil. Solid oxide fuel cell (SOFC) dicanangkan sebagai salah satu jenis sel bahan bakar hidrogen yang dapat menghasilkan energi listrik skala besar dengan bahan bakar gas alam (NG). Mengingat cadangan gas di Indonesia sangat besar mencapai trilyunan cuft Indonesia sangat potensial untuk mengembangkan teknologi SOFC ini. Jadi yang tidak setuju dengan PLTN masih punya harapan untuk mendapatkan penggantinya, mudah-mudahan dalam waktu dekat SOFC dapat dibuat di Indonesia dan menjadi sumber energi pengganti Nuklir. > Salam > Bu Reni > > > ----- Original Message ---- > From: Zakariyya El Anshariyy <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, June 12, 2007 2:13:26 PM > Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PLTN : UNTUK SIAPA ? > > Shalawat Anti-PLTN > > > Eling-eling sira manungsa, > PLTN gawe sengsara, > Mumpung durung diputusna, > Mula sira padha mikira > > Eling-eling sira manungsa, > PLTN bisa cilaka, > Mumpung durung ditutugna, > Mula sira padha nolak¢a > > Nuklir ora kaya mebel ukir, > Nuklir beda karo lampu senthir, > Nuklir uga dudu untir-untir, > Proyek Nuklir mara¢ake fekir. > (Proyek Nuklir mara¢ake kenthir) > > > > Terjemahan bebas : > > Ingat-ingatlah wahai manusia, PLTN membuat sengsara, > Mumpung belum diputuskan, maka hendaknya kalian berpikir!!! > > Ingat-ingatlah wahai manusia, PLTN bisa celaka, > Mumpung belum dilanjutkan, maka hendaknya kalian menolak!!! > > Nuklir tidak seperti meubel ukir, Nuklir berbeda dengan lampu teplok, > Nuklir juga bukan kue tambang, Proyek Nuklir membuat jadi fakir- miskin! ! > (Proyek Nuklir membuat jadi gila!!!) > > > Shalawat Anti-PLTN ini sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni. Shalawat Anti-PLTN diciptakan oleh Zakariya Anshori pada tahun 1997 dalam rangka Gerakan Anti-PLTN Muria Jepara. Silakan menyebarluaskan Shalawat Anti-PLTN ini. Zakariya Anshori tinggal di Jl. KH. Yasin 148 Jepara 59414, email : [EMAIL PROTECTED] com >
