Siapa menunggangi siapa, Pak Samsidar?
  
  Demo tanggal 5 Juni 2007,  di lapangan Ngabul Tahunan Jepara oleh Forum 
Masyarakat Muria. Ada  anggota DPR RI, Aktivis Greenpeace, budayawan, seniman, 
kalangan  pengusaha, petani, nelayan, buruh dan sebagainya. 
  
  Demo tanggal 12 Juni 2007, di alun-alun Simpang Tujuh, kudus. Ada bupati 
kudus, Muspida kudus, pengusaha, buruh, mahasiswa dan lain-lain.
  
  Besok Pagi, 19 Juni 2007, demo serupa dilakukan di kabupaten Pati.
  Hari ini, 18 Juni 2007, demo BEM Nusantara se-Jateng.
  
  Semua menolak PLTN. Lalu siapa yang menunggangi????????????????
  
  Kalau biasanya Negara + Kapital (pengusaha) bersatu melawan kehendak 
rakyat... dianggap biasa
  
  Lalu ketika Kapital (Pengusaha) bersama rakyat bersatu melawan Negara 
dianggap ada yang menunggangi...
  
  Piye sich.... aku rak mudeng..
  Apakah salah kalau perusahaan ROKOK, KACANG, KERTAS, JENANG, MEBEL  bersatu 
dengan petani, nelayan dan buruh untuk menolak PLTN?? 
  
  Apakah negara ini juga tidak ditunggangi "investor asing" bidang energi  
nuklir?? Emang kita punya duit untuk mbangun PLTN? Punya teknologi  untuk 
decommisioning?? Yang benar aja..... Jujur aja lah
  
  
  Salam Anti PLTN
  
  Warga Jepara Biasa (Bukan Pengusaha... biar tidak dianggap ditunggangi dan 
atau menunggangi, he, he, he)

  
  
  
  
Samsidar Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
                Ikut urun rembug Mas,
  
  Ngomong-ngomong soal PLTN, saya jadi ingat soal demo PLTN di Kudus 
  yang dimuat fotonya di halaman 1 minggu lalu (13 Juni 2007) dan beritanya  
juga.
  saya jadi ingat karena saat itu koran nasional rame-rame memuat aksi demo 
tersebut.
  Nah, inside story dibalik peristiwa tersebut yang tidak diketahui oleh 
teman-teman lain
  diluar kudus, bahwa aksi tersebut dikemas seakan-akan dilakukan oleh 
masyarakat murni.
  padahal fakta dilapangan berkata lain, mengapa? aroma keterlibatan perusahaan
  besar Kudus sangat kental terasa dalam penolakan ini. 
  bahkan seorang teman di kudus mengatakan jika semua kegiatan ini didanai oleh 
pihak ketiga
  Pertanyaannya ada apa dibalik itu? tentu tidak mungkin bila dilakukan tanpa 
embel-embel lain
  (kepentingan lain).
  menurut saya semua wartawan di Kudus dan Muria pasti tahu soal ini, namun 
yang luput 
  mengapa motifnya  tidak digali? ini tentu akan menarik bila disajikan sebagai 
liputan.
  wassalam,
  
 

Kirim email ke