Ya udah deh, itu pikiran Bung. Silahkan berpikir dan berkata seperti itu.
Kalau memang merasa tidak berbuat sesuatu yang tidak benar di Papua, mengapa
kunjungan Eni Valeomavaega [Ketua Sub Komite Hub. Internasional Senta AS]
tidak atau dihambat kedatangannya ke Tanah Papua?

Mari bijaksana dan berkata dan bertindak. Itu informasi saja buat Bung,
kalau tdk salah hari ini Eni ada di Jakarta? Saya mendengar kabar dia tidak
diperkenankan datang kesini.

Hahaha..lucu juga ya, kalau merasa gak buat salah atau sudah melayani rakyat
Papua dengan baik dan benar, mengapa teman-teman anda di Kabinet Indonesia
Bersatu dan DPR-RI mau menghambat kedatangan Eni Valeomavaega ke Tanah
Papua?

Biarkan dia ke Papua, supaya dia bisa melihat bahwa pembangunan tidak jalan
sama sekali di Papua. Biar dia tahu bahwa bantuan2 UE maupun AS melalui
Jakarta kandas di wilayah Jakarta saja tidak terus ke Tanah Papua, biar dia
tahu, laporan resmi pemerintah Indonesia selama ini hanya lips service
belaka, hanya isapan jempol.

Bertindak bijak saja kok repotnya setengah mati? Wah, saya jadi balik
berkata: GITU AJA KOK REPOT BUNG  HANIWAR YANG TERHORMAT?????

Salam Perubahan!

On 7/3/07, Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Mas Andi.
>
> Bagaiama kalau baris terakhir :
>
> Kalau memang lebih senang merdeka, apalah arti label?
>
> diubah jadi
>
> Kalau memang lebih senang berpisah/separate , apalah arti label?
>
> Memangnya dijajah siapa sih.. mau merdeka..??/
>
> Kalau mau separate disebut aau diberi label separatis... ya terima aja
> dengan legowo.... gitu aja kok repot..
>
> Salam
>
> Haniwar

Kirim email ke